← Beranda

Ada Permintaan Agung yang Ditolak Ical

afniSenin, 9 November 2015 | 22.20 WIB
Photo

JawaPos.com - Dua pucuk pimpinan Golkar, Agung Laksono dan Aburizal Bakrie sepakat diadakannya rekonsiliasi kepengurusan. Hanya saja, kata Wakil Ketua Umum Golkar hasil munas Bali, Fadel Muhammad, ada beberapa poin yang dimintakan Agung yang belum bisa diterima Ical.



‎"Islah antara Pak agung dan Ical sudah jalan. Sudah sependapat, hanya memang ada beberapa poin yang diminta pihak Pak Agung yang belum bisa diakomodir pihak Ical," ujarnya di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (9/11).



Fadel tidak mau menjabarkan secara spesifik apa poin-poin ‎yang dimintakan Agung. Namun, salah satunya terkait waktu penyelenggaraan munas. Agung meminta agar munas berlangsung selambatnya 2016, sesuai dengan Mahkamah Partai Golkar (MPG). "Ada pemikiran seperti itu, akhirnya buntu," tutur dia.



Akan tetapi, kata Fadel, Agung sudah setuju jikalau pada munas nanti, Ical terpilih sebagai ketua umum. "AL nggak keberatan Ical jadi ketua umum," ungkap dia.



Karenanya, saat ini, pihaknya perlu mencari posisi yang tepat bagi aagung. "Tinggal dicarikan posisi yang terhormat. Itu yang belum didefinisikan. Biarkanlah waktu berjalan, jangan dipaksa-paksa," sebut Fadel.



Sementara itu, dia menerangkan bahwa desakan munas memang tergaung kencang. Bukan hanya generasi muda Golkar yang tergabung dalam Angkatan Muda Indonesia (AMPI), sejumlah pengurus terutama yang berada di munas Bali pun memdorong disegerakannya munas.



"Terasa benar. Sudah mulai di anggota‎ kita, Erlangga. Ade Komaruddin. Novanto mau, tapi masih malu-malu, Mahyudin, Aziz," imbuhnya.



Kendati demikian, kata Fadel, Ical masih tetap menunggu keputusan pemerintah. Apakah penyelenggaraan munas nantinya berdasarkan hasil munas Riau, Bali, ataupun Jakarta.



"Tunggu dulu apa yang pemerintah putuskan. Kita lakukan setahap demi setahap. Yang penting sesuai AD/ART. Mudah-mudahan minggu depan ada kepastian," tegasnya. (dna/JPG)



 

EDITOR: afni