← Beranda

Sepeda Motor Terasa Berat Saat Digas? Kenali 10 Penyebab dan Solusinya!

Nanda PrayogaKamis, 17 Juli 2025 | 21.03 WIB
Ilustrasi: Gas motor terasa berat, bisa jadi karena masalah ini. (ProXRacingParts).

JawaPos.com - Motor yang terasa berat saat digas atau kehilangan tenaga secara tiba-tiba bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada kendaraan. Kondisi ini tentu sangat mengganggu, terutama ketika sedang berada di jalanan yang padat atau saat ingin menyalip kendaraan lain. 

Agar tidak semakin parah, penting untuk mengetahui apa saja penyebab gas motor terasa tertahan dan bagaimana cara mengatasinya.

Berbagai faktor bisa menjadi pemicu performa motor yang menurun, mulai dari sistem pembakaran yang terganggu, kualitas bahan bakar yang buruk, hingga kerusakan pada komponen mesin. 

Dengan memahami penyebab-penyebabnya, kamu bisa lebih mudah melakukan perawatan dan mencegah kerusakan yang lebih besar di kemudian hari. Berikut 10 penyebab gas motor tertahan dan cara mengatasinya seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Gangguan pada Sistem Pembakaran

Masalah pada sistem pembakaran sering menjadi penyebab utama motor kehilangan tenaga. Salah satu penyebabnya adalah bahan bakar yang kotor, yang dapat menyumbat filter udara. Selain itu, busi yang kotor atau sistem pengapian yang bermasalah juga bisa menghambat proses pembakaran dan memengaruhi tenaga motor.

2. Penggunaan Bahan Bakar yang Tidak Sesuai

Mengisi motor dengan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi dapat menurunkan kualitas pembakaran. Bahan bakar berkualitas rendah tidak hanya membuat mesin bekerja kurang maksimal, tapi juga bisa merusak filter dan menimbulkan karat. Oleh karena itu, pastikan menggunakan BBM yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

3. Kepala Silinder Kotor atau Berkerak

Kepala silinder yang kotor atau dipenuhi kerak dapat mengganggu proses pembakaran dalam mesin. Kotoran ini biasanya berasal dari penggunaan bahan bakar yang tidak berkualitas, sehingga sangat penting untuk rutin melakukan pembersihan dan menggunakan bahan bakar yang tepat.

4. Kompresi Mesin yang Tidak Optimal

Fungsi kompresi adalah memberikan tekanan pada campuran udara dan bahan bakar sebelum pembakaran. Jika terjadi gangguan atau tekanan kompresi menurun, maka tenaga yang dihasilkan mesin juga tidak maksimal. Kondisi ini dapat diatasi sementara dengan menggunakan starter engkol.

5. Komponen Mesin Mengalami Keausan

Pada motor yang sudah berumur, keausan komponen seperti piston, katup, dan ring piston bisa menyebabkan kebocoran tekanan. Hal ini membuat pembakaran jadi kurang efisien dan menurunkan performa motor secara keseluruhan.

6. Kerusakan pada Sistem Bahan Bakar

Sistem bahan bakar yang rusak seperti karburator atau injektor yang bermasalah bisa membuat distribusi bahan bakar menjadi tidak merata. Akibatnya, proses pembakaran tidak berjalan sempurna dan tenaga motor menjadi lemah.

7. Masalah pada Sistem Transmisi

Transmisi yang berfungsi mengatur perpindahan gigi dapat berdampak besar terhadap tenaga motor. Jika transmisi mengalami kerusakan, distribusi tenaga dari mesin ke roda menjadi terganggu, sehingga kendaraan tidak bisa melaju dengan optimal.

8. Gangguan pada Sistem Kelistrikan

Kerusakan pada sistem kelistrikan, termasuk sensor, arus pendek, atau masalah pada throttle, bisa memengaruhi berbagai aspek operasional motor. Sistem pengapian dan distribusi bahan bakar yang terganggu bisa menurunkan performa mesin.

9. Sistem Pembuangan (Exhaust) Bermasalah

Knalpot yang tersumbat atau kotor dapat menghambat pembuangan gas sisa pembakaran. Aliran gas buang yang tidak lancar akan membebani kerja mesin dan menurunkan tenaga yang dihasilkan.

10. Penggunaan Oli Berkualitas Rendah

Oli yang sudah terlalu lama digunakan atau tidak sesuai spesifikasi dapat mengurangi kemampuan pelumasan mesin. Akibatnya, gesekan antarkomponen meningkat dan performa mesin menurun. Disarankan untuk rutin mengganti oli dan menggunakan produk yang sesuai dengan spesifikasi motor kamu.

 

 

EDITOR: Edy Pramana