Sebagaimana dilansir JawaPos.com dari Carscoops, Selasa (10/12), armada taksi otonom ini terdiri dari sekitar 30 kendaraan dan dinamakan Robotaxi. Menariknya, kebanyakan dari armada taksi otonom mereka adalah model Mercedes S-Class.
Bukan sembarang S-Class, mobil taksi otonom itu telah dilengkapi dengan serangkaian teknologi canggih untuk mendukung kapabilitas swakemudi. Menurut sumber yang dekat dengan masalah tersebut, S-Class pada armada taksi otonom Robotaxi telah dilengkapi dengan sensor seperti pemindaian laser jarak jauh LiDAR.
“Kami mencari di mana kami dapat meningkatkan efisiensi dan mendapatkan sinergi sehingga kami tidak perlu menduplikasi atau melipatgandakan pekerjaan pengembangan kami,” kata salah satu sumber. "Program percontohan ini adalah tentang menangkap pengalaman pengguna," imbuh sumber tersebut kepada Autonews Eropa.
Raksasa otomotif Jerman itu telah menguji mobil otonom Level 4 di jalan umum di Stuttgart, Jerman. Sementara tes di California itu menandai pertama kalinya penguji bukan dari Daimler maupun Bosch.
Tahun lalu, Mercedes memperkenalkan S-Class cooperative concept yang menampilkan sistem pensinyalan cahaya 360 derajat untuk berkomunikasi dengan pejalan kaki dan lalu lintas di sekitarnya. Lampu ini akan menyala dengan berbagai cara untuk memberi tahu pengendara atau pejalan kaki lain bahwa mobil akan mengerem, atau akan mulai bergerak.
Kembali ke armada taksi otonom Robotaxi, dalam uji cobanya, walaupun mobil-mobil ini dapat mengemudi sendiri, seorang pengemudi masih diharuskan berada di belakang kemudi setiap saat karena masalah keamanan. Bagaimanapun, mobil ini masih berupa konsep. Teknologinya pun mungkin belum benar-benar sempurna.