JawaPos.com - Kabar gembira datang di bulan Oktober 2025! Pemerintah kembali mencairkan enam jenis bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat Indonesia. Program ini diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan pokok, mendukung anak-anak sekolah, hingga mendorong kemandirian ekonomi rakyat menjelang akhir tahun.
Penyaluran dilakukan secara bertahap agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata di seluruh daerah.
Jadi, jangan sampai ketinggalan informasinya biar kamu dapat juga keuntungannya.
Berikut daftar enam bansos yang cair bulan ini dan siapa saja yang berhak menerimanya, dikutip dari Radar Bogor, Selasa (7/10).
1. BLT Dana Desa: Bantuan Tunai Rp 300.000 per Bulan
Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa menjadi salah satu program yang paling dinantikan masyarakat. Bansos ini diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp 300.000 per bulan.
Penyalurannya dilakukan secara fleksibel, tergantung kebijakan masing-masing desa bisa setiap bulan atau tiga bulan sekali. Dana ini diharapkan mampu membantu warga desa memenuhi kebutuhan dasar seperti sembako dan biaya rumah tangga.
2. Bansos Beras 20 Kg untuk 18,3 Juta KPM
Untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, pemerintah juga menyalurkan bantuan beras sebanyak 20 kilogram per KPM. Program ini mencakup periode Oktober hingga November 2025 dengan target 18,3 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Langkah ini diambil agar masyarakat tetap bisa mencukupi kebutuhan pangan meski harga bahan pokok tengah berfluktuasi di pasaran.
3. Bansos Minyak Goreng 2 Liter atau BLT Rp 300.000
Masih dalam rangka membantu dapur masyarakat tetap berasap, pemerintah juga menyalurkan bantuan minyak goreng 2 liter atau dalam bentuk BLT senilai Rp 300.000.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa minyak goreng yang diberikan kepada KPM adalah merek Minyak Kita, sebagai upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap aman menjelang akhir tahun.
4. Bantuan Pendidikan PKH dan KIP: Rp 900.000 per Siswa
Bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat, pemerintah menyiapkan bantuan pendidikan melalui program PKH (Program Keluarga Harapan) dan KIP (Kartu Indonesia Pintar).
Setiap siswa akan menerima dana sekitar Rp 900.000 yang langsung dikirim ke rekening masing-masing. Dana ini digunakan untuk mendukung kebutuhan sekolah, seperti seragam, alat tulis, hingga biaya transportasi.
5. Program Makanan dan Gizi untuk Disabilitas dan Lansia
Tak hanya fokus pada bantuan tunai, pemerintah juga memperhatikan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan lansia. Menteri Sosial Saifulah Yusuff menyiapkan program penyediaan makanan dua kali sehari bagi 35.000 penyandang disabilitas, serta bantuan pemenuhan gizi bagi lansia terlantar di atas 75 tahun.
Langkah ini menjadi bentuk kepedulian agar kelompok rentan tetap mendapatkan asupan gizi dan perhatian yang layak.
6. Bantuan Pelatihan dan Akses Usaha untuk Warga Produktif
Pemerintah juga meluncurkan program pelatihan keterampilan dan bantuan perizinan usaha bagi masyarakat yang ingin mandiri secara ekonomi.
Melalui program ini, individu yang ingin memulai bisnis dapat memperoleh dukungan modal awal, pelatihan dasar kewirausahaan, hingga kemudahan administrasi.
Tujuannya agar masyarakat tak hanya bergantung pada bantuan, tapi mampu menciptakan peluang usaha sendiri. (*)