← Beranda

Alat Pendeteksi Angin Duduk untuk Kawasan Pelosok

Dwi ShintiaJumat, 14 Juli 2017 | 01.38 WIB
Tim I-Humble berada di dalam laboratorium.

JawaPos.com - Saat ini, deteksi terhadap gangguan kesehatan bernama angina pectoris atau angin duduk ini dapat dilakukan menggunakan Electro Cardio Graph (ECG). Sayangnya, ECG ini hanya dimiliki rumah sakit saja, sehingga pasien “angin duduk” sebagian besar tak tertolong, apalagi di daerah-daerah terpencil yang jauh dari rumah sakit.


Beberapa mahasiswa menciptakan alat yang dinamakan i-Humble, singkatan dari Innovation Heart Monitoring Portable Device. Alat ini dilengkapi dengan filter digital dan sistem pakar.


Dengan menggunakan filter digital alat ini memungkinkan grafik sinyal jantung yang dihasilkan lebih mudah dibaca. Salah satu innovator Ahmad Nurianto mengatakan, dalam alat ini ditambahkan sistem pakar yang dapat mendeteksi besar resiko pasien terserang penyakit angin duduk. Alat ini juga menggunakan tampilan layar sentuh, sehingga menambah nilai plus pada kemudahan pengoperasian alat ini pada penggunanya.



Biaya yang dibutuhkan untuk membuat alat ini tidaklah besar. Pengoperasiannya pun mudah. “Dengan demikian kami berharap alat ini dapat menjangkau tenaga medis yang berada di pelosok-pelosok desa di Indonesia, mengingat deteksi dini angin duduk dan penyakit jantung lainnya penting untuk seluruh masyarakat Indonesia,” kata Ahmad yang dalam membikin alat ini bersama timnya yaitu Aji Sapta, Rahardian, Difa Fanani, dan Novi Dwi.



Kelima mahasiswa yang merupakan mahasiswa Unair ini mendapatkan dana pengembangan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) program PKM tahun 2016-2017 karena produk I-Humble tersebut. (ina/JPG)






EDITOR: Dwi Shintia