JawaPos.com - Perjalanan Sergio Ramos bersama CF Monterrey akhirnya mencapai garis akhir. Rayados harus tersingkir di semifinal Liga MX, dan hasil tersebut sekaligus menutup kiprah bek legendaris asal Spanyol itu di Meksiko.
Meski berakhir tanpa trofi, Ramos memilih meninggalkan Monterrey dengan cara elegan: berpamitan secara terbuka dan penuh rasa hormat.
Kapten tim asuhan Domenec Torrent itu membagikan sebuah video di media sosial, di mana Ramos menyampaikan salam perpisahan kepada Meksiko dan kota Monterrey, yang telah menerimanya di Nuevo Leon.
Melansir MARCA, dalam pesannya, mantan kapten Real Madrid tersebut tak menutupi rasa kecewa karena gagal mencapai target utama bersama Rayados.
Dalam pernyataannya, Ramos mengakui kegagalan tersebut secara jujur.
"Pengalaman di Meksiko telah berakhir, hari ini kami mengucapkan selamat tinggal kepada Monterrey. Beberapa hari terasa sedikit nostalgia karena kami datang dengan antusiasme yang besar, bersemangat untuk sukses,” ungkap Ramos.
“Tetapi tidak berhasil, kami belum mampu mencapai tujuan, namun saya membawa pengalaman indah dari negara yang menawan, orang-orang yang telah memperlakukan saya dengan sangat baik, sebuah klub yang menurut saya memiliki proyeksi yang sangat besar untuk masa depan.”
“Dan bahwa, yah, hidup terus berjalan dan saya ingin berterima kasih kepada seluruh negeri atas kasih sayang dan rasa hormat yang telah mereka tunjukkan kepada saya dalam setiap detailnya."
Ucapan terima kasih juga ia tujukan secara khusus kepada para pendukung Rayados, yang menurutnya selalu memberikan dukungan sejak hari pertama.
"Dan yang terpenting juga untuk para penggemar kami, yang sejak hari pertama saya tiba, saya merasa didukung, saya merasa dicintai, dan terima kasih kepada mereka semua karena telah membela lambang itu dengan semangat yang sama, dengan tetap bersatu. Saya selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian dan terima kasih Meksiko. Hidup Meksiko!"
Kegagalan meraih gelar memang menjadi penutup yang pahit bagi Ramos. Ia sendiri sebelumnya telah mengakui situasi tersebut dengan lugas:
"Saya ingin sukses, tetapi itu tidak mungkin". Kalimat itu seolah merangkum petualangannya bersama Monterrey, yang penuh harapan tetapi berakhir tanpa pencapaian besar.
Lalu, mengapa Sergio Ramos tidak bertahan di CF Monterrey? Meski sempat ada pembicaraan antara kedua pihak, direktur olahraga klub, Jose Antonio Noriega, mengonfirmasi bahwa negosiasi tidak mencapai kesepakatan.
Ramos sendiri telah menegaskan usai tersingkir dari Toluca bahwa laga tersebut adalah penampilan terakhirnya di Meksiko.
Perbedaan durasi kontrak disebut menjadi faktor utama, di mana Ramos menginginkan kontrak satu tahun, sementara manajemen hanya menawarkan enam bulan.
Kini, pertanyaan besar berikutnya adalah ke mana langkah Ramos selanjutnya. Selama setahun terakhir, namanya kerap dikaitkan dengan MLS, terutama San Diego FC dan Inter Miami milik Lionel Messi.
Namun, peluang untuk kembali ke Eropa juga terbuka. Cadena SER bahkan melaporkan ketertarikan Manchester United untuk memboyongnya ke Old Trafford pada bursa transfer musim dingin.
Selain itu, Real Madrid, Juventus, dan beberapa klub Eropa lain juga disebut-sebut memantau situasinya. Dalam beberapa minggu ke depan, masa depan Sergio Ramos dipastikan akan menjadi salah satu topik panas di bursa transfer.
Yang jelas, Monterrey kini telah menjadi bagian dari perjalanan panjang kariernya, sebuah bab singkat yang ditutup dengan rasa hormat dan perpisahan yang berkelas.