JawaPos.com - Rakornas Persaudaraan alumni 212 (PA 212) telah menghasilkan beberapa rekomendasi penting. Di antaranya pembentukan koalisi umat. Usulan itu pun banyak dikritisi oleh parpol pendukung pemerintah.
Salah satunya Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. Dia mengaku tak mempermasalahkan jika nantinya akan ada parpol yang membentuk dengan berdasar sentimen agama. Kendati demikian, dirinya pun tetap mengkritik terkait pembentukan koalisi itu.
"Kita juga nanti akan menjelaskan juga, bahwa yang tidak berada di koalisi itu, tidak berarti tidak mewakili umat kan?," kata Arsul di Gedung DPR RI, Senin (5/6).
Arsul berpendapat, pada dasarnya, saat ini banyak pula pemilih parpol nasionalis yang berlatar berlakang Islam. Sehingga pembentukan koalisi umat tidak melulu merepresentasikan umat secara keseluruhan.
"Kalau itu diklaim satu-satunya representasi umat nggak pas," tuturnya.
Pembentukan koalisi umat, kata Arsul, tidak membuatnya khawatir dengan suara dari umat Islam kepada Joko Widodo (Jokowi) di pilpres 2019 mendatang. Baginya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun memiliki basis massa muslim yang cukup kuat.
"Di lingkungan nahdiyin Pak Jokowi itu kuat sekali," tutupnya.