JawaPos.com – Bermotor nyaman tidak hanya ditentukan oleh sistem mekanis yang prima tetapi juga faktor pendukung lain seperti kelengkapan riding, spion dan keempukan jok motor. Tak sedikit konsumen mengeluhkan kondisi jok yang keras dan kulitnya yang licin.
Untuk itu, mereka kerap mengambil jalan dengan mendatangi bengkel jok untuk penambahan busa dan penggantian kulit. Menurut Ipoel, punggawa Bengkel Blacksweet Ipoel Jam’s Seat, jok standar untuk pemakaian harian, biasanya cukup dibuat polos.
“Kalau jok nyaman untuk harian, kita hanya bongkar kemudian kita tambahkan busa lalu dibungkus dengan kulit Mbtech yang lebih tebal. Hasilnya pasti sudah nyaman karena yang dikejar keempukan joknya,” kata Ipoel pada JawaPos.com beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan untuk jok harian paling baik menggunakan kulit yang polos. Artinya tidak banyak variasi jahitan yang ada di badan jok. Hal ini untuk menghindari rembesan air ke dalam busa jika terkenal air hujan.
“Biasanya ada yang minta untuk pakai kulit yang punya variasi motif. Tapi untuk harian kita tetap kasi yang polos. Kalau yang banyak jahitan air nanti merembes saat hujan dan pasti busanya rusak. Karena musuh busa hanya air,” jelas pria berkaca mata itu.
Kalaupun mereka meminta joknya di custom untuk motor harian, Ipoel dan tiga karyawannya akan memilihkan kulit dengan paduan warna tertentu kemudian membentuk jok sesuai dengan desain gambar yang dipilih konsumen.
“Jahitannya pada jok custom untuk pemakaian motor harian juga hanya kita berikan di bagian depan dan belakang jok,” ujarnya.
Pengerjaan satu jok standar membutuhkan waktu 15 sampai 30 menit. Sementara untuk jok custom biasanya bisa 3 hari sampai seminggu, sesuai dengan tingkat kesulitan desain yang dipilih.
Harga penambahan busa plus kulit jok baru antara Rp 45 ribu sampai 180 ribu sesuai dengan pemilihan kulit. Sementara harga jok custom harian antara Rp 500 ribu sampai Rp 4 juta sesuai dengan tingkat kesulitan desainnya.