← Beranda

Kumpulan Puisi yang Menyentuh Hati untuk Menyambut Hari Ibu, Karya Penyair Terkenal Indonesia

Dayinta Kadya PalupiSelasa, 19 Desember 2023 | 01.54 WIB
ILUSTRASI: Puisi untuk hari ibu (sumber: freepik/freepik)

 

JawaPos.com – Hari ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, merupakan hari yang dikhususkan untuk mengenang jasa-jasa seorang ibu.

Dalam menyambut Hari Ibu, sejumlah puisi dan kata-kata mungkin tidak bisa mewakili perasaan syukur dan bangga telah mempunyai ibu yang berjasa bagi hidup kita.

Meski demikian, kumpulan puisi tentang sosok ibu karya para penyair terkenal di Indonesia ini dinilai mewakili perasaan untuk mengutarakan jasa seorang ibu.

Dilansir dari website edukasi, berikut beberapa kumpulan puisi karya penyair terkenal seperti scribd, edunitas, dan Akademia

Puisi Ibu Karya Khairil Anwar

Pernah aku ditegur

Katanya untuk kebaikan

Pernah aku dimarah

Katanya membaiki kelemahan

Pernah aku diminta membantu

Katanya supaya aku pandai

Ibu…

Pernah aku merajuk

Katanya aku manja

Pernah aku melawan

Katanya aku degil

Pernah aku menangis

Katanya aku lemah

Ibu…

Setiap kali aku tersilap

Dia hukum aku dengan nasihat

Setiap kali aku kecewa

Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat

Setiap kali aku dalam kesakitan

Dia ubati dengan penawar dan semangat

Dan bila aku mencapai kejayaan

Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…

Tidak pernah aku lihat air mata dukamu

Mengalir di pipimu

Begitu kuatnya dirimu….

Ibu….!

ku sayang padamu….

Tuhanku….!

ku bermohon padaMu

Sejahterakanlah dia

Selamanya….

Puisi Ibu Karya Kahlil Gibran

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.
Dan "Ibuku" merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas kita dikala lara, impian kita dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan.
Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.

Puisi Ibu Karya Emha Ainun Najib

Kalau engkau menangis

Ibundamu yang meneteskan air mata

Dan Tuhan yang akan mengusapnya

Kalau engkau bersedih

Ibundamu yang kesakitan

Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan

Menangislah banyak-banyak untuk Ibundamu

Dan jangan bikin satu kalipun untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu

Kalau Ibundamu menangis,

para malaikat menjelma butiran-butiran air matanya

Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda

membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu

Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci

sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala menutup pintu sorga bagimu.

EDITOR: Novia Tri Astuti