JawaPos.com - Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah (Polda) Bali bersama ahli forensik RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar, menemukan adanya tindakan kekerasan pada tubuh perempuan WN Tiongkok, Cheng Jianan, 22, yang dilakukan oleh pacarnya Li Chiming, 25 sebelum ditemukan meninggal dunia, dikutip dari ANTARA.
"Dari hasil otopsi terhadap jenazah CJ, ada beberapa hal yang melemahkan korban ini yakni dibuat lemah atau mungkin tidak sadar, lalu dimasukkan dalam bathub," kata ahli forensik RSUP Sanglah Denpasar, dokter Dudut Rustyadi saat menggelar konferensi pers bersama tim Polresta di Denpasar, Bali, Rabu (17/5).
Selain luka memar tersebut, ahli juga menemukan luka lecet pada leher bagian depan kiri dan kanan yang berbentuk garis dengan panjang bervariasi mulai dari 2 cm sampai 5 cm.
Sementara itu, Dokter Kunthi Yulianti yang mengotopsi jasad Li Chiming menjelaskan penyebab kematian pada jenazahnya adalah kekerasan tajam pada leher yang mengakibatkan terputusnya pembuluh darah balik bagian kanan dan kiri yang menimbulkan pendarahan.
"Dari pemeriksaan otopsi, kami simpulkan bahwa luka-luka yang ada pada leher kanan dan kiri, kedua punggung tangan kalo kami lihat dari luka terbuka yang bergerombol ada yang dalam, juga luka lecet gores itu merupakan luka-luka biasa terjadi pada orang yang melukai dirinya sendiri," kata dia.
Dokter Kunthi menjelaskan dirinya dan tim melakukan pemeriksaan dalam atau otopsi terhadap jasad LC pada 7 Mei 2023 pukul 12.00 WITA. Dari pemeriksaan luar, terdapat 20 luka yang tersebar pada tubuh berupa luka-luka terbuka yang di setiap lokasinya bergerombol, kemudian ada luka lecet gores dan luka memar.
Selanjutnya, kata dia, berdasarkan pemeriksaan toksikologi terhadap sampel organ dan cairan tubuh korban baik LC maupun JC menunjukkan hasil tidak terdeteksi adanya pestisida, obat-obatan berbahaya, narkoba maupun alkohol.