← Beranda

3 Penyebab Rusaknya Hati Menurut Islam, Salah Satunya Sombong

Mochammad Zimraan AsadellKamis, 1 Agustus 2024 | 01.48 WIB
Weton yang sombong dan suka marah menurut Primbon Jawa./Pexels/Ketut Subiyanto

JawaPos.com - Hati adalah komponen inti dari segala perilaku manusia, jika hati atau batinnya baik maka perilakunya atau zahir akan baik, berlaku sebaliknya. Karena hati merupakan inang dari kebaikan dan keburukan manusia.

Hati dapat menjadi pengarah bagi indrawi manusia. Manusia bisa menjadi jahat dan keji ketika memiliki hati yang busuk dan buruk. Hati yang baik dan suci juga bisa menjadikan manusia terpuji dan mulia.

Rasulullah SAW Bersabda, bahwasannya segumpal daging di dalam diri manusia bisa menentukan perlakuannya. 

أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ

‎Artinya: “Ingatlah, dan sesungguhnya di dalam diri manusia itu terdapat ‎segumpal darah. Jika ia baik, baik (pula) seluruh tubuh. Dan bila ia rusak, rusak ‎pula seluruh tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati.” (Muttafaqun Alaih)‎

Sebagai Hamba Allah SWT, manusia tentu ingin memiliki hati yang baik, sehingga bisa menjalani hidup yang tentram dan diridhoi oleh-Nya. Allah tidak melihat dari rupa dan harta hamba-Nya, melainkan dari hatinya. Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

‎’’Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan ‎tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR Muslim No ‎‎2564)‎

Dalam perspektif Islam penyebab hati rusak ada 3 perkara, sebagaimana yang Jawapos.com kutip dari website NU Online. Berikut adalah penyebab rusaknya hati:

  1. Sombong

Sombong adalah sifat yang sangat buruk di mata Allah SWT. Sebagai manusia kita tidak berhak sombong, karena semua yang kita miliki adalah titipan. Hanya Allah SWT yang boleh sombong karena Dia pemilik segala dunia dan isinya.

Tentu kita ingat kisah Iblis yang ditendang dari surga karena tidak mau sujud di hadapan adam. Iblis dikeluarkan oleh Allah SWT dari surga karena menolak perintah-Nya, ia berpendapat bahwa dirinya lebih mulia karena diciptakan dari api, sedangkan Nabi Adam AS dari tanah. 

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-A’raf ayat 13,

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُوْنُ لَكَ اَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا فَاخْرُجْ اِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيْنَ

 Artinya: Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu darinya (surga) karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”

 Untuk menghindari sikap sombong, kita harus sering beristighfar meminta ampun kepada Allah dan menyadari bahwa kita adalah makhluk yang fana.

  1. Riya

 Penyakit riya adalah bagian dari menutupi kebohongan, terdapat unsur penipuan diri sendiri dan juga orang lain di dalamnya. Riya menyebabkan kita berpura-bura di hadapan orang lain, sering mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan realita. Ia lempar batu sembunyi tangan, munafik, dan sering mengharapkan pujian dari orang lain. Sifat ini dijelaskan dalam Surat An-Nisa ayat 142:

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْۚ وَاِذَا قَامُوْٓا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰىۙ يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًاۖ ‏

‎‎’’Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang ‎menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka lakukan dengan ‎malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka ‎tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.’’

Untuk menghindarinya kita harus sering memperbanyak dzikir kepada Allah SWT, agar mendapat ketenangan di dalam hati dan tidak berlebih-lebihan.

Baca Juga: 4 Cara Cepat agar Terkabulnya Sebuah Doa 

  1. Hasad atau dengki

Hasad adalah perilaku mazmumah yang harus dihindari oleh manusia, dengki adalah iri terhadap sesuatu yang tidak kita miliki. Perilaku ini tercatat sudah sejak lama.

 Anak nabi Adam AS, mengidap penyakit ini terhadap saudara kandungnya sendiri. Qobil tega membunuh Habil, karena dirinya iri terhadap Habil. Qobil iri terhadap saudaranya lantaran saudara kandungnya dapat menikahi perempuan yang lebih cantik.

Allah berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 30: 

فَطَوَّعَتْ لَهٗ نَفْسُهٗ قَتْلَ اَخِيْهِ فَقَتَلَهٗ فَاَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ٣٠

Artinya: "Kemudian, hawa nafsunya (Qabil) mendorong dia untuk membunuh saudaranya. Maka, dia pun (benar-benar) membunuhnya sehingga dia termasuk orang-orang yang rugi." 

EDITOR: Ilham Safutra