JawaPos.com – Kendaraan listrik merupakan kendaraan yang menggunakan satu atau lebih motor listrik atau motor traksi sebagai tenaga penggeraknya.
Dengan adanya kendaraan listrik, diyakini dapat ramah lingkungan dan irit bahan bakar. Tetapi, ada komponen penting pada kendaraan listrik.
Komponen penting itu adalah baterai, menjadi komponen penting pada sepeda motor bermesin elektrifikasi. Ada juga beberapa jenis komponen, untuk setiap baterai motor listrik yang memiliki keunggulan, serta kelemahan masing-masing.
Baca Juga: Pakai Identitas 'Ninja' dan 'Z', Kawasaki Siap Masuki Era Sepeda Motor Listrik
Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin membeli kendaraan listrik, perlu mengetahui jenis-jenis baterai pada kendaraan.
5 Jenis-jenis baterai motor listrik:
- Nikel Kadmium
Baterai Nikel Kadmium merupakan jenis baterai yang paling kuat, diantara jenis baterai motor listrik lainnya.
Baca Juga: United E-Motor Gunakan Ajang GIIAS Surabaya Sebagai Penetrasi Pasar Motor Listrik
Baterai motor listrik ini, dapat digunakan dalam waktu lebih lama, jika dibandingkan dengan baterai Lead Acid.
Tetapi, kelemahan baterai Nikel Kadmium bisa berkurang sebanyak 70 persen dalam waktu 24 jam meski motor tidak digunakan.
Hal tersebut, disebabkan oleh kepadatan yang rendah dari baterai nikel kadmium, dan kandungan baterai di dalam juga cukup berbahaya untuk lingkungan, sehingga limbahnya tidak bisa diolah sembarangan.
Baca Juga: Mengenal Cervo Motor Listrik Alva Berikan Fitur Kekinian
- Lithium-ion (Li-ion)
Selain Nikel Kadmium, ada juga baterai Lithium-ion (Li-ion) merupakan jenis baterai motor listrik yang mulai diperkenalkan tahun 2022, seperti memiliki kapasitas 60V 45A (2.7 kWh).
Jenis baterai ini, mudah ditemukan di pasaran dan juga paling mahal yang dapat bertahan lama hanya dalam sekali pengecekan,
Tetapi, jenis baterai ini membutuhkan pengisian selama empat jam dari nol sampai 100 persen, dan diklaim dapat menempuh jarak hingga 70 kilometer, hanya dalam satu kali pengisian hingga penuh.
Jenis baterai ini, cocok untuk digunakan perjalanan jarak jauh, membawa beban berat, dan umurnya yang cukup panjang.
Selain itu, cara pasang baterai Nikel Kadmium sangat mudah dan memiliki kapasitas yang lebih besar, serta tidak memiliki bobot besar.
Baca Juga: Sekarang Semua Masyarakat Dapat Subsidi Pembelian Motor Listrik Rp7 Juta, Ini Syaratnya
- Lithium Polymer (Li-po)
Lithium Polymer merupakan salah satu jenis baterai motor listrik yang terbuat dari senyawa polimer.
Baterai listrik ini, berbentuk fleksibel yang dikenal dengan sebutan Li-po, terutama dalam suhu panas.
Tetapi, baterai ini masih cukup mahal, sehingga masih sangat sulit ditemukan pada kendaraan listrik yang menggunakan baterai Li-po.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Subsidi Motor Listrik Berlaku hanya Untuk Satu KTP
- Lead Acid
Lead Acid merupakan salah satu jenis baterai motor listrik berikutnya dan termurah diantara baterai lainnya, karena memiliki bentuk lebih kecil.
Jenis baterai ini, hampir mirip seperti aki motor. Tetapi, beratnya cukup berat dan mempengaruhi beban daya tarik motor, serta baterai ini lebih boros dibandingkan dengan jenis baterai lainnya.
Selain itu, baterai tersebut juga memiliki berat tiga kali lebih dibandingkan Li-ion, dan mencapai 53 kg dengan kapasitas 60 V.
Baca Juga: Polres Gresik Ingatkan Pengendara Motor Listrik untuk Menggunakan Helm
- Nikel Metal
Baterai nikel metal merupakan salah satu jenis baterai motor listrik yang menggunakan materai hidrogen untuk menyimpan energi dan nikel, serta logam lainnya untuk menjaga ion hidrogen di dalamnya.
Baterai jenis ini, juga memiliki keunggulan lebih tahan lama jika dibandingkan dengan Li-Ion. Tetapi, harga baterai tersebut sangat mahal dan tingkat self-discharge-nya cukup tinggi yang dapat menghasilkan suhu panas berlebihan.