← Beranda

Siswa Pernah Terima Internet Gratis, Paket Baru Bakal Masuk Otomatis

Mohamad Nur AsikinSenin, 1 Maret 2021 | 21.58 WIB
Sejumlah siswa menggunakan fasilitas WiFi saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di balai warga Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Warga setempat menyediakan wifi gratis bagi pelajar yang terkendala biaya kuot
JawaPos.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menuturkan bahwa subsidi kuota data internet tahun ini akan dilanjutkan. Pengiriman perdana akan dilakukan pada Maret ini.

Dia juga menuturkan bahwa mereka yang telah menerima bantuan kuota ini pada tahun lalu akan secara otomatis kembali mendapatkannya. Namun, nomor dari si pengguna juga harus aktif.

"Mereka yang sudah menerima kuota pada bulan November-Desember 2020 dan nomornya masih aktif itu otomatis menerima bantuan kuota pada bulan Maret sekitar tanggal 11. Jadi kalau sudah pernah menerima, pasti akan menerima lagi," terang dia dalam Pengumuman Bantuan Kuota Fata Internet tahun 2021 secara daring, Senin (1/3).

Dia juga menuturkan, ada dari mereka yang telah mendapatkan subaidi kuota pada tahun lalu, di tahun ini tidak akan dikirimkan. Mereka adalah yang penggunaan kuotanya kurang dari 1GB.

"Ada beberapa pengecualian yang pertama adalah bagian kemarin diberikan tetapi penggunaannya di bawah 1 GB," tutur dia.

Hal ini dilakukan lantaran paket data tidak digunakan karena berbagai macam faktor. Oleh karenanya, mereka tidak akan lagi dikirimkan kuota gratis.

"Artinya itu tidak digunakan data yang diberikan karena berbagai macam alasan, jadi itu tidak akan diberikan bagi yang penggunaannya kemarin tidak digunakan datanya," ujarnya.

Selain itu, pemimpin satuan pendidikan pun tidak perlu lagi mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) untuk bagi yang sudah menerima bantuan pada bulan November dan Desember 2020.

Untuk besaran kuotanya, peserta didik PAUD akan mendapat data internet sebesar 7GB per bulan, peserta didik jenjang dasar dan menengah 10 GB per bulan. Sementara itu, pendidik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah 12GB per bulan, lalu untuk mahasiswa dan dosen 15GB per bulan.
EDITOR: Mohamad Nur Asikin