← Beranda

Tips saat Kendaraan Terjebak di Perlintasan Kereta Api Agar Aman dan Selamat

Afif Alfatih WibisonoRabu, 19 Juli 2023 | 13.35 WIB
Pperlintasan sebidang jalur kereta api.

JawaPos.com - Kecelakaan antara kereta api dengan kendaraan bermotor dan yang terbaru terjadi di wilayah Semarang, Selasa (18/7) malam mengingatkan betapa pentingnya soal keselamatan dalam berkendara. Hal tersebut telah tertuang dalam Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Pasal 114 mengenai kewajiban mendahulukan perjalanan kereta api.

Dalam hal ini, pemakai jalan yang menggunakan kendaraan wajib mematuhi semua rambu-rambu jalan di perpotongan sebidang atau perlintasan kereta api agar tidak terjadi kecelakaan.

Bila menengok insiden yang terjadi pada Selasa (18/7) malam, rata-rata adalah kendaraan roda empat atau lebih yang terjebak di jalur perlintasan kereta api mengalami mogok atau mati mesin. Sebagian orang tentu akan langsung mengaitkan ini dengan fenomena medan magnet pada rel kereta api, apakah memang benar demikian?

Berdasarkan Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi pengujian LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia), penyebab utama kendaraan yang terjebak di rel yakni adanya emisi elektromagnetik. Artinya, penghantar arus listrik yang terpasang tidak kompatibel pada mesin kendaraan. Terlebih jika jarak antara kendaraan dengan kereta api sekitar ±600 meter, tentu arus medan magnet yang ditimbulkan akan semakin besar.

Medan magnet tersebut yang membuat mesin kendaraan berhenti berputar atau mogok tiba-tiba saat melintas di atas rel kereta api.

Sementara itu, PT KAI berargumen bahwa penyebab dari kendaraan yang mogok di atas rel kereta api dikarenakan oleh medan magnet yang dihantarkan dinamo lokomotif ke rel kereta api dalam radius satu kilometer. Itulah mengapa alasan petugas jalur lintasan (PJL) menutup palang pintu ketika kereta api belum terlihat atau masih jauh.

Namun, apa yang harus dilakukan jika mobil atau kendaraan telanjur tiba-tiba mogok saat melintas di perlintasan kereta api. Berikut tipsnya agar selamat dan aman.

Jangan Panik

Pada saat berkendara dengan roda empat dan tiba-tiba berada di situasi terjebak di atas rel, berusahalah untuk jangan panik, atur pernafasan dan berpikirlah secara jernih. Apabila mesin kendaraan roda empat atau lebih masih menyala, segera tancap gas dan menghindar dari jalur rel.

Sebaliknya, apabila mesin benar-benar mogok, namun pintu tidak dalam keadaan macet dan masih bisa dibuka, keluarlah sesegera mungkin.

Klakson dan Tancap Gas Semaksimal Mungkin

Langkah ini diyakini dapat memecah arus elektromagnetik yang dihantarkan antara kereta api dengan kendaraan saat terjebak di atas rel kereta api. Jika mesin kendaraan masih menyala, usahakan berada di gigi 1 untuk mobil manual, segera tancap gas sambil menekan klakson dan segera menjauh dari jalur kereta api.

Pecahkan Pintu Kaca

Apabila kedua langkah tersebut tidak berhasil, segera pecah pintu kaca mobil dengan benda tumpul. Apabila tidak ada benda tumpul di sekitar kemudi, tarik ke atas sandaran kepala hingga terlepas dan manfaatkan ujung besi yang tumpul tersebut untuk memecahkan pintu kaca dan segeralah keluar.

Sebagai pengendara, alangkah lebih baiknya berhenti terlebih dahulu pada saat palang pintu sudah ditutup, dahulukan KA yang lewat dan patuhi rambu-rambu lintas.

EDITOR: Edy Pramana