← Beranda

Sosok Luhut Binsar Pandjaitan di Mata Letjen Sintong, Simak Selengkapnya

Muhammad ZulkifliMinggu, 1 Oktober 2023 | 02.39 WIB
Letjen (Purn) Sintong Pandjaitan berbagi pengalamannya tentang Luhut di hadapan tokoh-tokoh nasional yang ikut hadir dalam acara Ulang Tahun ke-76 Luhut Binsar Pandjaitan./Sumber : Youtube Andra

JawaPos.com – Mantan bekas komandan Luhut Binsar Pandjaitan di Kopassus menceritakan pengalaman dan kesannya selama mengenal Luhut pada Kamis (28/9).

Saat itu adalah momen ulang tahun Luhut yang ke-76 sekaligus peluncuran buku bertajuk 76 th Luhut Binsar Pandjaitan Menurut Kita-Kita’ di Sopo del Tower, Kuningan, Jakarta.

Pada momen itulah, berkas komandan Luhut Binsar Pandjaitan, Letjen (Purn) Sintong Pandjaitan berbagi pengalamannya tentang luhut di hadapan tokoh-tokoh nasional yang ikut hadir saat itu.

Beberapa figur yang hadir adalah Capres Prabowo, SBY, Jusuf Kalla, Rizal Ramli, Rocky Gerung, Aburizal Bakrie, Sandiaga Uno, Kaesang, Bamsoet, dan lain sebagainya.

Di hadapan hadirin, Letjen (Purn) Sintong Padjaitan mengatakan, Luhut adalah anak buahnya yang paling bagus dan pintar.

“Saya sudah pengalaman mulai operasi di Kalimantan, di Irian, di Tim Tim, di Aceh, semua sudah saya jalani, tapi satu bahwa Luhut adalah yang terpintar dari perwira-perwira yang pernah saya pimpin,” katanya.

“Dia adalah seorang perwira yang berani dan tegas, tapi keberanian dan tegas itu menjadi hal yang merugikan dia, terus terang,” lanjutnya.

Dalam acara ulang tahun Luhut itu, mantan komandannya tidak hanya menceritakan sisi positif diri Luhut, tapi juga mengimbanginya dari sudut pandang yang berbeda secara fair.

Menurut Letjen (Purn) Sintong Padjaitan, Luhut sedikit berbeda dibanding prajurit TNI lainnya saat itu, di mana jika ada perintah dari atasan, maka akan langsung dilaksanakan.

Namun berbeda dengan Luhut, jika dia memiliki pandangan lain yang lebih baik, maka akan disampaikan terlebih dahulu kepada sang komandan.

Bahkan saat ia memerintahkan Luhut untuk jadi Dubes di Singapura atas permintaan Presiden Habibie, Luhut menolak atas alasan masih ingin berkarir di TNI.

“Dia bilang, ‘bang! Saya masih muda, kalau saya jadi Dubes saya pensiun, saya ingin jadi KASAD begitu’,” kata Sintong mempraktekkan perkataan Luhut.

Sintong pun jadi jengkel mendengar penolakan Luhut, tapi setelah ia memaki Luhut akhirnya anak buahnya itu bersedia juga menjadi Dubes di Singapura.

“Hut, jelek kali muka kau! Udahlah kau nggak usah mimpi jadi KASAD,” kata sintong sambil tersenyum mengingat masa-masa itu

Luhut Binsar Pandjaitan Selalu Dipercaya Menyelesaikan Masalah

Selain itu, Letjen (Purn) Sintong Padjaitan juga menceritakan, bahwa sejak dulu Luhut sering diandalkan untuk menyelesaikan suatu masalah.

“Dia (Luhut) selalu jadi orang yang tersibuk, yang diperintahkan untuk mengelolah suatu permasalahan,” katanya.

“Kalau ada apa-apa, seperti pelatihan di Sumatera, siapa yang jadi Komandannya? Pasti Pak Luhut. Siapa komandan operasi tempur di Jawa Timur? Pak Luhut. Siapa pelaksana lapangan ya Pak Luhut,”

 

EDITOR: Hanny Suwindari