← Beranda

Persebaya Andalkan Generasi Emas Internal

Ilham SafutraSenin, 1 Agustus 2022 | 18.03 WIB
FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS
JawaPos.com - Hampir dua setengah tahun Persebaya Surabaya tak bermain di kandang sendiri. Malam ini penantian panjang itu berakhir saat tim berjuluk Green Force tersebut menjamu Persita Tangerang, dibarengi kesempatan memainkan sebagian generasi emas hasil binaan sendiri.

Rizky Ridho, bagian dari skuad juara Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 2019, bahkan dipercaya sebagai kapten. Ada Brylian Aldama dan Arief Catur Pamungkas yang juga mungkin menjadi starter.

Di luar mereka, masih ada Ernando Ari, Andhika Ramadhani, Koko Ari Araya, dan Denny Agus dari skuad juara yang sama. Itu belum menghitung para penggawa lain yang dibina dari kompetisi internal Persebaya atau dimatangkan di skuad EPA.

Satria Tama salah satunya. Dalam laga pertama Liga 1 melawan Persikabo 1973 pekan lalu, Tama, Ridho, Koko, dan Arief dipercaya pelatih Aji Santoso bermain penuh 90 menit.

Aji bahkan punya mimpi, dalam dua sampai tiga tahun ke depan, para pemain lokal Persebaya adalah hasil dari binaan sendiri. Karena itu pula, musim ini dia berani mempromosikan pemain-pemain tersebut meski ada yang belum sekali pun merasakan atmosfer Liga 1. ”Mereka hanya butuh pengalaman dua tahun lagi jika konsisten. Saya yakin Persebaya akan melahirkan bintang-bintang baru hasil produk internal,” terangnya.

Kompetisi internal Persebaya memang sudah lama dikenal sebagai produsen pemain yang alumninya menyebar di berbagai klub strata teratas. Andik Vermansah (Bhayangkara FC), Evan Dimas Darmono (Arema FC), Taufiq (Persik Kediri), dan Oktafianus Fernando (PSIS) adalah sebagian contoh.

Bahkan, di skuad Persita musim ini, juga ada Abu Rizal Maulana dan Irvan Febrianto yang jebolan kompetisi internal pula. Sepanjang sejarah keikutsertaannya di Liga Indonesia, Green Force juga tak pernah absen diperkuat penggawa binaan sendiri. Apalagi musim ini, musim di mana mereka membangun kekuatan dengan banyak anak muda di dalamnya.

Aji menambahkan, ketatnya kompetisi musim ini juga bisa membuat para pemain muda produk Persebaya berkembang. ”Di tim ini juga semua pemain itu inti. Jadi, siapa pun harus selalu siap saya mainkan,” tegasnya.

Termasuk saat melawan Persita di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, malam ini. Saat untuk kali pertama sejak menjamu Persik pada 29 Februari 2020 bermain di hadapan Bonek –sebutan suporter Persebaya. ”Saya yakin semangat mereka pasti berlipat-lipat,” pungkas Aji.
EDITOR: Ilham Safutra