← Beranda

Format Baru Liga 1 Indonesia Bikin Kompetisi Lebih Seru

Farid S. MaulanaJumat, 30 Juni 2023 | 17.36 WIB
SIAP ADU TAKTIK: Pelatih Persebaya Aji Santoso.

Liga 1 musim 2023–2024 akan memakai format baru. Yaitu, regular series dan championship series. Format tersebut diprediksi membuat persaingan di Liga 1 menjadi lebih kompetitif.

---

KOMPETISI sepak bola kasta tertinggi di Indonesia sudah lama tidak menggunakan fase playoff. Sistem itu kali terakhir dipakai pada Liga Super Indonesia 2014. Saat itu, Persipura Jayapura, Arema FC, Semen Padang, Persela Lamongan, Persib Bandung, Pelita Bandung Raya, Mitra Kutai Kartanegara, dan Persebaya Surabaya (sekarang Bhayangkara FC) bertanding di babak delapan besar. Mereka lolos delapan besar setelah finis empat besar di fase wilayah. Ketika itu, Liga Super Indonesia dibagi menjadi dua wilayah. Yaitu, wilayah barat dan timur. Tiap-tiap wilayah diisi sebelas tim.

Nah, pada musim 2023–2024, Liga 1 akan kembali menggunakan babak playoff. Bedanya, tidak ada wilayah barat dan wilayah timur. Sebanyak 18 tim peserta kompetisi akan saling bertemu dalam format home-away. Fase ini dinamakan regular series. Fase tersebut secara keseluruhan akan memainkan 306 pertandingan.

Pada babak regular series, tim yang finis di urutan pertama sampai keempat klasemen akhir akan melaju ke babak championship series. Babak ini akan memainkan delapan pertandingan. Perinciannya, tim peringkat pertama akan bertanding melawan tim peringkat keempat secara home-away. Lalu, tim peringkat kedua akan berhadapan dengan tim peringkat ketiga secara home-away. Masing-masing pemenang akan bertemu dengan format home-away. Dan, yang kalah juga akan saling bertemu. Sehingga, di fase ini, total ada delapan pertandingan.

Lalu, bagaimana respons para pelatih klub Liga 1 soal format baru tersebut? Pelatih RANS Nusantara FC Eduardo Almeida saat dihubungi Jawa Pos melalui pesan singkat kemarin sore menyatakan, apa pun formatnya, The Prestige Phoenix –julukan RANS Nusantara FC– siap berusaha meraih hasil maksimal.

’’Kami harus menyesuaikan format kompetisi. Lalu, fokus kami adalah memikirkan pertandingan demi pertandingan. Kami akan melakukan yang terbaik dan berusaha untuk selalu menang,’’ ujar mantan pelatih Arema FC itu.

Persita Tangerang juga siap mengarungi format baru Liga 1. Musim ini, tim berjuluk Pendekar Cisadane itu tidak memasang target muluk-muluk. Mereka mengincar posisi lima besar. Presiden Persita Ahmed Rully Zulfikar optimistis target itu terwujud.

’’Di bawah komando Luis Edmundo, musim ini kami menargetkan masuk lima besar. Lalu, target jangka panjang dalam waktu tiga sampai lima tahun ke depan adalah menjadi juara dan bermain di kompetisi Asia,’’ tegas Rully.

Aji Santoso pernah merasakan gelar Liga Indonesia sebagai pemain. Tapi, dia belum pernah merengkuh juara sebagai pelatih. Kans untuk meraih juara sebagai pelatih bersama Persebaya Surabaya terbuka musim ini. Nah, dengan format baru kompetisi, peluang itu lebih terbuka. ’’Tentu saja karier saya akan lebih indah kalau bisa juara sebagai pemain dan pelatih. Dulu saya pernah membawa Persebaya juara sebagai pemain, sekarang saya ingin mengantar Persebaya juara sebagai pelatih,’’ kata Aji Santoso kepada Jawa Pos.

Prestasi terbaik Aji di Liga 1 diraih pada musim 2019. Saat itu dia membawa Green Force menjadi runner-up. ’’Sekarang saya memulai kompetisi dari awal sampai kontrak saya berakhir pada Mei 2024. Semoga saya bisa mengukir sejarah sebagai pemain dan pelatih yang membawa Persebaya juara di akhir musim,’’ harapnya.

Tapi, Aji tahu bahwa itu bukan tugas mudah. Dia menyebut beberapa klub siap menjegal ambisinya. ’’Persija, Persib Bandung, Borneo FC, dan Bali United saya kira jadi tim yang bisa bersaing di papan atas. Mereka juga menargetkan juara musim ini,’’ tegasnya.

Tugas semakin berat karena ada sistem final four untuk penentuan juara. ’’Ini pertama kalinya sistem kompetisi penuh ada final four. Karena sudah jadi keputusan federasi, saya yakin itu yang terbaik. Kami akan berusaha maksimal,’’ jelas mantan pelatih Persela Lamongan itu.

Persik Kediri juga sama. Macan Putih punya target tinggi. ’’Ketika saya bicara tentang mimpi, saya pasti mau menjadi yang terbaik. Tapi, realitasnya tentu berat. Rasanya musim ini kami akan berjuang untuk top five. Itu yang saya mau sebagai pelatih,’’ kata pelatih Persik Marcelo Rospide.

Kapten Persik Arthur Irawan setuju. Dia ingin Macan Putih maksimal musim ini. ’’Setidaknya musim ini kami harus bisa finis lebih baik dibanding musim lalu,’’ kata bek 30 tahun tersebut. Musim lalu Persik finis di posisi ke-11. Tentu saja target itu tidak akan berjalan mudah.

Tantangan sudah akan dimulai sejak pekan pertama kontra Borneo FC (3/7). Bagi pelatih asal Brasil itu, laga pertama akan menjadi kunci. ’’Kami harus benar-benar fokus. Karena (hasil) laga perdana sangat penting untuk melewati laga-laga selanjutnya. Kami respek dengan lawan, tapi target kami adalah untuk menang,’’ tegas Marcelo.

Di sisi lain, Madura United tidak mau muluk-muluk. Laskar Sape Kerrap tidak ingin inkonsistensi musim lalu terulang. Ada di papan atas pada putaran pertama, lalu terpuruk di paro kedua. ’’Target kami musim ini adalah bagaimana bisa konsisten di papan atas,’’ ungkap Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Annisa Zhafarina.

Bagaimana dengan Arema FC? Mereka jadi salah satu tim yang paling lama melakukan persiapan. Pihak manajemen Singo Edan memercayakan kepada duet legenda: Joko Susilo dan I Putu Gede. ’’Di antara jajaran tim pelatih, memang sengaja ada porsi besar-besar yang ditempati oleh legenda Arema FC. Karena kami tahu tidak boleh ada semangat yang terputus dari perjalanan tim Singo Edan,’’ jelas Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas.

Sementara itu, PSS Sleman lebih realistis. Super Elang Jawa tidak berani sesumbar. Apalagi, musim lalu mereka seharusnya sudah terdegradasi ke Liga 2. Karena itu, target musim ini tidak terlalu tinggi. ’’Target kami tentu lebih baik, yakni finis 10 besar. Kalau terpeleset sampai runner-up atau juara, itu target yang lebih baik,’’ kata Direktur Operasional PT PSS Rumadi.

Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco juga menyambut baik hadirnya format baru di Liga 1. Menurut dia, kompetisi akan makin menarik dengan format baru tersebut. Hal itu ditambah dengan diperbolehkannya lagi suporter memberikan dukungan. Teco menilai, kehadiran suporter akan membuat kualitas pertandingan makin bagus. ’’Sekarang tim-tim minimal masuk ke empat besar dulu. Semifinal dan final nanti pasti makin menarik,’’ ujarnya. (fiq/gus/rid/c17/bas)

Yang Baru di Liga 1 2023–2024

- Penerapan papan LED.

- Format kompetisi regular series dan championship serie.

- Enam pemain asing. Perinciannya, lima pemain asing asal negara mana saja plus satu pemain asal Asia Tenggara.

- Klub-klub diminta memenuhi aspek profesionalisme dengan wajib mengikuti National Club Licensing Cycle 2024. Klub yang gagal meraih lisensi akan berdampak terhadap jumlah kontribusi komersial.

- VAR yang akan dimulai pada Februari 2024.

EDITOR: Dhimas Ginanjar