← Beranda

Sambangi Cilacap, Ganjar Dapat Blangkon Tanda Penghormatan

Sari HardiyantoKamis, 29 Maret 2018 | 05.33 WIB
Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengunjungi rumah Ketua PRKJ Agus Sugiarto, Rabu (28/3).

JawaPos.com - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat hadiah sebuah blangkon kala menyambangi Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Rabu (28/3). Bukan sekedar blangkon, penutup kepala itu disimbolkan sebagai penghormatan tertinggi.


Penghormatan tersebut diperoleh Ganjar saat bertemu dengan masyarakat adat Cilacap yang tergabung dalam Paguyuban Resik Kubur Jerotengah (PRKJ). Selain bermakna penghormatan, ikat kepala juga diberikan sebagai hadiah sekaligus doa agar Ganjar tetap menduduki kursi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.


Kepada Ganjar, Ketua PRKJ Agus Sugiarto mengatakan, masyarakat adat yang ada Cilacap saat ini merasa kurang mendapat perhatian pemerintah. Padahal, mereka menjadi pelestari adat dan kearifan lokal yang semakin tergerus modernisasi. 


Satu hal yang menjadi keprihatinan adalah adanya stereotip kaum adat sebagai warga yang lekat dengan klenik dan cenderung berbuat negatif. Hal ini, katanya kian berkembang di masyarakat karena pengaruh televisi. 


"Apalagi kalau di sinetron-sinetron televisi biasa digambarkan kalau kaum orang memakai blankon itu sebagai sosok orang yang jahat," ucapnya kepada Ganjar.


Dikatakan Agus, dirinya beserta warga PRKJ memang sehari-hari biasa memakai blankon. Tak terkecuali ketika menerima kedatangan Ganjar, seluruhnya mengenakan ikat kepala tradisional itu. Pada dialog itu pun, ia mengaku senang lantaran ini merupakan kali pertama desanya dikunjungi oleh gubernur, meski Ganjar sendiri sekarang berada pada masa nonaktif.


"Kami senang akhirnya ada gubernur yang datang ke sini dan Pak Ganjar satu-satunya gubernur yang pernah berkunjung di sini. Pak Ganjar orangnya merakyat, kami senang punya pemimpin seperti beliau," ucapnya. 


Agus Sugiarto menceritakan, anggotanya di Kabupaten Cilacap saat ini sebanyak 12 ribu orang. Menurut Agus, di sejumlah kabupaten lain di Jawa Tengah juga terdapat PRKJ. "PRKJ terbentuk sekitar tahun 1970. Meski demikian, kami belum terdaftar secara resmi di pemerintah," terangnya. 


Menanggapi laporan tersebut, Ganjar menerangkan bila dirinya selalu memperhatikan tentang masyarakat adat dan seluruh budaya yang beragam di Jawa Tengah. Ketika masih aktif menjadi Gubernur Jateng ada kebijakan memakai busana adat setiap tanggal 15 dan pemakaian bahasa Jawa di lingkungan Provinsi Jateng.


Calon gubernur nomor urut satu ini bahkan sempat membuka handphone-nya kemudian menunjukan sebuah foto ketika dirinya memakai baju adat Jawa dan memakai blankon saat upacara resmi di lingkungan Pemprov.


Kepada wartawan, Ganjar menyatakan masyarakat adat di Jawa Tengah masih terdapat beberapa. Ia pun menyampaikan mandat Presiden Joko Widodo yang meminta untuk melestarikan keberadaan mereka.


"Misalnya di daerah Kudus, Pati, dan Blora ada sedulur sikep. Sementara secara umum masyarakat ada di Indonesia semakin berkurang. Pak Presiden Jokowi berpesan supaya seluruh masyarakat adat harus tetap dijaga keberadaannya dan diberi dukungan sepenuhnya oleh pemerintah," kata Ganjar.

EDITOR: Sari Hardiyanto