← Beranda

Samsung Galaxy Watch 6 Classic: Desain Mewah, Hadirkan Sejumlah Fitur Baru

Rian AlfiantoSelasa, 10 Oktober 2023 | 11.02 WIB
Perangkat Samsung Galaxy Watch 6 Classic.

JawaPos.com - Untuk para penggemar wearable Samsung, pabrikan Korea Selatan (Korsel) ini meluncurkan lini smartwatch terbarunya beberapa waktu lalu yakni Galaxy Watch 6. Tercatat, ada dua model arloji pintar yang dirilis, yakni Galaxy Watch 6 dan Galaxy Watch 6 Classic.

Kedua model ini menghadirkan spesifikasi dan fitur yang hampir sama. Perbedaan antara keduanya terletak di bagian desain dan ukuran. Kendati demikian, kedua perangkat arloji pintar Samsung ini sama canggihnya dan layak dimiliki.

Soal smartwatch terbaru Samsung ini, JawaPos.com berkesempatan mencoba langsung. Kami menjajal Galaxy Watch 6 varian Classic. Galaxy Watch 6 Classic sendiri datang dengan dua model ukuran, yakni diameter 43 mm dan 47 mm. Model 43 mm memiliki ukuran layar 33,3 mm dan bobot 52 gram.
Sementara itu, model 47 mm dibekali layar 37,3 mm dengan berat 59 gram. Unit yang kami jajal kebetulan berukuran 43 mm. Berikut ulasan selengkapnya:

Desain Klasik

Desain otentik smartwatch Samsung Galaxy yang dulu dikenal dengan Galaxy Gear hadir di perangkat baru ini. Maksudnya adalah bezel atau tepian bingkai yang bisa diputar untuk kontrol navigasi. Wujud Galaxy Watch 6 Classic yang klasik dengan diameter lumayan besar langsung kami jumpai. Melihat perangkat ini benar-benar mengingatkan kami pada ke-khasan perangkat smartwatch Samsung terdahulu yang ikonik. Kami suka desain ini, kembalinya fitur bezel putar.

Seluruh paket penjualan Galaxy Watch 6 Series hadir dengan boks berwarna putih. Di balik tutup kemasannya, ada satu buah sub-box yang berisi kartu garansi, buku manual petunjuk penggunaan dan tak lupa perangkat charger. Di bagian belakang, ada informasi detail lainnya mengenai perangkat ini seperti negara asal pembuat, siapa yang mengimpor, beberapa fitur yang dibawa, dan dimensi perangkat ini.

Beda dengan paket penjualan smartphone, wearable Samsung ini untungnya masih dijual berikut perangkat pengisi dayanya. Untuk wujud perangkat juga sudah bisa dilihat di bagian kemasan yang menampilkan gambar Watch 6 Classic.

Seperti namanya, Galaxy Watch 6 Classic datang dengan desain yang benar-benar klasik. Disebut begitu karena smartwatch ini kembali menggunakan bingkai/bezel crown di sekeliling layar yang bisa diputar-putar. Desain seperti ini sebetulnya sudah lama dirindukan oleh para pengguna wearable Samsung khususnya smartwatch sejak dihilangkan kala penamaannya diganti jadi Galaxy Watch dari sebelumnya Galaxy Gear.

Samsung Galaxy Watch 6 Classic mengusung bahan stainless steel yang berbeda dengan versi reguler. Pada model Classic ini, kesan gagahnya dapet banget, lebih taft, laki banget. Lebih dari itu, fitur model Classic masih sama dengan versi reguler, misalnya baterai, teknologi fast charging, dan fitur ketahanan. Kemudian, baik Galaxy Watch 6 dan Galaxy Watch 6 Classic keduanya sama-sama fokus pada fitur kesehatan bagi pengguna, terutama pada kualitas tidur.

Bicara desain, tak banyak koreksi pada arloji pintar Samsung ini. Kami menyebutnya "klasik yang dirindukan". Itu tadi, pada varian Classic, kembalinya bezel putar pada smartwatch Samsung memang memberi kesan tersendiri pada penggemarnya. 

Perangkat Samsung Galaxy Watch 6 Classic.
Perangkat Samsung Galaxy Watch 6 Classic.

Hal ini menjadi pembeda dengan produk serupa di pasaran. Diantara perang fitur dan desain kekinian, hadirnya bentuk klasik bezel putar ini memberikan warna tersendiri sekaligus bisa menjadi identitas yang melekat bagi Samsung.

Desain strapnya juga mengalami improvement. Kalau pada Galaxy Watch 5 Series sebelumnya hadir dengan quick release yang membuat jam jadi tidak bisa 100 persen diluruskan, di Watch 6 Series ini kembali lagi seperti dulu, bisa dibuat lurus.

Hal ini memudahkan saat proses pengecasan menggunakan ekosistem wireless charging yang dimiliki Samsung. Sebelumnya menyulitkan karena desain quick release yang disebut sebagai strap D-Buckle di model terdahulu terasa kurang pas membuat jam ini jadi tidak bisa "rebahan" dan sulit dicas menggunakan wireless charging bertipe dock atau table.

Galaxy Watch 6 Classic ini terlihat lebih kokoh. Kenapa? Perangkat ini terlihat lebih tebal. Lebih gemuk. Di tangan, gadget ini juga terasa mantap, berat, tegas, kuat. Bicara desain, arloji pintar terbaru dari Samsung ini sebetulnya hadir dengan faktor bentuk yang tak berubah dari waktu ke waktu. Meski terkesan monoton, kenyataannya bentuk jam tangan memang begitu-begitu saja dari waktu ke waktu.

Spesifikasi Mumpuni

Galaxy Watch 6 Classic membawa banyak pembaruan. Untuk jeroan misalnya, Galaxy Watch 6 Classic ini hadir dengan chipset Exynos W930 (5 nm), CPU Dual-core 1.4 GHz Cortex-A55 dan GPU Mali-G68. Jeroannya dipadukan dengan RAM 2 GB dan media penyimpanan internalnya mencapai 12 GB. Dengan paduan memori demikian, ini membuat perangkat ini terasa cepat kinerjanya. Halus. Selain itu, penyimpanannya yang lega juga memungkinkan pengguna untuk menyimpan banyak file dan aplikasi pendukung lainnya.

Sementara dari sisi layar, Galaxy Watch 6 Classic ini membawa materai layar Super AMOLED. Untuk perlindungan, layarnya juga dilindungi oleh sapphire crystal dan stainless steel frame. Layarnya juga sudah mendukung Always On Display atau AOD.

Untuk daya tahan penggunaan, arloji pintar ini ditopang dengan baterai 425 mAh yang berdasarkan pengalaman kami kuat dipakai menemani aktivitas pengguna seharian (saat terkoneksi dengan smartphone). Selain itu, smartwatch ini juga mendukung kecepatan pengisian yang lebih ngebut dibanding model terdahulu.

Sementara untuk sistem operasi atau OS-nya, baik Galaxy Watch 6 Series semuanya sudah menjalankan Android Wear OS 4, One UI Watch 5. Sejak di Watch 4 yang lalu, Samsung memang sudah menggunakan OS ini dan beralih dari OS Tizen. Lebih smooth, OS di Galaxy Watch 6 Series kali ini juga ringan. Untuk navigasi berbagai fiturnya juga lebih mudah sehingga pengguna baru sekalipun akan cepat akrab dengan perangkat ini.

Kemudian, Galaxy Watch 6 Classic ini juga masih dilengkapi pula dengan sensor Samsung BioActive (Optical Heart Rate + Electrical Heart Signal + Bioelectrical Impedance Analysis), temperature sensor, accelerometer, barometer, gyro sensor, geomagnetic sensor, light sensor, thermometer (skin temperature) dan 3D Hall sensor. Lengkap.

Fitur Penunjang Kesehatan

Selain spesifikasi yang ditingkatkan, fitur di perangkat arloji cerdas baru Samsung ini juga ditingkatkan. Untuk fitur lainnya, smartwatch ini juga masih mendukung fitur Body Composition untuk mengatur target olahraga yang bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh, serta Realtime Recovery Tracking untuk mencatat waktu istirahat yang dibutuhkan setelah berolahraga.

Tidak hanya fitur berolahraga, Galaxy Watch 6 Classic ini juga makin advance sebagai asisten kesehatan pribadi. Fitur yang kami maksud adalah Sleep Monitor di Galaxy Watch 6, yang bisa digunakan untuk merekam kebiasaan dan kondisi tubuh saat tidur dan sangat komprehensif serta disajikan dengan informatif baik saat terkoneksi dengan smartphone maupun di Galaxy Watch ini saja.

Data yang tertangkap yaitu lama terlelap dan tahapan tidur, waktu tidur, kebiasaan mendengkur hingga suhu dan level oksigen tubuh. Seluruh data dikombinasikan dan disajikan lewat aplikasi Samsung Health yang kemudian diolah menjadi "skor tidur" atau Sleep Score.

Baca Juga: Samsung Kenalkan Ponsel Murah Galaxy A05s dan A05, Sebagus Apa Spesifikasinya?

Setelah digunakan selama tujuh hari, Samsung Galaxy 6 akan menugaskan "hewan tidur" yang kebiasaan tidurnya menyerupai pengguna. Bisa "singa" yang selalu tidur nyenyak melebihi 10 jam, atau "penguin" yang hanya bisa tertidur sekitar 4 jam setiap hari dan terputus-putus. Program tidur kemudian dirancang sesuai kebiasaan yang sudah terekam. Setiap program tidur berlangsung selama tiga pekan dengan fokus di "area" kebiasaan tidur yang dinilai butuh pengembangan.

Di Galaxy Watch 6, ada antarmuka khusus (watchface) yang spesial didesain untuk pelatihan tidur. Adapun, data yang tersedia di jam tangan adalah rata-rata lama waktu terlelap dan konsistensi waktu dan lama tidur. Jika membutuhkan informasi yang lebih lengkap, aplikasi di smartphone Samsung menyediakan data detail dan grafik termasuk berapa siklus tidur yang dilalui, berapa kali dan berapa lama terbangun, suhu tubuh selama tidur, kebiasaan mendengkur hingga perkiraan pemulihan mental dan fisik sebagai hasil tidur.

Perangkat Samsung Galaxy Watch 6 Classic.
Perangkat Samsung Galaxy Watch 6 Classic.

Sebagian informasi tidur juga bisa terekam lewat kombinasi jam pintar dan HP, termasuk suara mendengkur yang didapatkan lewat mikrofon ponsel. Galaxy Watch 6 juga bisa secara otomatis mengubah aplikasi di HP ke setelah senyap saat mendeteksi pemakainya sudah terlelap.

Kombinasi selain fitur kesehatan dan olah raga yang sangat lengkap, fitur lainnya yang mencuri perhatian di Galaxy Watch 6 Series ini dengan seri terbaru HP premium Samsung seperti Galaxy Flip 5 dan Galaxy Fold 5, adalah pengendali kamera dari jarak jauh atau Camera Controller.

Aplikasi Galaxy Watch 6 bisa digunakan untuk menyalakan kamera HP dari jarak jauh, mengatur zoom, menyetel timer, dan tentunya memotret. Fitur zoom bisa dikendalikan dengan natural menggunakan "roda" bezel yang kembali di Galaxy Watch 6 setelah menghilang di beberapa generasi terdahulu. Fitur navigasi di Galaxy Watch 6 juga lebih terintegrasi dengan aplikasi peta. Upaya melacak smartphone yang hilang kini tidak sebatas menunjukkan arah dan menyalakan suara keras, tetapi dengan sistem navigasi yang lebih akurat.

Kesimpulan

Dengan segala fiturnya yang ditingkatkan, Galaxy Watch 6 bisa digunakan tanpa putus, termasuk saat tidur. Dengan layar yang makin besar dan cerah, meskipun di bawah sinar terik matahari, baterainya juga awet dan tahan lama.

Daya tahan baterai Galaxy Watch 6 jauh lebih baik dibandingkan dengan model terdahulu, bahkan jika digunakan dengan fitur AOD menyala. Perangkat ini saat terkoneksi dengan smartphone juga bisa bertahan seharian lebih.

Jika baterai terkuras habis, waktu pengisiannya juga sangat cepat. Menurut Samsung, kecepatan pengisian baterai Galaxy Watch 6 adalah 1 menit untuk setiap jam penggunaan. Pengalaman kami, baterai arloji pintar ini bisa terisi penuh kurang dari setengah jam.

Semua kemampuan, fitur, kecanggihan dan daya tahan Galaxy Watch 6 Classic ini dibungkus dalam desain yang menurut kami tidak pernah salah. Di Indonesia, Samsung Galaxy Watch 6 tersedia dalam ukuran 40 mm seharga Rp 3.999.000 dan ukuran 44 mm seharga Rp 4.499.000.

Versi Galaxy Watch 6 Classic dengan bezel roda fisik hadir dalam ukuran 43 mm seharga Rp 5.499.000 dan 47 mm seharga Rp 5.999.000. Berdasarkan pengalaman kami, Samsung Galaxy Watch 6 Classic ini masih menjadi smartwatch premium terbaik di kelasnya, begitu juga dengan Watch 6 Series lainnya.

Kehadiran Wear OS membuat Galaxy Watch 6 bisa dengan mudah dipasangkan dengan HP Android lainnya dengan mudah. Namun, segala fitur dan teknologi Galaxy Watch 6 paling optimal saat digunakan bersama dengan smartphone Samsung lainnya. Kombinasi Galaxy Watch 6 dengan ekosistem Samsung ini membuatnya unggul dibandingkan dengan smartwatch merek pabrikan yang lini smartphonenya tidak sekuat Samsung.

EDITOR: Edy Pramana