JawaPos.com–Kabar duka datang dari jajaran TNI Angkatan Udara. Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko, mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) ke-28 yang pernah bertugas di era Presiden Joko Widodo, meninggal dunia pada Minggu (19/10)
Kabar kepergian perwira tinggi TNI AU itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI, khususnya satuan Paspampres. Komandan Paspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha bersama seluruh prajurit menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya sang mantan komandan.
Dalam pernyataan resminya di Instagram, Mayjen Edwin mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang disiplin, berintegritas tinggi, serta menjadi teladan dalam hal kesetiaan dan kehormatan.
“Beliau bukan hanya seorang komandan, tetapi panutan yang menanamkan nilai kesetiaan dan kehormatan dalam setiap langkah prajurit Paspampres,” tulis Mayjen Edwin melalui akun Instagram resmi Paspampres, dikutip Minggu (19/10).
Doa juga dipanjatkan untuk almarhum agar amal ibadahnya diterima Allah SWT.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosanya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” lanjut pernyataan tersebut.
Karir dan Pengabdian
Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko lahir pada 16 September 1971. Dia merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1993 dari kecabangan Kopasgat. Sepanjang karir militernya, Wahyu dikenal sebagai perwira dengan latar belakang komando yang kuat.
Dia bahkan pernah mengikuti pendidikan Komando di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat, sebuah hal yang jarang terjadi di kalangan perwira AU.
Sebelum berpulang, Wahyu menjabat sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Intelijen Militer dan Siber Panglima TNI. Jabatan terakhirnya di lingkungan TNI AU adalah Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau).
Di masa kepemimpinannya sebagai Danpaspampres periode 2022–2023, pasukan pengamanan presiden dikenal semakin profesional dan solid, terutama dalam menjaga keamanan VVIP dan kegiatan kenegaraan di bawah pemerintahan Presiden Jokowi.
Sosok Sederhana dan Pekerja Keras
Di balik karir militernya yang gemilang, Wahyu dikenal sebagai sosok yang sederhana dan pekerja keras. Dia adalah anak ketiga dari empat bersaudara, lahir dari keluarga prajurit.
Sang ayah, Peltu Djatmiko Sujadno, merupakan anggota TNI AU yang dengan penuh perjuangan membiayai pendidikan anak-anaknya.
Saat Wahyu menempuh pendidikan di SMA 67 Halim Perdanakusuma, Jakarta, dia telah memahami beratnya perjuangan sang ayah yang kala itu masih berpangkat sersan dan harus membiayai kuliah kedua kakaknya di universitas swasta.
Ketekunan dan semangat pantang menyerah itulah yang kemudian membentuk karakter Wahyu hingga menjadi perwira tinggi yang disegani. Rekan-rekannya di TNI mengenangnya sebagai sosok yang disiplin namun hangat, keras di medan tugas namun lembut dalam membina anak buah.
Warisan Teladan
Kepergian Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko meninggalkan jejak pengabdian yang dalam bagi TNI dan bangsa Indonesia. Di mata prajurit Paspampres, ia bukan hanya komandan, melainkan sosok yang menanamkan nilai-nilai kesetiaan, kehormatan, dan cinta tanah air.
“Selamat jalan Komandan. Nama dan jasa-jasa Anda akan selalu hidup dalam setiap prajurit Paspampres,” tutup pernyataan resmi Paspampres.