← Beranda

Sepuluh Kisah Kegagalan Transfer Paling Mengejutkan Sepanjang Sejarah Sepak Bola, Salah Satunya Marc Guehi Batal ke Liverpool!

Bramasta JPKamis, 4 September 2025 | 02.11 WIB
Marc Guehi bertahan di Crystal Palace meski kontraknya tersisa satu tahun. (Dok. Sky Sports)

JawaPos.com – Kegagalan transfer superstar merupakan hal yang sering terjadi di dunia sepak bola. Alasannya beragam, mulai dari gagal tes kesehatan, dokumen-dokumen sang bintang yang tidak diserahkan tepat waktu, hingga pembajakan dari klub lain.

Tercatat ada beberapa bintang yang secara mengejutkan batal gabung dengan tim barunya walau hanya selangkah lagi berseragam baru. Berikut 10 kisah kegagalan transfer paling mengejutkan sepanjang sejarah sepak bola.

10. George Boyd – Nottingham Forest (2013)

Rencana kepindahan Boyd ke Nottingham Forest pada musim dingin bulan Februari 2013 silam akhirnya gagal. Sejatinya, Forest telah menyetujui kesepakatan dengan klub induk Boyd, Peterborough. Tetapi, kepindahan tersebut tidak dilanjutkan karena hasil tes medis bagian mata dianggap kurang meyakinkan. Kesepakatan pun dibatalkan secara sepihak. Walau begitu, sang pemain sempat mencicipi enam pertandingan dengan jersey The Tricky Trees pada 2010 sebagai pemain pinjaman.

 

9. Loic Remy – Liverpool (2014)

Contoh lain kegagalan transfer yang diakibatkan tes medis adalah Loic Remy. Striker yang dianggap memiliki bakat besar ini sempat dikaitkan dengan The Reds pada 2014 silam. Sebenarnya Liverpool telah memproyeksikan Remy sebagai pengganti Luis Suarez yang saat itu memilih hengkang ke Barcelona, tetapi kesepakatan ini gagal total setelah Liverpool menemukan masalah jantung pada tes medis striker asal Prancis ini.

8. Daniel James – Leeds United (2019)

Meski Daniel James akhirnya merapat ke Stadion Elland Road pada 2021 lalu, pemain berkebangsaan Wales ini sempat dikabarkan selangkah lagi untuk berseragam The Peacocks pada musim dingin 2019.

Winger yang kini berusia 27 tahun ini bahkan sudah lulus pemeriksaan medis sebelum Swansea membatalkan kesepakatan kepindahannya di detik-detik terakhir. The Swans dikabarkan tidak senang dengan perjanjian pembayaran Leeds sehingga memutuskan membatalkan secara sepihak.

Akhirnya pemain lulusan akademi Hull City ini bertahan setengah musim lagi di Stadion Liberty, sebelum bergabung dengan rival Leeds, yaitu Manchester United, pada musim bursa transfer musim panas 2019.

7. John Obi Mikel – Manchester United (2005)

Pada April 2005 silam, Manchester United mengumumkan bahwa mereka telah resmi merekrut John Obi Mikel dari Lyn, salah satu klub Liga Norwegia dengan mahar pra-kontrak senilai GBP 4 juta. Namun, sang agen justru memilih Chelsea dan mengklaim bahwa The Blues juga mencapai kesepakatan untuk merekrut wonderkid Nigeria ini.

Akibat konflik ini, gelandang bertahan itu harus melewatkan tahun 2005 dengan tidak bermain sepak bola. Akhirnya, pada musim 2006/2007, The Blues menebusnya dengan harga fantastis: GBP16 juta. Setan Merah pun gigit jari.

Pemain Nigeria ini kemudian menjadi salah satu pemain kunci selama 10 tahun bersama Chelsea. Ia hengkang dari klub London barat ini pada 2017 untuk bergabung dengan Tianjin Jinmen Tiger, klub legendaris asal Liga Super Tiongkok.

6. Zlatan Ibrahimovic – Arsenal (2000)

Ibrahimovic menunjukkan talenta tebaiknya saat usianya masih 17 tahun dalam balutan seragam Malmo FF. Striker Swedia ini kemudian diminati oleh pelatih Arsenal saat itu, Arsene Wenger, pada tahun 2000.

Pelatih Prancis itu menawarkan Ibrahimovic untuk melakukan trial terlebih dahulu sambil menyiapkan jersey nomor punggung sembilan sebagai iming-iming, namun penyerang jangkung itu menolak. Ia ingin langsung menandatangani kontrak dan masuk ke tim senior The Gunners yang saat itu bertabur bintang-bintang seperti Thierry Henry, Dennis Bergkamp, dan Nwankwo Kanu.

Singkat cerita, Ibrahimovic justru mendarat ke Eredivisi untuk bermain bersama raksasa Liga Belanda, Ajax, selama empat musim. Dari 74 laga, pemain kelahiran Malmo ini mencatatkan 35 gol.

5. Emmanuel Adebayor – Aston Villa (2015)

 

Pada 2015 silam, pemain Tottenham Hotspur ini sesungguhnya telah menjalani tes medis, dan hasilnya lolos. Tetapi, Adebayor mengaku berpikir ulang tentang kepindahannya karena mendapat bisikan lewat mimpi dari ‘kekuatan yang lebih tinggi’ bahwa keputusan transfer ini adalah suatu kesalahan. Aston Villa yang berencana menjadikan sang striker sebagai ujung tombak utama pengganti Christian Benteke pun akhirnya gagal meminang.

The Rest is Football Podcast membocorkan bahwa Adebayor sudah menandatangani semua berkas kepindahannya, pun melakukan foto dengan jersey Aston Villa yang akan dipakainya. Pada musim dingin 2016, ia memutuskan pindah ke Crystal Palace dengan status bebas transfer karena kontraknya tidak diperpanjang Spurs.

4. Marc Guehi – Liverpool (2025)

Tak diragukan lagi, batalnya kepindahan Marc Guehi menuju Anfield adalah kegagalan transfer terbesar yang terjadi di bursa musim panas 2025 ini. Dengan sisa kontrak satu tahun bersama The Eagles, tim yang bermarkas di Stadion Selhurst Park ini sebenarnya sudah menyetujui untuk menjual kaptennya ke Liverpool seharga GBP35 juta. Dengan syarat: tim asuhan Oliver Glasner ini mendapatkan penggantinya terlebih dahulu.

Semuanya tampak telah dirampungkan oleh pihak Liverpool dan Guehi, kepindahan pun tinggal diumumkan secara resmi. Bahkan, sempat bocor rekaman video Guehi membuat konten perpisahan dengan The Eagles yang tersebar di seluruh jagat maya. Sayang seribu sayang, transfer ini gagal begitu saja lantaran Palace tidak berhasil merekrut bek tengah pengganti sebelum batas waktu transfer habis pada 2 September silam.

3. Ronaldinho – Manchester United (2003)

Ronaldinho kala itu menjadi bintang sepak bola yang sangat diincar oleh klub-klub papan atas Liga Inggris. Ia sempat hampir bergabung dengan Manchester United pada 2003 silam, saat tim asuhan Sir Alex Ferguson mencari kandidat favorit pengganti David Beckham yang didepak ke Real Madrid.

Namun, Barcelona berhasil membajak Ronaldinho dari minat United dengan alasan: cuaca dan iklim di Spanyol lebih baik daripada Inggris. Selain itu, gaya hidup di Catalunya bisa sangat menunjang penampilan pemain berjulukan O Bruxo ini.

2. Robert Lewandowski – Blackburn (2010)

Hingga hari ini, momen kegagalan transfer striker paling tajam seantero Eropa ini menjadi salah satu momen ‘what if’ terbesar dalam sepak bola. Pada tahun 2010 silam, Robert Lewandowski hampir bergabung dengan tim bersejarah Liga Inggris, Blackburn Rovers, dengan mahar GBP7 juta. Sayang, kesepakatan itu digagalkan oleh bencana alam gunung berapi Islandia.

Awan abu pekat di atas langit Eropa utara membuat Lewandowski membatalkan penerbangannya ke tanah Inggris untuk menyelesaikan pemeriksaan medisnya. Kesepakatan tersebut pun kemudian dibatalkan. Kegagalan tersebut membawa Lewandowski pada Borussia Dortmund dari Lech Poznan, klub yang membesarkan namanya kala itu. 

1. David de Gea – Real Madrid (2015)

Masih di dekade yang sama, jagat maya tiba-tiba diramaikan dengan kegagalan transfer De Gea dari Manchester United menuju Real Madrid pada musim panas 2015. Sebenarnya, United dan Los Blancos sudah mencapai kesepakatan tentang kepindahan kiper setinggi 192 cm tersebut di hari terakhir bursa transfer. Namun, kepindahannya gagal di tahap akhir karena dokumennya tidak diserahkan tepat waktu.

Kedua klub saling menyalahkan hingga terjadi perdebatan panas antar penggemar, tetapi De Gea tetap bersikap profesional dan akhirnya bertahan di Old Trafford selama delapan tahun berikutnya. Salah satu penjaga gawang terbaik di dunia ini meninggalkan kota Manchester pada 2023. Ia sempat tidak memiliki klub sekitar satu tahun lamanya sebelum Fiorentina menawarinya kontrak.

 

EDITOR: Hendra