JawaPos.com – Danau Singkarak di Sumatera Barat terus menebar berkah di tengah bencana banjir bandang dan longsor yang menimpa wilayah sekitarnya.
Danau terbesar ketiga di Pulau Sumatera itu masuk wilayah Kabupaten Solok, salah satu daerah yang terdampak bencana cukup parah.
Bahkan, di awal-awal terjadinya bencana, sejumlah titik di sekitar Danau Singkarak sempat terisolasi karena aksesnya terputus. Baik di wilayah Kabupaten Solok maupun Tanahdatar.
Namun, Danau Singkarak bisa menjadi alternatif untuk menjangkau warga terdampak, baik untuk evakuasi maupun distribusi bantuan.
Selain itu, ikan-ikan bilih yang ada di danau dengan luas area 10.780 hektare itu juga dipanen warga usai bencana, untuk memenuhi kebutuhan pangan darurat sebelum bantuan datang.
Ditambah lagi, fenomena air yang jernih membuat danau Singkarak makin dikenal, karena menunjukkan terjaganya sebagian besar area di sekitar danau.
Berikut 4 berkah yang ditebar Danau Singkarak di tengah bencana di Sumbar.
1. Luapan Air Berwarna Hijau Tosca
Danau Singkarak menjadi salah satu titik yang mengalami banjir bandang. Namun, tidak seperti mayoritas titik banjir yang airnya keruh bercampur lumpur, air yang meluap dari danau Singkarak jernih dan berwarna hijau tosca.
Kondisi tersebut langsung viral di media sosial dan panen pujian. Keadaan air Danau Singkarak diyakini merupakan dampak kondisi hutan di sekitarnya yang sebagian besar rlatif terjaga.
2. Warga Panen Ikan Bilih
Ikan bilih merupakan ikan air tawar endemik danau Singkarak. Saat banjir bandang, ikan-ikan itu terbawa arus, salah satunya melalui sungai ombilin.
Derasnya arus sungai Ombilin membuat iokan-ikan bilih mabuk dan bermunculan ke permukaan air.
Kondisi itu tak disia-siakan warga terdampak bencana. Mereka langsung memanen ikan-ikan itu untuk stok pangan sementara. Sebagian ikan dijemur dan diasinkan agar lebih tahan lama.
3. Jalur Evakuasi Warga Terdampak Bencana
Warga Nagari Padang Laweh dan Guguak Malalo, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, sempat terisolasi di awal-awal terjadinya bencana banjir bandang. Nagari tersebut berlokasi di sisi Barat Laut Danau Singkarak.
Dilansir dari Padang ekspres (Jawa Pos Group), karena jalur menuju nagari itu terputus, maka pada Kamis (27/11) lalu warga dievakuasi lewat Danau Singkarak.
Mereka bergiliran dinaikkan ke perahu lalu diungsikan ke tempat yang lebih aman dan terjangkau bantuan logistik. Yakni ke Tanjung Mutiara, Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Tanahdatar.
4. Jalur Pengiriman Bantuan Logistik
Di awal terjadinya banjir bandang, warga Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok sempat terisolasi. Akses bantuan sulit masuk. Karena itu, bantuan dikirim lewat jalur air, melalui danau Singkarak.
Wilayah Junjung Sirih berada di sisi Barat danau Singkarak, dan menjadi salah satu wilayah terdampak bencana banjir bandang.
Dilansir dari Padang Ekspres, danau Singkarak jadi jalur distribusi karena kala itu Junjung Sirih belum bisa dijangkau kendaraan roda dua dan empat.
Warga Junjung Sirih saat itu dilaporkan bertahan di wilayahnya, namun persediaan logistik mereka terancam karena jalur keluar masuk terputus. Dengan adanya jalur danau, logistik tetap bsia disalurkan ke wilayah yang terisolasi.