JawaPos.com - Sembilan jenazah korban dukun pengganda uang Mbah Slamet telah menjalani autopsi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Kesembilan jenazah itu pun akhirnya dimakamkan dengan layak di Tempat Pemakaman Umum Desa Balun, Banjarnegara, dikutip dari RADAR BANYUMAS.
Kendati demikian, belum diketahui jelas identitas kesembilan jenazah tersebut. Hasil autopsi diserahkan oleh Kanit III Satreskrim Polres Banjarnegara Iptu Imam Sanyoto ke Pemerintah Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, guna dimakamkan di tempat pemakaman di sana.
Setelah jenazah diserahkan ke Pemerintah Desa Balun, kesembilan korban pembunuhan berencana Mbah Slamet tersebut dimulasarakan dalam tiga liang lahat dengan ukuran yang berbeda.
Kepala Polres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Mbah Slamet mengaku sudah membunuh setidaknya 10 orang sejak 2020. Namun, pelaku lupa siapa saja nama-nama korban tersebut.
"Ini sesuai dengan jumlah jenazah yang kami temukan (hingga 3 April)," ucapnya.
Personel Polres Banjarnegara dibantu sukarelawan dan warga pada Selasa (4/4) kembali menyisir lokasi penguburan korban pembunuhan berencana yang dilakukan Mbah Slamet.
Petugas gabungan kembali menemukan dua jenazah yang diduga laki-laki dan perempuan yang terkubur dalam satu lubang. Dua jenazah tersebut selanjutnya dibawak ke RSUD Hj. Lasmanah Banjarnegara.