← Beranda

Tentang Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso, Otto Hasibuan Beberkan Pengakuan 3 Saksi Ahli

Muhammad ZulkifliRabu, 11 Oktober 2023 | 00.07 WIB
Otto Hasibuan di podcast Deddy Corbuzier

 

JawaPos.com – Pasca penayangan film dokumenter, Ice Cold di Netflix, kasus Jessica Wongso yang diduga menewaskan sahabatnya dengan kopi sianida kembali jadi sorotan.

Film dokumenter Ice Cold, dinilai menguak berbagai fakta baru yang membuat masyarakat mempertanyakan kembali kasus kopi sianida Jessica Wongso terhadap tewasnya Mirna Salihin. 

Kembali jadi tanda tanya besar, lantas apakah korban Mirna Salihin benar-benar meninggal karena sianida? Benarkah Jessica sebagai tersangka?

Untuk diketahui, kasus Jessica Wongso dan kopi sianida ini sudah lama terjadi, tepatnya pada 6 Januari 2016, tapi masih banyak masyarakat yang merasa kasus ini belum tuntas.

Bahkan mencuat kabar, bahwa pihak Jessica berniat untuk membuka kasus ini lagi dengan mengajukan PK atau Peninjauan Kembali, meskipun beberapa alat bukti dalam kasus ini sudah ada yang hilang.

Salah satu hal yang kontroversi dalam kasus ini adalah, kebenaran jasad (Alm) Mirna Salihin yang terus dipertanyakan apakah benar diotopsi atau tidak, untuk memastikan keberadaan sianida dalam tubuhnya?

Baca Juga: Otto Hasibuan Korbankan Liburan ke Alaska Demi Membantu Jessica Wongso

sebab, menurut pengacara Jessica Wongso, Otto Hasibuan, tidak ada sianida di dalam tubuh korban Mirna salihin.

“Menurut tiga saksi ahli kami, sianida ini tidak terbukti ada di dalam tubuh Mirna,” kata Otto Hasibuan dalam keterangannya di Youtube Deddy Corbuzier.

Kemudian yang membuatnya heran adalah, semua orang hanya fokus mempermasalahkan sianida yang ada di dalam gelas yang Mirna pakai saat kejadian, tapi melupakan sianida yang ada di dalam tubuh korban.

“Yang dipersoalkan selama ini hanya soal ada sianida di dalam gelas, tapi sianida yang ada di dalam tubuh korban tidak pernah terbukti ada,” pungkasnya.

Menurutnya, keberadaan sianida di dalam tubuh Mirna tidak pernah terbukti lantaran tidak ada otopsi terhadap tubuh korban.

Padahal, untuk mengetahui penyebab kematian Mirna Salihin, otopsi harus dilakukan demi untuk mengetahui apakah ada sianida di dalam tubuh korban atau tidak.

Baca Juga: Otto Hasibuan Dituding Memeras Orang Tua Jessica Wongso, Bostam Membantah

Otto Hasibuan mengaku mendapatkan info kalau jasad Mirna Salihin tidak diotopsi dari dr. Slamet Poernomo, saat itu sebagai saksi ahli forensik RS Polri Kramatjati Jakarta Timur.

“Kami tanya saudara dokter ahli, ‘ini mayatnya Mirna diotopsi?’ ‘tidak’ dia bilang,” kata Otto Hasibuan mempraktikkan percakapannya dengan dr. Slamet.

“(mayat) tidak diotopsi. Dia hanya diambil sampel. Otopsi itu menyeluruh dari otak ke bawah,” tambahnya.

Menurut Otto, berita yang mengatakan bahwa jasad Mirna diotopsi adalah bohong, tapi yang benar adalah hanya pengambilan sampel toksikologi.

Sianida baru ditemukan di tubuh Mirna tiga hari kemudian, ketika dilakukan lagi pengambilan sampel.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti