← Beranda

Menlu Retno Sebut Perjuangan Pembebasan Palestina Masih Panjang

Tazkia Royyan HikmatiarMinggu, 5 November 2023 | 20.24 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa bantuan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina yang tengah digempur Israel patut diacungi jempol.

JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa bantuan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina yang tengah digempur Israel patut diacungi jempol. Namun menurutnya, perjuangan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan zionis Israel masih panjang.

"Keinginan masyarakat untuk memberikan bantuan saudara-sauadarannya di palestina itu sangat luar biasa, jadi kita pemerintah akan menkoordinir," ungkapnya kepada wartawan usai menghadiri Aksi Rakyat Indonesia Bela Palestina kepada wartawan, Minggu (5/11).
 
"Sekali lagi perjuangan kita tidak akan berhenti, jalannya masih sangat panjang, tapi kita akan berusaha semaksimal mungkin," ujar Retno.
 
Baca Juga: Perjuangkan Palestina di PBB, Anies: Saya Hormat dan Salut dengan Apa yang Dikerjakan Menlu Retno
 
Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tak perlu mempertanyakan lagi terkait sikap pemerintah Indonesia yang mendukung kemerdekaan bangsa Palestina.
 
"Jadi saya kira itu, sikap pemerintah sudah jelas," tambah Retno.
 
Baca Juga: Disambut Ribuan Masyarakat, Menlu Retno Bacakan Puisi 'Palestina Saudaraku' di Monas
 
Sebelumnya,ribuan orang tak ada hentinya bergerak ke arah Monas, Jakarta Pusat. Massa yang bergerak untuk mengikuti Aksi Bela Palestina itu tampak dihadiri berbagai latar belakang. Mulai dari usia maupun daerah.
 
Pantauan JawaPos.com di lokasi, tampak di jalanan mulai dari Jalan Budi Kemuliaan orang-orang sudah mulai penuh dan jalan kaki. Orang-orang dengan pakaian koko hingga dominasi hitam-hijau-putih-merah juga tampak terus bergerak ke arah panggung utama Monas.
 
Sementara itu, anak-anak kecil juga tampak banyak yang dibawa dalam Aksi Bela Palestina ini. Ada yang digendong, ada yang jalan kaki sembari dituntun, ada juga yang bahkan menggunakan kursi roda. 
 
Semua serempak berjalan masuk ke Monas menuju arah panggung. Di sana, bendera-bendera Palestina dan Indonesia sudah saling berdampingan, beberapa kali disapu angin. 
 
Di panggung utama itu juga tampak acara dimulai dengan pembacaan undang-undang tahun 1945 yang menyatakan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.
EDITOR: Dimas Ryandi