← Beranda

Kiai As’ad, Roti, dan Kopi

Ilham SafutraKamis, 23 Desember 2021 | 22.24 WIB
DILARANG MASUK: KH As
JawaPos.com - Calon ketua umum PBNU Kiai As’ad Aqil Ali kemarin tampak berjalan kaki menuju lokasi pembukaan muktamar di Pondok Pesantren Darussa’adah. Ke mana mobilnya? Ternyata, mobil milik calon ketua umum PBNU itu dilarang masuk area muktamar. Gara-garanya, mobilnya tidak ditempeli stiker NU yang menjadi syarat masuk area muktamar.

Ketua PP Pergunu Achmad Zuhri menyatakan, sempat terjadi perdebatan dengan panitia muktamar. ”Sudah kita jelaskan bahwa kita adalah salah satu tamu undangan dan satu orang adalah salah satu ketua banom PBNU. Memang mobil kami tidak diberi stiker NU oleh panitia,’’ katanya kepada Radar Lampung.

Zuhri menyatakan, pihaknya sudah menunjukkan surat undangan dan kartu panitia pusat. ”Tapi, mobil tetap tidak boleh masuk oleh oknum aparat atas perintah Gus Nabil, ketua Pagar Nusa,’’ ujarnya. ”Akhirnya, tetap berbesar hati berjalan kaki menuju area muktamar,’’ lanjutnya.

Panitia memang memberlakukan pengamanan yang ketat. Personel pengamanan yang dikerahkan mencapai ribuan orang. Selain polisi dan Banser, tim pengamanan berasal dari personel Pagar Nusa yang merupakan banom NU. Khusus untuk daerah ring 1 yang menjadi lokasi para kiai dan ulama, Pagar Nusa menerjunkan 1.600 personel. Untuk pengamanan dalam, dikerahkan 1.100 personel. ”Kemudian, dari relawan ada 500-an. Ini dibagi di empat titik. Yakni, Ponpes Darussa’adah, UIN, Unila, dan Unimal. Juga di lokasi bazar,’’ kata Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Lampung Supriyana. Pembukaan muktamar kemarin dijaga oleh 650 personel.

Di sisi lain, Polda Lampung mengerahkan 3.288 personel untuk mengamankan muktamar. Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno menjelaskan, personelnya akan disebar di titik-titik kegiatan. ”Seperti pengamanan di Gunung Sugih, Malahayati, UIN, dan Unila. Juga di beberapa titik yang dilewati peserta muktamar NU. Karena kan presiden dan wakil presiden ikut hadir,’’ jelasnya.

Selain soal pengamanan, muktamar NU juga diwarnai sumbangan-sumbangan dari para simpatisan. Toko Roti Si Oemar Bakery bahkan memberikan bantuan berupa 10.000 pieces roti kepada panitia. Bantuan itu diserahkan Komisaris Toko Roti Si Oemar Bakery Hi Ardiansyah kepada Ketua OC Panitia Daerah Muktamar KH Mukri di gedung rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Selasa (21/12). ”Ini bantuan untuk teman-teman peserta muktamar dari PT Surya Tsabat Mandiri (perusahaan Toko Roti Si Oemar Bakery)," ujar Ardiansyah.

Direktur Utama PT Surya Tsabat Mandiri Erwin Setiawan menambahkan, ada tiga varian rasa roti yang diberikan. ”Ada rasa kacang ijo, kelapa, dan cokelat,’’ ungkapnya. Saat ini, kata Erwin, PT Surya Tsabat Mandiri memiliki dua kitchen (dapur) sentral di Bandar Lampung dan di Metro. ”Awalnya, kan kita fokus roti di menengah ke bawah. Baru tahun 2016 kita masuk ke roti menengah atas dengan membuka brand Si Oemar Bakery. Sekarang outlet kita ada 12 di Lampung,’’ bebernya.

Prof KH Mukri bersyukur atas bantuan yang diberikan Toko Roti Si Oemar Bakery. Selain roti, panitia daerah juga menerima bantuan berupa kopi sebanyak 1 ton dari Tanggamus. ”Kemarin sudah dapat bantuan kopi 1 ton lebih. Subhanallah, sekarang sudah ketemu pasangannya, kopi dan roti," ujarnya.
EDITOR: Ilham Safutra