← Beranda

Universitas Dinamika Perkenalkan Kurikulum X-CEL 3+1, Mahasiswa Bisa Magang Internasional Tanpa Tunda Lulus

Novia HerawatiJumat, 13 Februari 2026 | 20.59 WIB
Universitas Dinamika Surabaya (Undika) resmi meluncurkan kurikulum terbaru bertajuk “Undika X-CEL (Excellence through Career & Experiential Learning)”. (istimewa)

 

JawaPos.com - Universitas Dinamika Surabaya (Undika) resmi meluncurkan kurikulum terbaru bertajuk “Undika X-CEL (Excellence through Career & Experiential Learning)” dengan konsep 3+1 pada Kamis (12/02).

Program ini menjadi jawaban atas tantangan kesiapan kerja lulusan di era ekonomi digital. Undika sekaligus menegaskan posisinya sebagai pelopor konsep “Kampus Berdampak” yang menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan industri.

Rektor Universitas Dinamika, Budi Jatmiko, menjelaskan filosofi “3 Years of Growth, 1 Year of Impact” sebagai inti program tersebut. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi dipersiapkan menghadapi dunia profesional secara nyata.

"Mereka akan menjalani 3 tahun pertama untuk penguatan fondasi keahlian di kampus, diikuti dengan satu tahun penuh (2 semester) terjun langsung menciptakan dampak nyata di dunia profesional, bisnis, maupun sosial,” ucapnya.

Berbeda dengan magang konvensional yang berdurasi singkat, Undika X-CEL menjamin pengalaman satu tahun penuh. Mahasiswa dapat memilih satu dari lima jalur ekselensi atau Excellence Streams sesuai minat dan rencana karier.

Jalur X-CEL Corporate memberi kesempatan bekerja di perusahaan nasional dan multinasional berstandar profesional tinggi. Mahasiswa terlibat langsung dalam sistem kerja industri dan membangun pengalaman profesional sejak dini.

Melalui X-CEL Venture, mahasiswa membangun serta mengelola startup inovatif. Mereka mendapatkan pendampingan dari inkubator bisnis kampus untuk mengembangkan ide hingga menjadi model bisnis yang berkelanjutan.

Pada jalur X-CEL Discovery, mahasiswa terlibat dalam riset mendalam dan inovasi teknologi. Targetnya menghasilkan paten, produk inovatif, maupun publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Sementara X-CEL Society mendorong mahasiswa melakukan digitalisasi UMKM dan pengembangan Smart Village di berbagai daerah. Program ini menekankan kontribusi sosial berbasis teknologi untuk pemberdayaan masyarakat.

Adapun X-CEL Global memungkinkan mahasiswa menjalani perkuliahan satu tahun di universitas luar negeri. Mereka dapat menyerap standar pendidikan internasional dan membangun jejaring global tanpa menunda kelulusan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Anjik Sukmaaji, menegaskan program ini menghapus jarak antara akademik dan industri. Pengalaman satu tahun tersebut setara 40 SKS dan diakui sebagai kerja profesional nyata.

“Mahasiswa lulus dengan ijazah di satu tangan dan portofolio profesional di tangan lainnya. Ini bukan simulasi, melainkan pengalaman kerja nyata yang dihargai setara 40 SKS,” ucap Anjik Sukmaaji.

Peluncuran program juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoA bersama perusahaan mitra. Selain itu, dilakukan pemberangkatan mahasiswa magang yang telah diterima di lebih dari 20 perusahaan ternama.

"Semoga dengan adanya kolaborasi kerjasama ini dapat terjalin hubungan antara industri dan akademik yang semakin erat, harmonis, dan menciptakan lulusan yang siap memberi dampak bagi masyarakat,” lanjutnya.

Program Undika X-CEL juga menjadi kabar baik bagi calon mahasiswa baru. Di tengah persaingan kerja yang ketat, Undika menawarkan kepastian karier melalui jaringan kemitraan luas dan sistem dual mentoring.

Mahasiswa mendapat pendampingan dari dosen serta praktisi industri. Dengan sistem tersebut, mereka telah menjadi bagian dari ekosistem profesional bahkan sebelum resmi meraih gelar sarjana.

Kepala Bagian Public Relations and Marketing Universitas Dinamika, Sri Hariani Eko Wulandari, menyebut program ini solusi bagi anak muda yang ingin kuliah berdampak dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Undika X-CEL menyiapkan mahasiswa menjadi pemimpin, bukan sekadar pencari kerja. Kami ingin mereka lulus dengan pengalaman, jejaring, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional,” pungkasnya.

EDITOR: Estu Suryowati