← Beranda

5 Alasan Produsen Bus Hanya Jual Sasis dan Mesinnya Saja, Ternyata Karena Ini

Abdul Aziz MasindoSelasa, 28 November 2023 | 16.10 WIB
Konvoi pengiriman 25 unit chasis bus Sudiro Tungga Jaya MB 1526 ke karoseri Laksana (Tangkapan layar Youtube Reza Maulana Oficial)

JawaPos.com - Perusahaan Otobus (PO) saat membeli armada busnya, tidak bisa membeli secara utuh.

Sebab produsen bus seperti Hino, Mercedes-Benz, Scania maupun Volvo, hanya menjual sasisnya.

Artinya agar bus bisa beroperasi untuk mencari duit, PO Bus harus membawa ke karoseri seperti Adiputro, Tentrem, Laksana, New Armada dan sebagainya untuk dibuatkan bodi, kursi dan fasilitas-fasilitas di dalam busnya.

Sedangkan kalau kita membeli passenger car seperti Toyota Avanza, Honda Brio dan sebagainya, Agen Pemegang Merek (APM) sudah menjual kendaraan tersebut secara utuh, alias bisa langsung dipakai.

Padahal dahulu kalau kalian ingat, produsen bus asal Jerman Mercedes-Benz pernah menjual busnya di Indonesia dalam keadaan utuh pada 1970, ia memiliki pabrikan manufaktur di Indonesia yang bernama GMN (German Motor Manufacturing).

Lantas mengapa sekarang produsen bus hanya menjual sasis dan mesinnya saja? sementara di luar negeri banyak produsen bus yang menjual bus dalam keadaan utuh.

Ternyata ada 5 alasannya:

1. Regulasi Pemerintah

Pertama soal regulasi, sebab Pemerintah Indonesia memiliki aturan mengenai monopoli usaha.

Sekedar informasi, praktik monopoli usaha adalah pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan pemasaran atas barang atau jasa tertentu.

Sehingga menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum.

Baca Juga: Ditinggal Banyak Pengiklan, Twitter Berpotensi Alami Kerugian hingga Lebih dari Rp 1 Triliun

Artinya jika produsen membuat bus secara utuh, yang diuntungkan hanya produsen bus tersebut.

Dengan adanya regulasi yang menyatakan APM (Agen Pemegang Merek) dalam hal ini Hino, Scania, Mercedes-Benz dan sebagainya tidak berhak membuat bodi bus.

Untuk urusan bodi dan fasilitasnya, harus diserahkan kepada karoseri dalam negeri agar industri otomotif dalam negeri menjadi lebih berkembang.

Karoseri-karoseri lokal pun soal kualitas juga tidak perlu diragukan lagi, banyak karoseri lokal yang bisa diekspor ke luar negeri.

2. Produsen Pemasok Lokal Ikut Berkembang

yang kedua produsen pemasok bahan baku bodi bus bisnisnya juga ikut berkembang.

Seperti kita ketahui, untuk membuat bus secara utuh, perlu beberapa komponen seperti baja aluminium, kaca dan sebagainya.

karoseri seperti Adiputro, Laksana, Tentrem, New Armada dan lainnya juga punya supplier atau pemasok bahan baku.

Dengan begitu, banyak sektor yang terlibat dalam pembuatan bus, bukan hanya karoseri.

3. Harganya Lebih Murah

Karena buatan lokal, tentu saja harga produksinya lebih murah jika dibandingkan buatan impor.

Ini sama seperti mobil berstatus CKD atau rakitan dalam negeri yang memiliki harga lebih murah dibanding mobil CBU atau impor.

Produksi dalam negeri membuat biaya dasarnya lebih kecil karena biaya Cukai dan pajak bisa dipangkas.

4. Desain Selera Pasar Indonesia

Meskipun soal desain merupakan bersifat subjektif dan selera, namun karoseri lokal sesuai dengan selera pasar di Indonesia.

Karoseri karoseri lokal juga terus update bentuk dan desainnya supaya lebih modern mengikuti zaman.

Contohnya karoseri Adiputro yang baru meluncurkan Jetbus 5 di GIIAS 2023 Agustus lalu dengan desain yang jauh lebih modern dari generasi sebelumnya.

5. Kualitas Terbukti Bagus

Terakhir soal kualitas, karoseri lokal pun memakai bahan-bahan yang bermutu tinggi.

Dirancang oleh tangan-tangan terampil anak bangsa dan teknologinya yang juga cukup canggih.

EDITOR: Hanny Suwindari