← Beranda

10 Penyerang dengan Rasio Gol per Pertandingan Terbaik Sepanjang Abad ke-21: Erling Haaland Masih di Atas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

Bramasta JPRabu, 3 September 2025 | 17.10 WIB
Pemain yang menduduki puncak klasemen sementara top skor Liga Inggris, Erling Haaland (Instagram)

JawaPos.com – Sepak bola modern kini telah mengikutsertakan berbagai faktor ke dalam permainan, terutama perbandingan dari sisi penyerang yang tak lagi dinilai dari angka dalam kontribusi statistiknya.

Ada penilaian muncul tentang penyerang yang harus memiliki peluang mencetak gol yang tinggi. Muncul juga anggapan penyerang harus membantu bertahan dengan menekan bek-bek lawan, dan seorang penyerang juga perlu memiliki atribut umpan yang baik.

Tetapi sejatinya penyerang hanya akan dinilai dan dibandingkan oleh mata penikmat sepak bola dari perolehan statistiknya, yaitu gol. Namun, ini bukan hanya tentang seberapa banyak seorang penyerang mencetak gol.

Daftar kali ini menunjukkan frekuensi para penyerang tajam dunia mengkonversi menjadi sebuah gol. Lagipula, penilaian 50 gol dalam 100 pertandingan jauh lebih baik daripada 50 gol dalam 500 pertandingan.

PopFoot telah merangkum sepuluh penyerang kelas dunia dengan rasio gol per pertandingan terbaik sepanjang abad ke-21:

10. Zlatan Ibrahimovic (0.58 gol per pertandingan)

Tak perlu diragukan lagi ketajaman pemain berjuluk 'Ibracadabra' ini dalam mencetak gol.

Malang melintang di tim-tim papan atas Eropa dan bermain di liga terbaik Benua Biru telah tersaji sepanjang karier striker jangkung ini.

Pernah berseragam Ajax, Juventus, Barcelona, ​​Manchester United, Paris Saint-Germain, hingga dua klub dari kota Milan, striker ikonik internasional Swedia ini mengakhiri perjalanan di lapangan hijau dengan 567 gol dalam 980 penampilan secara keseluruhan.

Total 32 trofi berhasil ia raih sepanjang kariernya dari berbagai tim papan atas yang menjadikannya salah satu nama paling berprestasi dalam olahraga ini.

9. Luis Suarez (0.59 gol per pertandingan)

Kini berkarier di Liga Utama Amerika Serikat (MLS) berseragam Inter Miami, El Pistolero tak kehilangan sentuhannya sebagai mesin gol yang sangat tajam ketika menghadap depan gawang lawan-lawannya.

Secara keseluruhan Suarez telah bermain 1014 pertandingan sepak bola dengan catatan 595 gol memberikannya rasio gol per pertandingan yang solid sebesar 0,59. Konsistensi telah menjadi kunci yang membuatnya dianggap sebagai salah satu striker terbaik di eranya.

Suarez sudah dua kali mendapatkan penghargaan Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak seantero Eropa, ketika berseragam Liverpool pada musim 2013/2014 dan bersama Barcelona 2015/2016.

8. Ruud van Nistelrooy (0.60 gol per pertandingan)

Ruud van Nistelrooy adalah perwujudan nyata dari sosok striker nomor sembilan klasik yang sangat mematikan di kotak penalti dan sangat jarang beroperasi membuka ruang ke posisi lain di lapangan.

Tampil menawan saat berseragam Manchester United maupun Real Madrid, pesepak bola berkebangsaan Belanda ini tahu bagaimana cara harus mencetak gol dengan mudah, tetapi luar biasanya, ia hanya pernah memenangkan topskor Liga Inggris hanya sekali.

Total 236 gol telah ia ceploskan ke gawang lawan-lawannya dari 391 penampilan di seluruh kompetisi yang membuat rasio gol per pertandingannya mencapai 0.60.

7. Neymar (0.60 gol per pertandingan)

Sama seperti van Nistelrooy, Neymar juga mencatatkan rasio gol per pertandingannya mencapai 0.60. Tetapi kedua pemain ini berbeda posisi dengan pemain asal Brasil ini berposisi sebagai winger buka ujung tombak utama.

Angka dan statistik ini menunjukkan betapa klinis dan tajamnya Neymar sebagai pencetak gol meski posisinya bukan penyerang nomor sembilan. 443 gol telah ia ciptakan dari 738 perjalanannya di lapangan hijau yang diwarnai dengan kehancuran reputasinya saat ini.

Cedera ACL yang menghantui kariernya baru-baru ini menjadi penyebab utama kerusakan karier Neymar yang hanya bermain tujuh laga dari satu setengah tahun membela Al Hilal, raksasa Liga Pro Saudi. Kini ia membela klub masa kecilnya, Santos.

6. Harry Kane (0.65 gol per pertandingan)

Angka tak bisa membungkam kualitas yang ditampilkan Harry Kane selama menunjukkan aksi-aksinya dalam mencatatkan gol, ia juga bisa dibilang sebagai striker murni terhebat di dunia saat ini.

Kapten timnas Inggris ini hampir menutup rekor gol Liga Inggris dengan manis, tetapi hasratnya untuk memenangkan trofi lebih besar, yang membuatnya kepindahannya dari London ke Munchen menjadi topik utama dua musim lalu.

Dengan ketajamannya, tidak mengherankan melihatnya menembus 10 besar dalam daftar ini. Dari bermain untuk Leyton Orient hingga Bayern Munchen saat ini Kane berhasil menyarangkan gol 460 kali dari 706 laga yang telah ia jalani di level klub dan internasional.

5. Robert Lewandowski (0.71 gol per pertandingan)

Julukan ‘LewanGOALski’ akan selalu diingat semua pencinta bola saat Thomas Muller menunjukkan kekagumannya tentang ketajaman mantan rekannya saat bersama-sama membawa Bayern Munchen berjaya.

Striker ikonik berpaspor Polandia ini sama seperti rekor milik Luis Suarez dengan catatan dua Sepatu Emas setelah menjadi pencetak gol terbanyak di Eropa dua musim beruntun 2020/2021 dan 2021/2022.

Rasio yang ia catatkan bahkan mencapai 0.71 untuk menembus lima besar. Di usianya yang sudah menginjak 37 tahun, Lewandowski telah tampil 994 laga di lapangan dengan sumbangan 670 gol.

4. Kylian Mbappe (0.73 gol per pertandingan)

Menjadi Rising Star saat usianya masih 19 tahun dengan membawa timnas Prancis menjuarai Piala Dunia pada tahun 2018 silam. Kini striker kelahiran Paris ini menjelma menjadi yang terbaik di dunia untuk saat ini.

Di tahun debutnya berseragam Real Madrid, ia langsung membuktikan ketajamannya dengan menjadi topskor seantero Eropa dengan sumbangan 44 golnya meski gagal mempersembahkan trofi untuk Los Blancos.

Bahkan rasio golnya sudah menyamai milik Cristiano Ronaldo di peringkat ketiga dengan 0.73 gol per pertandingan. Total 380 gol telah ia bukukan dari 520 penampilannya di level internasional dan klub.

3. Cristiano Ronaldo (0.73 gol per pertandingan)

Ambisi menjadi pemain pertama di dunia yang mencetak 1000 gol kemungkinan besar masih menjadi target individu CR7 untuk kariernya yang memasuki senja saat ini. Tampil bersama Al Nassr selama dua musim, Ronaldo hanya mampu mempersembahkan satu gelar saja.

Tetapi penampilan individunya terlihat tak menurun sama sekali meski usianya memasuki 40 tahun. Kini pemain timnas Portugal yang ikonik dengan nomor punggung 7 ini menyisakan 70 gol lagi untuk mencatatkan rekor menawan tersebut.

Memiliki rasio 0.73 gol per pertandingan, Ronaldo sudah mencatatkan 930 gol dari 1259 penampilannya sejak debut bersama tim senior Sporting Lisbon pada musim 2002/2003 silam sebelum menunjukkan aura bintangnya kepada seluruh pencinta sepak bola dunia.

Baca Juga: Ingin Coba Pasang Aromaterapi? Kenali Fakta dan Risikonya Terlebih Dahulu

2. Lionel Messi (0.78 gol per pertandingan)

Meski jumlah golnya tak sebanyak rival beratnya, Ronaldo, tetapi rasio gol La Pulga lebih tinggi diangka 0.78 gol per pertandingan. Bukan berposisi sebagai striker nomor sembilan, tetapi ketajamannya juga tak usah diragukan lagi.

875 gol telah ia sarangkan ke jala gawang lawan dari 1117 pertandingan yang membuat namanya kini diagungkan menjadi ‘Pesepak Bola Terbaik Sepanjang Masa’ dengan berbagai prestasi untuk tim dan individu yang telah ia torehkan.

Pemenang Ballon d’Or delapan kali ini masih aktif bermain bersama Inter Miami meski usianya sudah 38 tahun. Messi masih memiliki peluang untuk menambah rekor individu serta prestasi untuk klub dan negara sebelum memutuskan gantung sepatu dari olahraga ini.

1. Erling Haaland (0.82 gol per pertandingan)

Tak mengejutkan bahwa Haaland mampu mengungguli Messi dan Ronaldo dalam hal rasio gol per pertandingan yang mencapai 0.82 di usianya yang masih 25 tahun. Ketajaman serta keklinisannya di depan gawang sudah menjawab semuanya.

Striker asal Norwegia ini pernah menggegerkan dunia saat berhasil mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan bersama timnas kelompok umur negaranya pada gelaran Piala Dunia U-20 pada 2019 lalu.

Pemain jangkung setinggi 194 cm ini berhasil mencatatkan 303 gol dari 372 penampilannya dan ini berpotensi untuk terus bertambah, mengingat Pep Guardiola akan menunjukkan arah terbaiknya saat berseragam Manchester City.

EDITOR: Banu Adikara