← Beranda

10 Tahun Lalu Persebaya Pernah Kalah di Gorontalo

Edy PramanaSelasa, 19 Februari 2019 | 13.05 WIB
Persebaya saat menang 8-0 atas Persinga Ngawi. Persebaya punya kenangan kurang menyenangkan di Gorontalo

JawaPos.com – Stadion 23 Januari, Gorontalo, bukan tempat yang bersahabat bagi Persebaya Surabaya. Persebaya kali terakhir merumput di stadion ini pada kompetisi Divisi Utama (sekarang Liga 2) musim 2008-2009 silam.


Saat itu Persebaya masih diperkuat nama-nama yang tak asing seperti Andik Vermansah, Bobby Satria, Jairon Feliciano, Javier Roca, Mat Halil, dan Taufiq. Asisten pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro juga ikut bermain pada pertandingan melawan tuan rumah Persigo Gorontalo.


Kala itu, dia berstatus kapten tim. Bejo diberi mandat oleh pelatih Freddy Muli untuk mengawal pertahanan Persebaya bersama Bobby Satria dan bek asal Brasil, Anderson da Silva.


Akan tetapi, Persebaya mendapatkan kekalahan saat bermain di Gorontalo pada putaran kedua, 29 Februari 2009. Green Force - julukan Persebaya, kalah 0-1 lewat gol semata wayang yang dicetak Fredy Ihsan pada menit ke-30. Padahal, sebelumnya Persebaya mampu menggulung Persigo dengan skor 5-0 pada putaran pertama.


Sepuluh tahun sudah berlalu. Persebaya akhirnya kembali ke Gorontalo dalam leg pertama babak 16 besar Piala Indonesia 2018-2019. Rendi Irwan Saputra dan kolega akan menghadapi Persidago, klub sekota Persigo.


Walaupun tidak setenar Persigo, Persidago baru saja menorehkan tinta emas. Mereka menyingkirkan klub raksasa Persipura Jayapura di ajang ini. Anak asuh Romi Malanua itu unggul agresif gol tandang.


Tak mengherankan apabila Persebaya sangat mewaspadai tim berjuluk Laskar Menara itu. Mereka tidak mau bernasib seperti Persipura. Oleh sebab itu, para pemain Persebaya diwanti-wanti agar tidak meremehkan Persidago.


“Siapa pun lawannya kami selalu respek. Tidak ada perbedaaan dengan tim-tim lain. Kami fokus dengan tim kami sendiri, dengan tujuan kami sendiri,” tegas Bejo.

EDITOR: Edy Pramana