JawaPos.com - Perumusan teks proklamasi 17 Agustus 1945 menjadi salah satu peristiwa paling bersejarah untuk Bangsa Indonesia. Bahkan dalam pidatonya, Soekarno (Bung Karno) menyebut proklamasi sebagai peristiwa maha penting dalam sedjarah kita.
Tujuh jam sebelum teks proklamasi dibacakan, 17 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB dini hari, Bung Karno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo menyusun naskah tersebut di rumah Laksamana Maeda.
Rumah tersebut kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang terletak di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
Setelah naskah dua alinea yang penuh pemikiran tersebut selesai pada pukul lima pagi, lantas diserahkan kepada Sayuti Melik didampingi BM Diah untuk diketik. Hasil ketikan diserahkan kepada Bung Karno kembali untuk ditandatangani.
Pada akhirnya, lima jam setelah itu 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB bertempat di halaman rumah Bung Karno, Jalan Pegangsaan Timur (Jalan Proklamasi) Nomor 56. Naskah proklamasi dibacakan dengan khidmat.
Peristiwa penting dalam sejarah Bangsa Indonesia terjadi, pembacaan proklamasi oleh Bung Karno dimulai dengan pidato singkat yang kental dengan gelora euforia rakyat di seluruh Indonesia.
Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, sudah 78 tahun hingga 2023 kini. Rakyat Indonesia merayakan dengan kebahagiaan semangat perjuangan yang tak lekang oleh waktu. Berikut ini bunyi teks proklamasi tersebut.
"Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, 17 Agustus 1945
Atas nama Bangsa Indonesia
Soekarno – Hatta"
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, 17 Agustus 1945
Atas nama Bangsa Indonesia
Soekarno – Hatta"