JawaPos.com - Pada Minggu (3/12) pukul 15.05 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali menggelegar dengan erupsi mematikan. Luncuran abu vulkanik mencapai ketinggian mencengangkan, 1.500 meter dari puncak gunung api aktif tersebut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 75 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 10 detik. Letusan gunung berapi bukanlah peristiwa yang dapat diabaikan.
Dalam sejarah Indonesia, kita menyaksikan beberapa letusan gunung berapi yang dahsyat dan meninggalkan jejak bencana besar. Dampaknya tidak hanya terbatas pada saat letusan itu terjadi, tetapi juga bisa menciptakan malapetaka yang berkepanjangan.
Mirip dengan gempa bumi, besarnya letusan gunung berapi diukur menggunakan Volcanic Explosivity Index (VEI). Mulai dari peringkat 1 hingga 8, VEI memberikan gambaran seberapa besar dan merusaknya suatu letusan.
Dilansir dari coconuts.co pada Minggu (3/11), sepanjang sejarah Indonesia, ada beberapa letusan gunung berapi paling mematikan. Berikut 11 di antaranya:
- Gunung Agung, Bali
Letusan Gunung Agung pada 1963 merupakan yang terbesar pada abad ke-20 dengan kekuatan 5 VEI (Volcanic Explosivity Index).
Letusannya berlangsung dalam beberapa fase dari Februari hingga Januari 1964.
Mengakibatkan puluhan desa hancur dan lahan pertanian rusak parah akibat aliran lava. Diperkirakan lebih dari 1.000 orang meninggal dunia.
- Gunung Sinabung, Sumatera Utara
Setelah tidak aktif selama lebih 400 tahun, Sinabung kembali meletus pada 2010. Semenjak itu menjadi salah satu gunung paling aktif dan berbahaya di Indonesia.
Letusannya pada 2014 menewaskan 16 orang.
Hingga kini terus dipantau dengan status waspada. Jatuhnya abu vulkanik telah merusak tanaman pertanian.
- Gunung Papandayan, Jawa Barat
Letusan tahun 1772 merupakan yang terdahsyat dalam sejarah Papandayan. Longsoran puing-puing gunung menyapu 40 desa dan menewaskan kurang lebih 3.000 jiwa.
Mengubah bentuk gunung dengan runtuhnya sisi timur laut membentuk puncak kembar.
- Gunung Kelud, Jawa Timur
Dikenal sebagai salah satu gunung paling mematikan di Indonesia.
Diperkirakan telah memakan 15.000 korban jiwa sejak abad ke-15. Letusan terdahsyat terjadi pada 1586 yang menewaskan lebih dari 10.000 orang.
Dianggap berbahaya karena laharnya yang merusak.
- Gunung Maninjau, Sumatera Barat
Terbentuknya kaldera Maninjau akibat letusan besar 52.000 tahun lalu dengan kekuatan 7 VEI.
Merupakan salah satu letusan terbesar dalam sejarah dengan kaldera sepanjang 20 km dan lebar 8 km. Bekas letusan menyebar hingga 50-75 km.
- Gunung Galunggung, Jawa Barat
Letusan 1822 mengirim kolom letusan setinggi 24 km. Letusan dengan kekuatan 5 VEI ini menewaskan 4.011 jiwa dan menyapu bersih 114 desa.
Letusan 1982 disertai kilatan petir dramatis yang merusak mesin 2 pesawat yang melintas.
- Gunung Merapi, Yogyakarta
Gunung api paling aktif dan mematikan di Indonesia. Letusan 1930 (VEI 3) menewaskan 1.369 jiwa. Letusan 2010 (VEI 4) menewaskan 353 jiwa.
Diperkirakan total korban jiwa mencapai ribuan selama berabad-abad.
- Gunung Krakatau, Lampung
Letusan dahsyat Krakatau pada 1883 memicu tsunami dan gelombang suara terkeras sepanjang sejarah modern.
Mengakibatkan hampir 40.000 orang tewas. Berdampak signifikan terhadap iklim global dengan pendinginan rata-rata 1,2 derajat Celcius.
- Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat
Letusan gunung Tambora 1815 adalah salah satu letusan terkuat dalam sejarah dunia (7 VEI). Diperkirakan menewaskan 71.000 jiwa ditambah ribuan akibat kelaparan.
Menyebabkan pendinginan global dan fenomena “tahun tanpa musim panas” di Eropa.
- Gunung Samalas (Rinjani), NTB
Letusan Samalas tahun 1257 juga dengan kekuatan 7 VEI namun kurang dikenal dibanding Tambora dan Krakatau.
Berperan memicu zaman es kecil beberapa tahun silam. Pelepasan gas stratosfer terbesar sepanjang masa.
- Gunung Toba, Sumatera Utara
Letusan super gunung Toba 75.000 tahun lalu adalah letusan terbesar dalam 2,5 juta tahun terakhir di Bumi.
Mengeluarkan 700 meter kubik magma dan diduga sempat mendorong manusia ke ambang kepunahan. Satu-satunya letusan VEI 8 yang pernah terjadi di Indonesia.