JawaPos.com — Kemeriahan UPTION 2026 terasa begitu kuat sejak awal pembukaan hingga babak puncak yang digelar 12 Februari 2026. Kompetisi akuntansi nasional terbesar untuk siswa SMA dan SMK seluruh Indonesia ini kembali digelar Program Studi Akuntansi Politeknik Ubaya dengan semangat lebih besar dan jangkauan lebih luas.
Mengusung tema “Love in Balance: Accounting Skill for a Balanced Future”, ajang ini ingin menanamkan kecintaan pada akuntansi sekaligus membentuk calon akuntan muda yang siap menghadapi masa depan Indonesia.
Tema tersebut bukan sekadar slogan. Panitia ingin peserta tidak hanya mahir menghitung, tetapi juga memahami makna keseimbangan dalam laporan keuangan dan kehidupan profesional.
Diah Anugrah Sharasanti, Dosen Akuntansi sekaligus PIC Dosen Panitia UPTION 2026, menegaskan kompetisi ini merupakan agenda tahunan.
“Kompetisi ini sebenarnya lomba tahunan. Jadi tiap tahun itu kita mengadakan lomba akuntansi terbuka untuk siswa-siswi SMA, SMK, MA, dan sederajat tapi fokusnya memang di accounting,” ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan lingkup kompetisi sebenarnya nasional, meski selama ini peserta yang melaju ke semifinal dan final masih didominasi Jawa Timur.
“Setiap tahun itu kita memang lingkupnya sebenarnya seluruh Indonesia, tapi selama ini mayoritas yang ikut baru yang di Jawa Timur untuk yang masuk semifinal sama final. Jadi ini sudah melalui tahap penyisihan.”
Pada babak semifinal dan final, peserta ditantang menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang menggunakan Microsoft Excel dan software Accurate.
“Hari ini semifinal sama final untuk lomba akuntansi khususnya materinya nanti menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang dengan alat bantu Microsoft Excel dan nanti dengan software Accurate.”
Diah menambahkan enam pemenang akan dipilih dalam ajang ini. “Ya, jadi nanti pemenangnya itu diambil enam pemenang, satu, dua, tiga dan harapan satu, dua, tiga. Seperti itu."
Perjalanan UPTION dimulai pada 2019 sebelum pandemi melanda.
“Tahun 2019 kalau enggak salah (awalnya). Jadi dulu sebelum COVID itu kita selalu offline seperti ini, kemudian waktu COVID itu kita sempat mengadakannya online karena kan enggak boleh waktu itu masih dikarantina.”
Setelah pandemi berlalu, UPTION kembali digelar secara luring dan terus konsisten tiap tahun.
“Nah, setelah COVID berlalu kita yang ini sudah, ya alhamdulillah sudah sampai 8 kali, tapi tiap tahun itu ada ya. Iya, tiap tahun memang kita agendakan."
Selama ini, peserta memang didominasi siswa SMK jurusan akuntansi.
Di awal pendaftaran, panitia sudah menekankan pentingnya pemahaman materi akuntansi dan kemampuan membuat laporan keuangan.
Peserta juga dituntut mampu mengoperasikan software accounting yang selama ini bermitra dengan Accurate.
Soal hadiah, panitia tak tanggung-tanggung. Selain piagam dan piala, tersedia uang pembinaan serta beasiswa kuliah di Politeknik Ubaya.
“Jadi selain kita memberikan hadiah berupa piagam penghargaan, piala, kemudian ada uang tunai juga, kami beri kesempatan beasiswa,” ujar Diah.
Ia menambahkan pemenang yang ingin melanjutkan studi di Prodi Akuntansi Politeknik Ubaya akan mendapat beasiswa khusus. Bahkan peserta yang masih duduk di kelas 11 tetap berpeluang memanfaatkan beasiswa saat lulus nanti.
Ketua Pelaksana UPTION 2026, Friscilla, mahasiswa Semester 4 Prodi Akuntansi, berharap jumlah peserta terus meningkat. Ia menilai sinkronisasi jadwal dengan agenda sekolah menjadi kunci.
“Event berikutnya harapannya kita bisa nyocokin jadwal kita sama jadwalnya anak-anak SMK karena kebanyakan mereka itu magang terus UAS.” Ia menyebut lomba biasanya diikuti siswa kelas 12, sehingga perlu penyesuaian waktu.
Dukungan datang dari kalangan akademisi dan praktisi. Agus Susilo, Dosen Akuntansi sekaligus pengurus IAI Wilayah Jawa Timur, menyebut UPTION sebagai ajang pencarian bibit unggul calon akuntan.
“Iya, sebetulnya agenda hari ini tuh agenda tahunan, ya. Ini lomba nasional yang selalu pesertanya itu dari seluruh wilayah di Indonesia.”
Ia mengingatkan dua tahun lalu juara berasal dari Kalimantan.
Menurutnya, kompetisi ini bisa membuka jalan menuju kurikulum berskala internasional di Prodi Akuntansi. Ia menyinggung adanya sertifikasi accounting skill dari ACCA dari England yang mulai diintegrasikan.
“Tahun ini adalah tahun yang mulai ada nanti sertifikasi secara internasional accounting. Kita juga ada lima sertifikasi wajib yang di prodi ini ya, selain teknisi akuntansi, Bahasa Inggris, dan terutama Bahasa Mandarin juga.”
Ia berharap semakin banyak peserta dari Indonesia Timur dan Barat ikut berpartisipasi.
“Kita mengharapkan wilayah Indonesia Timur lebih banyak lagi maupun di Indonesia Barat sana supaya bisa ngikutin dan tahu dari siswa-siswa sekolah yang mengikuti ajang UPTION ini adalah anak-anak pilihan yang menjadi calon para akuntan muda.”
Wakil Direktur Politeknik Ubaya, Slamet Riyadi, mengapresiasi konsistensi Prodi Akuntansi dalam menyelenggarakan UPTION sejak 2019.
“Saya sangat berterima kasih ke Prodi Akuntansi ya yang sudah berturut-turut menyelenggarakan ini dari 2019 gitu ya.”
Ia berharap kompetisi ini menjadi wadah siswa yang menyukai akuntansi. “Semoga nanti sesuai temanya ini kan ada cinta-cintanya ya, jadi akuntansi itu semakin disukai, semakin banyak yang paham.”
Slamet memaparkan skema beasiswa bagi para juara. “Ya untuk yang juara satu biasanya kami akan memberikan mereka beasiswa 80 persen potongan dari biaya-biaya untuk masuk ke sini. Juara dua biasanya 60, juara tiganya 50.”
Proses seleksi beasiswa tetap melalui wawancara lanjutan. “Biasanya ada kita wawancara lagi sih, ada wawancara apakah ada prestasi yang lain yang bisa dipakai selain lomba ini.”
Perwakilan IAI Jawa Timur, Fajar Kristanto Gautama Putra, melihat UPTION sebagai langkah strategis mengenalkan akuntansi sejak dini. Ia hadir sebagai pembicara workshop dalam rangkaian acara.
“Kalau dari saya melihatnya agenda ini menarik ya. Karena memang para teman-teman ini perlu dipelajari memang akuntansi sejak dini,” ujarnya.
Fajar menilai peran akuntan kini jauh berbeda dibanding masa lalu. Ia mencontohkan isu pajak karbon sebagai bidang multidisipliner yang melibatkan akuntan dan disiplin ilmu lain.
“Kalau generasi yang ada sekarang ini belajarnya malah di belakang begitu ya, takutnya malah akan semakin tertinggal gitu. Maka dari itu, inisiatif ini menurut saya sangat bagus gitu ya.”
Ia menekankan pentingnya penguasaan Microsoft Excel sebagai senjata utama akuntan modern. “Excel ini bagi akuntansi mungkin adalah senjata utama ya bisa dikatakan.”
Menurutnya, hampir semua laporan keuangan kini berbasis digital. Microsoft Excel menjadi bahasa yang menjembatani berbagai sistem dan aplikasi berbeda dalam perusahaan.
“Jadi sangat penting sekali bagi rekan-rekan ini untuk menguasai berbagai digitalisasi dan dasarnya semuanya untuk pengelolaan seluruh report, laporan, itu adalah Excel,” tegasnya.
Di sisi lain, peserta merasakan tantangan besar selama kompetisi. Sean dan Keiza dari SMA Kristen Petra 2 mengaku cukup kesulitan mengerjakan soal.
“Ya, soalnya susah ya. Pas buka soal pasti kaget, terkejut sama soalnya,” ujar Keiza.
Sean menambahkan, “Terus kami juga mengalami kayak kendala spreadsheet kami nge-lag, kami terus Wi-Fi kami juga terkendala seperti itu sih, Kak.”
Sebagai siswa kelas 11, mereka baru mempelajari dasar akuntansi. “Kalau untuk ikut lagi, iya. Karena kan kami juga tertarik dengan jurusan akuntansi jadi ya pastinya persiapan yang kami siapkan juga lebih giat lagi belajarnya,” kata Keiza.
Sean pun optimistis bisa tampil lebih matang tahun depan. “Kami kan yang sekarang masih kelas 11, mungkin tahun depan itu sudah kelas 12 lebih matang lagi persiapannya.”
Meski menghadapi kendala, semangat mereka tak surut. “Harapannya ya kami lebih mengerti soalnya dan bisa mengerjakan soalnya sih,” ucap Keiza.
UPTION 2026 bukan sekadar lomba, tetapi panggung pembentukan karakter dan integritas calon akuntan muda.
Dengan kombinasi kompetisi, workshop, sertifikasi, dan beasiswa, Politeknik Ubaya ingin memastikan generasi berikutnya siap menjaga keseimbangan laporan keuangan dan masa depan bangsa.
Daftar Pemenang:
Puncak Klasemen (Juara 1-3)
Peringkat pertama berhasil diraih oleh tim beone tajaya dari SMK Taruna Jaya Gresik dengan skor akhir tertinggi sebesar 74,37. Kemenangan ini didukung oleh nilai Accurate (74,21) dan presentasi (75,00) yang sangat stabil.
Posisi kedua ditempati oleh tim BOOYAH dari SMKN 1 Nglegok Blitar dengan skor akhir 68,40, di mana mereka mencatatkan nilai presentasi yang cukup impresif sebesar 78,00.
Sementara itu, tim TWILIGHT dari SMK Harapan Sejati mengamankan posisi ketiga dengan total skor 66,45.
Peringkat Harapan (Juara 4-6)
Di papan tengah hingga bawah, urutannya adalah sebagai berikut:
Juara 4: Tim CHIBI MARUKO CHAN dari SMKN 4 Surabaya dengan skor akhir 57,14.
Juara 5: Tim CAMABA F.E.B (juga dari SMKN 1 Nglegok) dengan skor 52,33.
Juara 6: Tim Neuroflux dari SMK IPIEMS dengan skor akhir 49,42. Meskipun berada di peringkat terakhir, tim ini memiliki nilai presentasi yang cukup baik, yaitu 75,00.