JawaPos.com - Pencetak gol terbanyak Timnas Brasil hingga saat ini, Neymar Jr, merupakan salah satu pemain terbaik di generasinya yang tak terbantahkan. Skill mengolah bola, kecepatan menyisir sisi lapangan, umpan-umpan menawan, dan jiwa pembunuh di depan gawang lawan tak akan luntur sampai sekarang.
Kehebatan Neymar tidak akan yang bisa ditandingi pemain Timnas Brasil lain hingga sepak bola modern saat ini. Yang bisa mengalahkan Neymar adalah dirinya sendiri, karena ia cenderung selalu terjebak dalam 'air panas' yang diciptakan sendiri dari emosi dan egonya sebagai seorang bintang.
Neymar pernah bermasalah dengan berbagai pilar sepak bola, seperti mantan superstar Paris Saint-Germain dan Manchester United, bahkan legenda Timnas Brasil yang pernah menjalin hubungan baik dengan Neymar selama bertahun-tahun, namun malah menjadi dendam.
Menyadur dari Planet Football, berikut enam nama pesepak bola bintang dunia yang pernah berselisih dengan Neymar.
Kylian Mbappe
Mbappe dan Neymar menjalin ikatan erat selama tahun-tahun awal ketika mereka bermain bersama di Paris Saint-Germain, namun bukan rahasia lagi bahwa hubungan mereka menjadi sedikit bersitegang menjelang perpisahan di pengujung karier mereka bersama PSG.
Ketika Lionel Messi bergabung dengan PSG bersama kedua mega bintang tersebut, perilaku Mbappe di sekitar Neymar tampak berubah karena ketiganya kesulitan menemukan keseimbangan tim dan performa terbaik dari masing-masing.
“Saya punya kenangan bersamanya, kami sedikit terlibat pertengkaran, tapi dia sangat penting bagi kami ketika dia tiba (di klub),” kata Neymar kepada Romario dalam wawancara beberapa waktu lalu.
“Saya biasa memanggilnya Anak Emas. Saya selalu bermain dengannya, mengatakan dia akan menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Saya selalu membantu dan berbicara dengannya. Dia datang ke tempat saya, dan kami makan malam bersama," ujarnya.
“Kami memiliki hubungan yang baik selama bertahun-tahun, tetapi setelah Messi datang, dia sedikit cemburu. Dia tidak ingin memisahkanku dengan siapa pun (Messi). Lalu, terjadilah sedikit pertikaian dan perubahan perilaku," ungkapnya.
“Memiliki ego itu bagus, tetapi Anda harus tahu bahwa Anda tidak bermain sendirian,” pungkas punggawa Al Hilal itu.
Rivaldo
Neymar dan Rivaldo baru-baru ini terlibat perang kata-kata setelah bintang Al-Hilal tersebut mengklaim bahwa dia bisa menggantikan posisi penyerang legendaris tersebut di tim ikonik Brasil yang sukses menjuarai Piala Dunia 2002.
Rivaldo tidak menganggap komentar Neymar sebagai candaan dan ia langsung membalas dengan tanggapannya sendiri di media sosial.
“Saya mendengar Neymar mengatakan bahwa di masa jayanya, dia bisa bermain menggantikan saya di Piala Dunia 2002,” kata Rivaldo melalui Instagram.
“Sejujurnya, saya mengakui bakat dan kualitasnya, dan saya bahkan yakin dia bisa berada di tim itu, namun bermain di tempat saya akan menjadi cerita yang berbeda. Dengan segala rasa hormat dan kekaguman yang saya miliki terhadapnya, saya dapat mengatakan bahwa hal itu tidak akan terjadi."
“Saat itu, saya sangat fokus, bertekad, dan lapar untuk memenangkan gelar juara dunia sehingga tidak seorang pun, betapapun bagusnya mereka di puncak karier, dapat menggantikan saya.”
Nelson Semedo
Sesaat sebelum transfer megah Neymar ke PSG, ia sempat terlibat perselisihan dengan Nelson Semedo yang baru saja bergabung dengan Barcelona dalam sesi latihan.
Kericuhan terjadi setelah Semedo mencoba menjegal Neymar dengan tensi mencederai, yang kemudian sangat dipermasalahkan oleh pemain Brasil itu. Untungnya, pemain-pemain senior Blaugrana seperti Javier Mascherano dan Sergio Busquets mampu memisahkan dan memecah pertengkaran tersebut.
“Saat itu saya benar-benar kesal. Saya baru saja tiba di klub dan salah satu pemain terpenting sedang bertengkar dengan saya, dan pada saat itu saya tidak tahu dia ingin pergi. Dia berada dalam momen yang sulit,” kata Semedo kepada salah satu surat kabar dari negaranya Portugal Mais Futebol.
“Insiden itu tidak membuat saya takut dan mundur. Hal tersebut sering terjadi dalam sesi latihan dan saya mendapat dukungan penuh dari rekan satu tim lain dan teman-teman saya saat itu.”
Edinson Cavani
Selama musim pertama Neymar di PSG, ia terlibat dalam beberapa drama dengan sang ujung tombak klub asal Liga Prancis tersebut, Edinson Cavani, yang dikenal sebagai eksekutor pertama penendang penalti yang dipercaya oleh pelatih.
Ketegangan di antara keduanya tampaknya memuncak setelah Neymar tidak diberi kesempatan untuk mengambil penalti melawan Lyon di ajang liga yang akhirnya gagal dieksekusi oleh Cavani saat itu.
Meskipun tampaknya ada sedikit ketegangan di antara keduanya saat itu, Neymar mengklaim bahwa cerita tersebut dibuat agar terdengar dramatis dari yang sebenarnya.
“Itu dibuat agar terdengar lebih besar dari yang sebenarnya. Tentu saja ada ketegangan dan perselisihan dengan Cavani, tapi kami menyelesaikan perselisihan tersebut dengan cepat. Tiga hari setelah kejadian itu, kami semua duduk dan berdiskusi,” kata Neymar kepada Altas Horas.
“Kami adalah dua pemain hebat, tapi kami juga manusia memiliki emosi dan ego. Kami harus menyelesaikan masalah pribadi.”
Gianluigi Donnarumma
Tersingkirnya PSG dari Liga Champions pada 2022 menjadi penyebab utama keretakan hubungan antara Neymar yang terlibat pertengkaran sengit dengan Gianluigi Donnarumma setelah pertandingan berakhir.
Setelah mengalahkan Real Madrid dengan tipis di leg pertama, raksasa Spanyol membalikkan keadaan di leg kedua dan memenangkan pertandingan dengan agregat 3-2. Fakta itu membuat ambisi Les Parisiens mengejar juara kembali gagal untuk kesekian kalinya.
Neymar disebut-sebut tidak puas dengan beberapa kesalahan dan penampilan Donnarumma dalam gol pembuka Real Madrid saat itu. Sementara sang kiper menyerang balik dengan mengkritik Neymar karena terlalu sering kehilangan penguasaan bola menjelang gol kedua Madrid.
Tetapi, Neymar sempat membantah adanya perselisihan dan drama dengan Donnarumma. Dia secara terbuka mendukung sang kiper yang menghadapi banyak kritikan saat itu karena penampilannya tidak sesuai ekspektasi.
Tiago Djalo
Neymar mendapat kartu kuning kedua diusir dari lapangan menyusul pertengkaran dengan Tiago Djalo, penggawa Lille, di lapangan saat berlaga di lanjutan Liga Prancis pada April 2021.
Pemain Brasil itu seperti kehilangan akal dan puncak emosinya terjadi menjelang akhir pertandingan. Ia mendorong Djalo hingga hampir terlibat adu jotos antara keduanya, yang membuat wasit mengeluarkannya dari pertandingan.
Perselisihan kemudian berlanjut setelah pertandingan saat keduanya kembali terlibat pertengkaran di terowongan menuju ruang ganti setelah PSG kalah 1-0 dari Lille.
“Di terowongan ruang ganti, dia mengatakan hal-hal yang saya abaikan. Dia bahkan melemparkan kenesio tape (selotip yang melilit pergelangan kaki pemain) ke wajah saya,” kata Tiago Djalo kepada A Bola.
"Apa yang dia katakan? Saya tidak tahu, tapi itu bukan perkataan yang baik. Itu adalah bagian dari permainan, tapi itulah yang kurang dari Neymar, dia tidak bisa mengendalikan emosinya, itulah sedikitnya tetapi saya menaruh lebih banyak rasa hormat kepadanya. Neymar perlu lebih dihormati.”