JawaPos.com – Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada menyaksikan anak tumbuh dewasa. Namun terkadang, orang tua bisa mulai merasakan perubahan kecil dalam hubungan.
Entah panggilan telepon menjadi lebih pendek atau kunjungan yang jarang, orang tua dapat merasakan sesuatu yang sulit terlukiskan.
Nyatanya banyak orang tua mengalami kenyataan pahit bahwa anak-anak mereka yang sudah dewasa memandang dirinya bukan sebagai sumber kebijaksanaan atau penghiburan, melainkan tanggung jawab yang harus dikelola.
Dilansir geediting, berikut tujuh tanda bahwa anak mulai menganggap orang tuanya sebagai beban.
- Mereka jarang memulai kontak
Ketika komunikasi hanya mengalir satu arah, itu menunjukkan bahwa hubungan mungkin terasa lebih seperti kewajiban daripada pertukaran timbal balik.
Terkadang ini bukan karena niat jahat. Anak-anak yang beranjak dewasa sibuk dengan pekerjaan, hubungan, dan membesarkan keluarga mereka sendiri.
Namun, jika menjangkau terasa seperti beban bagi mereka, mungkin ada sesuatu.
- Percakapan terasa terburu-buru atau dangkal
Pernahkah Anda menyadari obrolan menjadi sopan tetapi dangkal?
Mereka menjawab pertanyaan Anda, memberi Anda informasi terkini, bahkan mungkin berbagi sedikit tawa, tetapi tidak ada lagi kedalamannya.
Ketika hal ini terjadi, sering kali karena mereka tidak terlibat secara emosional. Mereka mungkin merasa terkuras, tidak sabar, atau bahkan tidak nyaman selama percakapan panjang.
- Mereka menghindari menghabiskan waktu bersama
Mungkin mereka akan mampir sebentar, tetapi kunjungan menginap atau liburan tampaknya semakin pendek dan jarang.
Ketika kehadiran Anda terasa seperti beban, anak-anak mungkin mulai mencari alasan untuk mempersingkat kunjungan.
- Mereka tampak kesal ketika Anda meminta bantuan
Setiap orang tua butuh bantuan. Namun jika permintaan Anda ditanggapi dengan desahan, gelengan mata, atau tanggapan singkat, itu merupakan indikator menyakitkan dari ketegangan emosional.
Anak-anak mungkin tidak menganggap reaksi mereka menyakitkan, tetapi reaksi tersebut berbicara banyak hal.
Dan jika Anda merasa ragu untuk meminta bantuan karena takut mengganggu mereka, itu merupakan tanda bahaya.
- Mereka hanya menghubungi ketika butuh sesuatu
Anda tidak mendengar kabar mereka selama berminggu-minggu, mungkin berbulan-bulan, dan tiba-tiba mereka menelepon karena butuh uang, saran, atau jasa mengasuh anak.
Anda tentu senang membantu, tetapi Anda tidak dapat tidak memperhatikan polanya.
Ketika cinta menjadi transaksional, hubungan pun terkuras. Anda mulai merasa dimanfaatkan, alih-alih dihargai.
- Mereka mengabaikan pendapat Anda
Anda berbagi saran dari pengalaman dan mereka memutar mata atau mengganti topik pembicaraan.
Dulu, mereka menghargai masukan Anda. Sekarang, rasanya seperti Anda berbicara ke tembok.
Perubahan ini terjadi secara halus. Seiring anak-anak tumbuh dewasa, mereka menginginkan otonomi, yang wajar. Namun, ketika mulai meremehkan atau menggurui Anda, itu berubah menjadi sikap tidak hormat.
- Mereka mengkritik
Ketika setiap percakapan berubah menjadi koreksi, keluhan, atau nasihat yang tidak diminta tentang cara hidup Anda, itu mungkin merupakan tanda frustrasi yang lebih mendalam.
Mereka mungkin mengkritik kebiasaan belanja, pola makan, atau cara Anda menjaga kesehatan.
Sebagian dari itu berasal dari rasa khawatir. Namun, ketika berubah jadi merendahkan, itu berarti mereka berhenti memandangmu sebagai orang dewasa yang cakap dan mulai memperlakukan Anda seperti sebuah tanggung jawab.
***