JawaPos.com - Hari pertama pengoperasian jalan tol Malang-Pandaan (Mapan) langsung diwarnai kepadatan kendaraan. Kemarin siang, kendaraan yang hendak masuk ke Malang malah menumpuk di pertigaan Karanglo.
Berdasar catatan petugas piket tol, jumlah kendaraan yang masuk Malang lewat jalan tol opsional itu mencapai 3.499 mobil. Angka tersebut hanya dihitung sejak pukul 07.00 sampai pukul 15.00 (8 jam). Padahal, sore hingga malam masih ada ribuan kendaraan yang melintasi jalan tol tersebut.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, sekitar pukul 12.00, ribuan kendaraan keluar Malang melalui Jalan Raya Karanglo. Arus kendaraan tersebut bertemu dengan arus lain yang keluar dari jalan tol.
Kemacetan pun tak terelakkan. Untuk sampai di gerbang tol Polaman di Lawang, wartawan Jawa Pos ini membutuhkan waktu 2 jam. Sekitar pukul 14.00, tidak ada kemacetan di ruas Lawang-Singosari.
"Gerbang ini opsional. Jika kendaraan dari Surabaya tumpah, baru sebagian kami alihkan ke tol. Tadi pagi kami lakukan itu," jelas petugas pos pelayanan kepada tim Jawa Pos Radar Malang yang kemarin menjajal jalan tol tersebut.
Dari pintu masuk jalan tol di Kecamatan Lawang, terlihat pembangunan terus berjalan. Truk-truk proyek berlalu-lalang mengangkut material. Hamparan sawah di kanan dan kiri jalan tol menjadi pemandangan yang cukup menghibur. Hanya, jalan tol itu masih licin dan berdebu.
Di dalam jalan tol, sejumlah mobil terlihat melaju kencang dari arah Pandaan. Laju kendaraan-kendaraan itu berkisar 80 kilometer per jam. Padahal, sesuai dengan rambu-rambu yang dipasang Jasa Marga, kecepatan maksimal yang diizinkan hanya 40 kilometer per jam.
Ada pula pos pantau polisi dan pos pelayanan tol Mapan. Beberapa petugas medis dan Pramuka juga terlihat bersiaga. Namun, bertemunya dua jalur kendaraan di pintu keluar tol Karanglo membuat jalan utama macet. Sekitar pukul 15.00, kendaraan di jalan tersebut bergerak lambat.
Meski demikian, beberapa pengendara bersyukur karena tol opsional itu dibuka. Haidar Saleh Alhamid, pengendara asal Mergosono Kedungkandang, mengungkapkan, tol Mapan cukup nyaman dilewati. "Ini baru pertama. Cukup cepat lewat sini. Tapi, memang masih banyak pekerjaan yang belum selesai," ungkap pria yang baru mengunjungi adiknya di Bangil itu.
Staf PT Jasa Marga Indrawan Agustono yang memantau pos pelayanan menyatakan, meski jalan tol difungsikan secara opsional, pembangunan konstruksi terus berjalan. Karena itu, dia mengimbau pengguna jalan untuk taat aturan. ''Karena saking enaknya ya, kecepatan terpantau ada yang lebih dari 100 kilometer per jam. Hati-hati, ikuti rambunya,'' tegasnya.
Hingga Natal nanti, tol Mapan hanya dibuka satu jalur, yakni dari arah Pandaan menuju Malang. Selanjutnya, pada 26-27 Desember, yang dibuka adalah jalur sebaliknya, yakni dari arah Malang menuju Pandaan. Lalu, pada 28-31 Desember, jalur dari Pandaan menuju Malang difungsikan lagi.
"Kalau nanti ada peningkatan arus, pada 1-3 Januari kami buka jalur ini untuk arah Malang ke Pandaan," jelas Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Ipda Ahmad Taufik.