← Beranda

Kemendikbudristek Tingkatkan Literasi Siswa, Sastra Masuk Kurikulum di Tahun Ajaran Baru

Zalzilatul HikmiaRabu, 22 Mei 2024 | 17.20 WIB
LITERASI INDONESIA TIMUR: Anak-anak membaca di perpustakaan terapung KRI Teluk Weda.

JawaPos.com – Literasi siswa yang masih rendah mendorong Kemendikbudristek memasukkan sastra dalam kurikulum. Rencananya, program yang berlaku untuk semua jenjang itu berjalan pada tahun ajaran baru atau sekitar Juli–Agustus 2024.

Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo mengungkapkan, program itu merupakan turunan dari program Merdeka Belajar ke-15.

Dia menerangkan, saat ini sudah ada 177 buku yang disiapkan untuk penerapan program tersebut di sekolah. Mulai novel, cerita pendek, hingga kumpulan puisi. ”Ada panduan yang dapat dipilih sekolah sehingga tidak wajib semua buku diambil,” jelasnya.

Ada beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan guru dalam pemilihan buku sastra. Misalnya, kebutuhan kelas, kemampuan peserta didik, hingga topik yang sedang hangat dibicarakan.

Lalu, bagaimana praktiknya? Secara garis besar, kata dia, guru akan menyisipkan materi-materi yang berhubungan dengan sastra di mata pelajaran atau bab yang tengah diajarkan. Misalnya, guru sejarah bisa menggunakan karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Bumi Manusia untuk bahan pemantik semangat siswa membaca.

Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbudristek Supriyatno menambahkan, program sastra masuk kurikulum itu juga jadi salah satu penghargaan terhadap karya sastra Indonesia. Melalui program tersebut, siswa diberi ruang yang lebih besar terhadap pemanfaatan karya sastra sehingga diharapkan bisa meningkatkan minat baca, menumbuhkan empati, dan mengasah kreativitas serta nalar kritis para siswa. (mia/c6/oni)

EDITOR: Ilham Safutra