← Beranda

Korban KA Bandung Raya di Mata Orang Terdekat, Yono Tak Lagi Pergi Pukul 2 Dini Hari

Ilham SafutraSabtu, 6 Januari 2024 | 19.20 WIB
Ilustrasi: Masinis Julian yang gugur di kecelakaan KA Turangga dengan KA Baraya. (Istimewa).

JawaPos.com - Tak akan ada lagi hari-hari ketika Sartika Pujasari melepas kepergian sang suami, Julian Dwi Setiyono, untuk bekerja sif pagi pada pukul 2 dini hari. Tak akan ada lagi hari-hari ketika ayah satu anak itu berpamitan untuk salat berjemaah di masjid.

”Lebih dari kaget, kehilangan sekali. Padahal, baru beberapa hari lalu kumpul-kumpul dengan keluarga,” kata Iah Khodijah, mertua Yono, sapaan akrab Julian Dwi Setiyono, kepada Radar Bandung kemarin (5/1).

Yono berpulang setelah KA Commuterline yang dikendalikannya bertabrakan dengan KA Turangga di dekat Stasiun Cicalengka kemarin pagi. Iah mengenang sang menantu sebagai sosok yang tekun dalam bekerja dan beribadah serta sangat menyayangi keluarga.

Bersama istri dan anak, Yono tinggal di sebuah kompleks perumahan di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Yasin Yulianto Wijaya, sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid Nur Azizi, tempat biasa Yono salat berjemaah, juga mengenang almarhum sebagai sosok yang agamis. ”Sedari kecil, almarhum rajin ke masjid,” ungkapnya. Sepengetahuan Yasin, Yono juga ulet.

Brahma Adi Prasetya, sahabat sejak kecil almarhum, memberikan kesaksian serupa. Yono, kata Brahma, sempat bekerja sebagai desainer grafis di Bogor dan Jakarta sebelum melamar ke PT KAI.

”Kalau tidak salah, dia diterima pada 2016 atau 2017. Sempat sebagai asisten sebelum menjadi masinis setelah menjalani pendidikan,” kenangnya.

Meski kariernya di KAI cemerlang, lanjut Brahma, Yono tak pernah lupa kawan. ”Dia sosok yang sangat menjaga pertemanan,” katanya. (kro/c14/ttg)

EDITOR: Ilham Safutra