JawaPos.com-Menjelang akhir tahun 2025, pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Salah satu yang kini tengah dinantikan banyak keluarga adalah Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 5, yang mulai cair di sejumlah daerah.
Program ini merupakan lanjutan dari penyaluran bansos reguler yang digulirkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan pokok di penghujung tahun.
Berapa Nilai dan Bentuk Bantuan BPNT?
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhak menerima Rp 600.000 untuk alokasi tiga bulan (Oktober–Desember 2025). Dana tersebut bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pangan seperti beras, telur, hingga minyak goreng di e-Warong atau tempat yang telah ditunjuk.
Selain BPNT, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan tambahan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter. Program ini dikelola oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum Bulog dan Kementerian Sosial (Kemensos), dengan total sasaran mencapai 18,3 juta KPM di 514 kabupaten/kota.
Hingga awal November 2025, penyaluran bantuan pangan telah mencapai 70–80 persen secara nasional. Beberapa daerah seperti Kabupaten Kediri dan Kota Batam bahkan telah menuntaskan penyaluran hingga 100 persen.
Daftar Kabupaten/Kota yang Sudah Mulai Cair BPNT Tahap 5
Berdasarkan laporan resmi kanal Info Bansos (9 November 2025), pencairan BPNT tahap terbaru kini aktif dilakukan melalui jaringan bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Berikut wilayah-wilayah yang telah memulai pencairan:
Melalui Bank BNI
Pencairan melalui BNI berlangsung di sejumlah daerah besar seperti Bandung, Cirebon, Probolinggo, Malang, Indramayu, Sukabumi, Pemalang, Tuban, Kediri, Pasuruan, dan Magelang.
Beberapa kota besar seperti Bogor, Semarang, Tangerang, Surabaya, dan Jogjakarta juga melaporkan progres penyaluran cepat. Wilayah lain seperti Serang, Majene, Gowa, hingga Tabanan kini berada di tahap akhir pencairan.
Melalui Bank BRI
BNI bukan satu-satunya. Bank BRI juga mempercepat pencairan di banyak wilayah, antara lain Cianjur, Tasikmalaya, Grobogan, Lombok Timur, Nganjuk, Majalengka, Lampung Tengah, Subang, Demak, dan Purbalingga.
Pencairan di luar Jawa juga meliputi Palembang, Padang, Medan, Mataram, Gorontalo, hingga Kupang dan Timor Tengah Selatan.
Melalui Bank Syariah Indonesia (BSI)
Khusus wilayah Aceh dan sekitarnya, penyaluran dilakukan melalui BSI. Progres pencairan di provinsi ini termasuk yang tercepat di Sumatera, bahkan sebagian kabupaten sudah menyelesaikan proses tahap 4 dan kini berlanjut ke tahap 5.
Wilayah dengan Progres Penyaluran Tercepat
Jawa Tengah: Sragen, Brebes, Banyumas, Cilacap, Grobogan, Klaten, dan Pemalang.
Jawa Barat: Garut, Cianjur, Tasikmalaya, Bandung, Cirebon, Sukabumi, Bogor.
Jawa Timur: Jember, Probolinggo, Sumenep, Tuban, Kediri, Mojokerto.
Sumatera: Medan, Palembang, Padang, Solok, Lampung Timur, Bengkulu.
Kawasan Timur: Bone (Sulsel), Kutai Timur (Kaltim), Natuna (Kepri), Tapanuli Utara (Sumut).
Selain BPNT, pemerintah juga menyalurkan BLT senilai Rp 900.000 untuk masyarakat terdampak ekonomi dan cuaca ekstrem. Pencairan BLT dilakukan bersamaan dengan program bansos lain melalui jaringan bank Himbara.
Sementara itu, Program Keluarga Harapan (PKH) masih aktif berjalan dengan bantuan yang disesuaikan berdasarkan kategori penerima, seperti ibu hamil, balita, pelajar, penyandang disabilitas, dan lansia.
Baca Juga: 5 Jenis Bansos mulai Cair November 2025, dari PKH hingga Beras 20 Kg, dan 5 Tips bagi Penerimanya
Intinya, penyaluran BPNT Tahap 5 menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat di seluruh daerah. Bagi penerima manfaat, pastikan untuk mengecek saldo dan status pencairan melalui ATM atau aplikasi resmi Info Bansos Kemensos, agar bantuan bisa segera dimanfaatkan sesuai kebutuhan. (*)