JawaPos.com - Gempa bumi baru saja mengguncang Nepal pada hari Jumat (3/11) pukul 23.47 waktu setempat saat warga sedang tidur. Setidaknya ada lebih dari 150 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa dengan kekuatan M 6,4 tersebut.
Gempa bumi adalah salah satu fenomena alam yang paling dahsyat dan merusak. Dampaknya dapat menyebabkan kehancuran yang luas, jatuhnya korban jiwa, dan merusak keadaan ekonomi, sehingga menjadi ancaman besar bagi masyarakat.
Sepanjang sejarah, Planet Biru sudah mengalami berulang kali gempa bumi yang meninggalkan kerusakan besar bagi wilayah yang terkena dampak guncangannya.
Peristiwa seismik ini memiliki tingkat ukuran kekuatan yang bervariasi. Mulai dari getaran kecil hingga guncangan parah yang dapat memberikan dampak luar biasa.
Memahami kekuatan dan dampak guncangan bumi dapat membantu kita untuk mempersiapkan diri dalam melakukan mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh bencana gempa yang mungkin terjadi di masa depan.
Dikutip dari Geology Science, JawaPos.com merangkum lima gempa bumi terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah. Kita bisa mengkaji penyebab, dampak, dan mengambil pembelajaran dari peristiwa yang terjadi.
1. Gempa Valdivia (1960) – M 9,5
Gempa Valdivia ini adalah gempa terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah. Gempa ini terjadi pada tanggal 22 Mei sore waktu setempat, sekitar 160 km di lepas pantai Chili, sejajar dengan Kota Valdivia.
Guncangan berlangsung sekitar 10 menit dan memicu tsunami besar dengan gelombang hingga 25 meter. Tsunami utama menghantam pantai Chili dengan parah, melintasi Samudera Pasifik dan meluluhlantakkan Hilo, Hawaii.
Jumlah korban jiwa akibat gempa yang terjadi tahun 1960 ini tidak diketahui secara pasti. Jumlah total korban jiwa akibat gempa bumi dan tsunami diperkirakan antara 1.000 dan 6.000 orang. Ada sekitar 3.000 orang yang terluka.
2. Gempa Alaska (1964) – M 9,2
Gempa tahun 1964 juga dikenal sebagai gempa Jumat Agung terjadi pada pukul 17.36 waktu setempat hari Jumat 27 Maret 1964 di wilayah Prince William Sound, Alaska. Guncangan berlangsung sekitar 4,5 menit dan tercatat sebagai gempa terkuat yang pernah terjadi di Amerika Serikat.
Gempa tersebut memicu tsunami setinggi 8,2 meter yang menghancurkan desa Chenega, menewaskan 23 dari 68 orang yang tinggal di sana. Orang-orang yang selamat berlari keluar dari gelombang, mendaki ke tempat yang tinggi.
Gempa ini juga menyebabkan tanah longsor besar di bawah air yang mengakibatkan pelabuhan dan dermaga kota Port Valdez ambruk. Sebanyak 131 orang dikonfirmasi menjadi korban jiwa atas fenomena alam tersebut.
3. Gempa Sumatera (2004) – M 9,1
Salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah yang terjadi di abad modern. Gempa Bumi Sumatera yang juga dikenal sebagai gempa bumi Samudra Hindia tahun 2004 terjadi pada pukul 7.58 WIB pada tanggal 26 Desember dengan pusat gempa di lepas pantai barat Sumatera, Indonesia.
Gempa ini mencatatkan rekor patahan terpanjang yang pernah tercatat dalam sejarah gempa bumi, yang mencakup jarak 1.500 km. Tsunami yang diakibatkannya, dengan gelombang setinggi 30 meter menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan nyawa.
Gempa ini juga merupakan gempa dengan durasi patahan terlama, antara 8,3 dan 10 menit yang menyebabkan seluruh planet bumi bergetar 1 sentimeter. Total energi yang dilepaskan gempa ini adalah 550 juta kali lipat dari energi bom atom Hiroshima.
4. Gempa Tohoku (2011) – M 9,1
Pada hari Jumat 11 Maret 2011 pukul 14.46 waktu setempat, terjadi gempa megathrust bawah laut di lepas pantai Jepang. Gempa tersebut memicu tsunami besar dengan gelombang setinggi 40,5 meter.
Gelombang dari lautan merambat ke daratan sejauh 10 km dan menyebabkan kerusakan struktural yang luas dan parah di timur laut Jepang. Bandara, jalan raya dan rel kereta api hancur, 127.290 bangunan roboh, 272.788 bangunan separuh roboh, dan 747.989 bangunan rusak ringan.
Tsunami yang terjadi juga menyebabkan paparan nuklir di tiga reaktor di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi. Pada 10 Maret 2015, diumumkan bahwa korban yang terkonfirmasi adalah 15.894 orang tewas, 6.152 orang luka-luka, dan 2.562 orang hilang.
5. Gempa Kamchatka, Rusia (1952) – M 9,0
Pada tanggal 4 November 1952, pukul 4.58 waktu setempat, gempa besar terjadi di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia. Guncangan yang terjadi menghasilkan tsunami besar di seluruh Pasifik dengan gelombang hingga 15 meter.
Tragedi tersebut menyebabkan kerusakan parah di Semenanjung Kamchatka dan Kepulauan Kuril, menyebabkan sekitar 10.000 hingga 15.000 orang tewas. Ombaknya merambat hingga ke Peru, Chili, dan Selandia Baru.