← Beranda

Sajak Nyoman Wirata: Sketsa Kota

Nyoman WirataSabtu, 13 Juli 2024 | 17.05 WIB
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

 

Sketsa Kota 

kaukira kotamu sebuah surga
            yang hangat
sesungguhnya
kampung para bisu
orang-orangnya pulang pergi
yang menetap suka begadang
memainkan kentrung
bisunya tersisa
di ujung lagu

jangan merasa malu
toh kalian tak sendiri
menanggung kutuk sejarah
sebab
tempat membuang orok
tempat kelahiran
para begundal
sundal
kelewang dirajah
            aksara luka
pemuja jiwa buta

kaukira orang-orang
yang kaupuja itu
pemilik kota
anggun serupa merak
suaranya halilintar
hatinya bisu
sengaja buta
melihat
pemerkosa
memutilasi
dan mengisap
            dari ubun-ubun
energinya hidup
sehingga
perempuan serupa terakota
patung torso
di lekuk anatominya
lelaki menjadi air
berbuih
menjilati mimpi lama
yang terputus
diguncang gempa tektonik

suatu ketika
kesombongan akan menjamu
hingga tega
sekalipun
membunuh seorang nabi 
yang bermukim di hati
namun
nabi dalam diri
tak akan pernah mati
akan membangun kota
dihuni orang-orang kalah
anak-anak bermata bintang
perempuan
       pemilik gairah laut
       tak bertepi
melabuhkan lelaki
penantang perang
    bersenjata angin
peluru bunga

 

2024

-

Sketsa Raja pada Sebuah Opera

 

sungguh mengagumkan
cara menjadi gembira
kuasa
memulas permata 
semula seperti mata;
         kosong
menjadi cahaya
          blue sapphire
pada mahkota raja tua
            gila dipuja

pemujanya itu gelombang hangat
di laut dangkal
tengadah
menjamu bintang-bintang
angin malam menerbangkan
             tembang
bulan dijadikan sekutu
sayapnya sayap kekupu
diwarnai sesuka hati

saat menjadi raja
mahkota menjelma berhala

 

2024

-

Sketsa Kelelawar

 

sayapnya ungu
darahnya biru
atau abu-abu,
          aku tak tahu

meniru tapa raja Subali
sungsang
menggantung di langit
dan
langit meleleh
oleh uap panas musim
bagai plastik tebal       
jarum waktu
adalah kelewang
menunggu kapan
menuju angka mati

dia
barangkali
mencari cara
bagaimana menuju
         mati
tanpa tubuh terasa dirobek
dan
dia
yang bermata juling
setiap malam mencuri
buah ranum di pohon
asam apalagi manis
        ditelan
cara paling kejam
menambah energi
saat berperang
melawan kesepian
dan
kesepian itu telanjang
seperti pisau dapur
tersimpan
di bawah bantal tidur
suatu saat bangkit
jadi musuh
musuh dalam selimut
hantu berlumut

 

2024

-

NYOMAN WIRATA

Kelahiran 1953 dan tinggal di Denpasar, Bali, sebagai pelukis. Menulis puisi dan prosa.

EDITOR: Ilham Safutra