Pemain 28 tahun tersebut langsung ditunjuk sebagai kapten oleh pelatih Persebaya Aji Santoso. ’’Sudah saya sampaikan juga saat meeting dengan manajemen. Selain Konate, ada Hansamu (Yama) dan Rian (Rachmat Irianto),’’ jelas pelatih 49 tahun tersebut. Artinya, Hansamu merupakan kapten kedua. Rian menjadi kapten ketiga.
Bagi Konate, untuk kali pertama, dirinya didapuk sebagai kapten tim. Meski, dia sudah hampir sembilan musim bermain di Indonesia. ’’Dulu saya sempat menjadi kapten, tapi pas laga persahabatan saja,’’ ucap mantan pemain Arema FC tersebut kepada Jawa Pos. Dipilih menjadi kapten membuat Konate cukup kaget. ’’Apalagi, saya baru datang di tim ini (Persebaya),’’ tambah pemain kelahiran 10 November 1991 tersebut.
Namun, sebelum diresmikan, ban kapten pernah melingkar di lengan Konate selama Persebaya berlaga di ajang PGJ 2020. Meski begitu, mantan pemain Persib Bandung itu ogah terlalu memikirkan amanah menjadi kapten tersebut. ’’Saya datang ke sini (Persebaya) bukan untuk menjadi kapten. Saya cuma ingin berkontribusi maksimal bagi tim,’’ kata Konate.
Konate menilai Hansamu dan Rian lebih pas menjadi pemimpin di lapangan. Pertama, keduanya sudah lebih lama bermain di Persebaya. Selain itu, Konate menganggap keduanya pas menjadi sosok pemimpin. ’’Saya respek kepada Hansamu dan Rian. Di Piala Gubernur Jatim lalu, saya menjadi kapten karena mereka (Hansamu dan Rian) dipanggil timnas,’’ ujarnya.