← Beranda

Lebaran, Volume Sampah di Jakarta Turun Drastis, setelah Itu Naik Lagi

Tazkia Royyan HikmatiarRabu, 26 April 2023 | 21.53 WIB
Suasana TPST Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/8/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengelola sampah di dalam kota. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi TPST Bantargebang, Bekasi, yang

JawaPos.com - Banyaknya warga ibu kota yang mudik pada periode lebaran Idul Fitri 1444 H berimbas pada penurunan volume sampah di Jakarta. Turunnya volume sampah hanya terjadi pada hari H saja. Setelah itu sampah di Ibu Kota kembali seperti sebelum hari raya Idul Fitri.

Berdasar data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, tren tonase sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang dari Jakarta selama periode menjelang lebaran sangat fluktuatif. Khusus pada hari H Idul Fitri, volume sampah hanya 1.981 ton. Padahal, sebelum hari raya Idul Fitri volume sampah dari Jakata mencapai 8.932 ton.

Begitu juga setelah hari H lebaran, volume sampah di Jakarta meningkat drastis menjadi 2.344 ton. Sehari berikutnya kembali naik 4.096 ton sampah, H plus volume sampah naik lagi menjadi 5.025 ton.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto, tingginya tonase sampah pada beberapa hari sebelum lebaran Idul Fitri karena sejak empat hari sebelum Idul Fitri Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan dan pengemudi truk sampah telah diinstruksikan untuk melakukan pengosongan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di seluruh wilayah Jakarta.

"Sehingga H-4 sampai dengan H-1 sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang meningkat, kemudian sampah menurun saat H dan H+1 Hari Raya," ujar Asep kepada wartawan, Rabu (26/4).

Pengosongan TPS sebelum lebaran itu agar TPS dapat menampung sampah dengan kapasitas maksimal pada saat libur lebaran. Selain itu, kondisi lingkungan sekitar TPS akan tetap nyaman, tidak berbau menyengat, serta menghindari berkembangnya lalat, dan vektor penyakit lainnya.

“Sampah jika lebih dari 3 hari berdiam di TPS sudah mulai membusuk dan membuat tidak nyaman lingkungan. Kita menghindari itu,” katanya.

Dari sisi antisipasi peningkatan tonase sampah di ibu kota, dia mengaku tukang-tukang gerobak yang ikut mudik telah kembali bertugas. Dengan begitu, akumulasi tumpukan-tumpukan sampah yang sempat tertinggal di tempat sampah masing-masing rumah warga mulai dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).

"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kami sudah mengantisipasi peningkatan tersebut. H+7 sampai dengan H+9 operasional pengangkutan sampah akan sangat optimal," kata Asep.

EDITOR: Ilham Safutra