JawaPos.com - Seniman Andiek Eko setia dengan lukisan abstrak. Sejak 1990-anhingga kini, pria asli Sidoarjo itu terus menghasilkan karya lukis abstrak sarat makna. Salah satunya, lukisan yang dipajang di kantor PW NU Jawa Timur.
Diberi judul Surat Al-Mu’min: 67, karya lukis itu mengambil inspirasi dari tafsir ayat mengenai proses kejadian manusia. Terdapat enam rupa yang merupakan simbol manusia dalam beberapa posisi. Andiek menjelaskan, itu adalah penggambaran proses hidup manusia sejak lahir hingga meninggal.
Pada fase keempat, digambarkan sosok yang berdiri paling tegak dan tinggi. ’’Itu penggambaran manusia di usia 40 tahun, yakni masa puncak produktivitasnya,” tutur dia. Sementara itu, visual pada bagian atas terinspirasi dari ornamen-ornamen yang biasa terdapat di masjid.
Melalui lukisan tersebut, dia ingin penikmat seni bisa memaknai dan terinspirasi untuk mengevaluasi diri. Antara lain, apa saja yang sudah dilakukan hingga usianya kini, capaian yang telah diraih. ”Serta, selalu ingat bahwa umur seseorang bisa berakhir kapan saja,” jelas anggota Komunitas Perupa Delta itu.
Lukisan tersebut disiapkan untuk pameran di Sidoarjo akhir Januari. Ditambah satu lagi yang tengah digarap Andiek. Dia ingin menyoroti keadaan sosial politik. Khususnya terkait dengan pencegahan radikalisme. Andiek berencana membuat abstraksi objek untuk menggambarkan toleransi di dalamnya. ”Saya ingin menggambarkan perdamaian di antara perbedaan yang ada,” jelas anggota Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Jawa Timur itu.
Andiek menuturkan, inspirasi yang dirinya tuangkan ke dalam lukisan datang dari berbagai hal. Mulai keadaan sosial, budaya, hingga personal.