← Beranda

Teror di Yahukimo Belum Reda, Dua Pria Dibunuh oleh OTK

Edy PramanaSenin, 1 Mei 2023 | 14.17 WIB
Ilustrasi korban pembunuhan. Aksi kekerasan terhadap warga sipil yang mengakibatkan hilangnya nyawa kembali terjadi di Kabupaten Yahukimo.

JawaPos.com – Aksi kekerasan terhadap warga sipil yang mengakibatkan hilangnya nyawa kembali terjadi di Kabupaten Yahukimo. Jika sebelumnya sepasang suami istri bernama Sukadi, 56, dan Mastia, 36, menjadi korban kekerasan orang tak dikenal (OTK) hingga sekarat, kini dua pria bernama Asri Obet, 54, dan Yonatan Arruan, 45, yang menjadi korban.

Keduanya tewas usai ditebas menggunakan senjata tajam oleh OTK. Kasus ini kini tengah ditangani oleh Polres Yahukimo. Ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Polres Yahukimo untuk mengungkap 2 kasus penganiayaan dengan 4 korban.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny menjelaskan bahwa kasus kekerasan tersebut terjadi sekira pukul 10.28 WIT di jalan Statistik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Minggu (30/4). Kedua korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa oleh masyarakat di rumah milik korban Yonatan Arruan.
“Setelah aparat tiba di lokasi, kemudian dengan cepat mengamankan TKP dan melakukan penyisiran serta olah TKP untuk mengetahui jejak pelaku yang bertanggung jawab atas kematian kedua korban,” ucap Benny seperti dilansir Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group).

Benny menerangkan, korban Yonatan Arruan ditemukan di belakang rumah, sedangkan korban Asri Obet ditemukan di kebun belakang rumah. Keduanya tewas bersimbah darah.

Sementara itu, Kapolres Yahukimo AKBP Arief Kristanto mengungkapan bahwa jenazah keduanya telah berada di RSUD Dekai untuk divisum. “Kami belum menemukan saksi-saksi yang mengetahui kejadian penganiayaan tersebut, namun hasil olah TKP yang kami lakukan, diamankan beberapa bukti-bukti berupa 1 pasang sendal swallow berwarna biru (terdapat bercak darah pada sendal sebelah kiri), 1 buah ketapel, 1 botol aqua isi 600ml dan 1 bungkus malkis Roma,” ungkap Arief Kristanto.

Tidak hanya itu, barang bukti lain yang diamankan yakni 6 lembar kertas berwarna putih, 2 lembar foto berukuran 3×4, 2 lembar foto berukuran 4×6, 1 lembar foto berukuran 2×3, 1 buah sisir berwarna merah, 1 gantungan kunci berisikan 3 buah kunci motor, 1 buah dompet bahan kulit berwarna coklat, 2 buah buku berwarna hijau, 2 buah noken, dan 1 buah baterai Samsung.

“Kami juga mengamankan 3 buah noken bermotif Bintang Kejora, 3 buah gelang bermotif Bintang Kejora, 2 buah ikat kepala bermotif Bintang Kejora, 39 lembar uang pecahan Rp 100.000, 8 buah kalung dengan mata kalung taring babi, 4 buah gelang dari bahan rotan, 1 buah taring babi, 2 buah kalung dari manik-manik, 1 buah dompet berwarna coklat, 1 unit HP Oppo warna biru, serta 1 unit HP Samsung warna silver,” beber Arief Kristanto.

Menurut Arief Kristanto, pelaku penganiayaan tersebut dilakukan oleh lebih dari 2 orang dan pada saat kejadian hanya ada kedua korban di TKP. Barang bukti yang telah diamankan tersebut kemudian akan dikembangkan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Walaupun ada kendala karena kurangnya saksi yang berada di TKP pada saat kejadian, namun kami akan tetap melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti serta keterangan yang ada guna mengungkap pelaku,” tutup Arief Kristanto.

EDITOR: Edy Pramana