JawaPos.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek terus mendorong membangun ekosistem perbukuan nasional yang kuat dan sehat.
Tujuan Kemendibudristek adalah dapat menghadirkan buku bermutu, murah dan merata untuk meningkatkan literasi murid melalui perbukuan.
Kemendikbudristek juga mendorong buku bacaan non teks atau buku cerita disusun lebih menarik agar meningkatkan kecintaan anak pada aktivitas membaca buku sejak dini.
“Sekarang tidak hanya 3M, tetapi 4M, yaitu bermutu, murah, dan merata, ditambah satu lagi, menarik,” ujar Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbudristek Supriyanto pada Indonesia Internasional Book Fair di Kabupaten Tangerang.
“Jadi, buku-buku itu harus menarik minat baca, khususnya anak-anak kita,” kutip JawaPos.com dari laman resmi Kemendikbudristek pada Sabtu (30/9).
Ia menerangkan Kemendikbudristek telah menerbitkan 20 judul buku cerita atau buku non teks untuk pembaca dini, pembaca awal dan pembaca semenjana.
Baca Juga: Gelar Nobar, BMK Kemendikbud Ristek Ajak anak Muda Peduli Cagar Budaya Muara Jambi
“Buku-buku ini telah kami kurasi. Di dalam penyusunannya juga telah melibatkan berbagai profesi, tidak hanya penulis, tetapi juga ilustrator, dan desainer buku,” jelas Supriyanto.
“Sehingga tidak hanya teks, tetapi juga gambar-gambar yang menarik anak-anak untuk membacanya,” tuturnya.
Supriyanto menjelaskan buku cerita tersebut dapat dibaca dan diunduh gratis melalui platform Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI).
Ia juga menuturkan SIBI juga menyediakan buku teks pelajaran dari berbagai kurikulum termasuk kurikulum merdeka yang dilengkapi ilustrasi yang menarik.
“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakannya secara cetak,” jelasnya.
Supriyanto menegaskan pentingnya kesesuaian buku dengan tingkat perkembangan anak yang membacanya.
“Salah satu upaya kami untuk menyukseskan Merdeka Belajar episode ke-23 tentang Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi adalah membuat panduan perjenjangan buku yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan baca anak,” tutupnya.