JawaPos.com — Masa libur panjang seperti sekarang memang menjadi saat yang tepat bagi siapa saja untuk melepas penatnya setelah lelah bekerja keras demi sekadar bisa bertahan hidup di negara kita tercinta.
Ada beberapa orang yang melepas penat mereka dengan pergi healing ke tempat-tempat wisata populer bersama keluarga atau sekadar hangout bersama teman dan sahabat ke mall atau taman-taman kota.
Namun, ada juga orang yang lebih memilih untuk menikmati hari libur mereka dengan bersantai tanpa melakukan apa-apa selain rebahan di kamarnya.
Buat kamu-kamu yang termasuk tipe orang mageran saat libur panjang, yuk, simak 25 rekomendasi judul anime movie terbaik pilihan Jawa Pos yang bisa kamu tonton sambil rebahan di depan tivi atau laptop seharian!
- Liz and The Blue Bird (2018)
Hari-hari Liz nan sunyi-sepi pun berakhir ketika dia berjumpa dengan seekor burung biru yang mampu bersalin rupa menjadi seorang gadis muda. Hari berganti hari, dan hubungan di antara mereka pun semakin berkembang sampai Liz diharuskan membuat keputusan yang mengiris hatinya demi mewujudkan cintanya kepada Blue Bird!
Nozomi Kasaki dan Mizore Yoroizuka, adalah sepasang sahabat yang tergabung dalam sebuah klub orkestra sejak SMP, bahkan sampai SMA pun mereka tetap bersama dan seolah tak terpisahkan.
Pada seleksi regional di tahun ketiganya, mereka didapuk sebagai pemain utama dan membawakan bagian soli pada gerakan ketiga Liz and The Blue Bird, partitur yang terinspirasi dari dongeng tersebut.
Mizore yang introver, memainkan instrumen oboe, mewakili Liz yang lembut; sementara Nozomi yang supel, memainkan flute, merepresentasikan Blue Bird yang ceria dan energik.
Namun, saat latihan, duet mereka tidak pernah berhasil memuaskan anggota klub. Keduanya berusaha keras untuk memahami lagi esensi dari partitur yang mereka bawakan. Berusaha memahami, siapakah Liz dan siapakah Blue Bird.
Akankah Mizore dan Nozomi menemukan harmoni di antara disrupsi tempo persahabatan mereka? Akankah keduanya memahami peran mereka untuk satu sama lain? Dapatkah mereka menemukan kekuatan ketika menghadapi kenyataan pahit yang menanti di ujung cerita?
Liz and The Blue Bird, adalah cerita selipan dari serial utama Sound! My Euphonium, yang memiliki gaya penceritaan dan animasi yang unik khas Naoko Yamada. Kisah Mizore dan Nozomi menari-nari di antara paralelnya dongeng Liz dan Blue Bird, membawa kita pada cerita nan menawan tentang persahabatan gadis SMA yang berusaha gapai mimpi mereka.
- A Silent Voice (2016)
Sebagai seorang remaja berandal, Shouya Ishida berusaha mengatasi kebosanan-nya dengan cara yang paling tidak bisa dimaafkan. Ketika Shouko Nishimiya yang tunarungu baru saja pindah ke kelasnya, ia dan teman-teman sekelasnya pun tanpa pikir panjang langsung merisak dan menindas si anak baru.
Namun, ketika perisakan tersebut sampai ke telinga ibunda Shouko, teman-teman Shouya pun langsung menunjuk si remaja berandal tersebut tanpa ragu. Praktis, Shouya-lah yang disalahkan. Dia yang mulanya dikelilingi oleh banyak teman, berubah jadi penyendiri sebab dikucilkan.
Dihantui oleh perasaan bersalah, ia dengan tulus berusaha untuk menebus dosanya di masa lalu dengan berusaha bertemu dengan Shouko dan meminta maaf padanya.
A Silent Voice, merupakan sebuah kisah yang mengharukan tentang pertemuan kembali Shouya dan Shouko dan upaya jujur mereka untuk menerima diri masing-masing. Digarap oleh Naoko Yamada, film animasi yang memenangkan Tokyo Anime Award Festival untuk kategori skenario terbaik ini menjadi sebuah pengingat agar kita selalu memaafkan dan menerima diri sendiri.
- Revue Starlight: The Movie (2021)
Kelulusan semakin dekat, dan pementasan pun memulai babak yang barunya. Namun, ternyata naskah Wi(l)d Screen Baroque tidak seperti naskah-naskah lain yang pernah dipentaskan oleh para gadis teater terbaik dari generasi ke-99 di Akademi Musik Seishou.
Ketika hampir semua gadis di angkatan ke-99 telah menentukan masa depan mereka setelah lulus dari akademi, Aijou Karen justru bingung dan termangu usai dirinya memenuhi janji untuk tampil bersama dengan teman masa kecilnya, Hikari Kagura.
Apa yang ada di balik janji tersebut adalah misteri bagi Karen, sebab Hikari adalah bahan bakar agar hasratnya untuk tampil sebagai gadis teater tetap menyala. Namun, setelah Hikari memutuskan untuk melanjutkan studinya ke luar negeri, Karen pun harus menghadapi kenyataan tentang Gadis Panggung dan menemukan jalannya sendiri menuju masa depan di panggungnya sendiri.
Revue Starlight: The Movie, dengan plot dan gaya penceritaan-nya yang unik sebagaimana babak-babak dalam pementasan teater, mengajak penonton untuk memahami diri dan menggapai mimpi masing-masing.
- Doukyusei -Classmates- (2016)
Hikaru Kusakabe merupakan siswa biasa yang fokus pada masa kini. Selama musim panas, kelasnya dipaksa untuk berpartisipasi dalam sebuah festival paduan suara yang akan datang.
Tanpa sengaja, ia mendapati teman sekelasnya, Rihito Sajou, si Murid Berprestasi, sedang berlatih menyanyi seorang diri. Namun, tampaknya ia kesulitan untuk menyanyikan lagu untuk kelas mereka dengan benar.
Kusakabe, yang senang bisa melihat sisi lain dari temannya yang selalu serius tersebut, menawarkan bantuan kepada Sajou untuk mempersiapkan penampilan kelas mereka.
Meskipun kehidupan mereka saling bertolak belakang, tetapi Kusakabe dan Sajou justru semakin dekat. Namun, dengan tekanan ketidakpastian akan masa depan, tak seorang pun yang tahu nasib hubungat mereka yang kian erat.
Doukyusei -Classmates- adalah film yang penuh kasih sayang—hangat-hangat teh manis, meski meninggalkan rasa bittersweet di hati penontonnya.
- 5 Centimeters per Seconds (2007)
Apa yang akan terjadi ketika dua orang yang saling mencintai, tetapi tidak ditakdirkan untuk bersama?
Takaki Toono dan Akari Shinohara, adalah teman masa kecil yang, karena keadaan yang di luar kendali, mereka pun terpisah satu sama lain. Meski demikian mereka telah berjanji untuk tetap terhubung walau jarak dan waktu di antara mereka semakin membentang lebar, tapi rangkaian perasaan itu tetaplah ada.
5 Centimeters per Seconds garapan Makoto Shinkai ini adalah drama romantis yang berfokus pada kenyataan pahit dari hubungan jarak jauh atau LDR, yang terasa semakin menyayat dengan lagu “One More Time, One More Chance” dari Masayoshi Yamazaki yang menjadi original soundtracknya.
Takaki Toono dan Akari Shinohara yang terjebak pada masa lalunya, tak bisa membuat kenangan baru. Mereka berpegang pada janji kosong untuk kembali berjumpa pada esok hari yang entah kapan datangnya. Mereka menjalani hari dengan setengah hati, menyakiti diri sendiri dan juga orang-orang di sekitarnya.
5 Centimeters per Seconds, menjadi film Makoto Shinkai yang menyentuh hati dan membuat penontonnya merenung.
- Your Name (2016)
Siapa, sih, yang tidak kenal dengan film anime terbaik garapan Makoto Shinkai berjudul Your Name?
Bercerita tentang Mitsuha Miyamizu, seorang gadis SMA yang ingin menjalani keseharian layaknya seorang murid laki-laki di Tokyo yang ramai, sebuah mimpi yang sangat kontras dengan kehidupannya saat ini di pedesaan di pinggiran Jepang; dan Taki Tachibana, yang menjalani kehidupan nan sibuk sebagai siswa SMA yang juga bekerja paruh waktu demi mimpinya menjadi seorang arsitek.
Suatu hari, Mitsuha terbangun di sebuah kamar yang bukan miliknya dan mendapati bahwa ia telah menjalani kehidupan impiannya untuk menjadi seorang murid laki-laki di Tokyo melalui tubuh Taki. Di tempat lain, Taki malah mendapati dirinya menjalani kehidupan Mitsuha di desa yang sederhana. Demi menyibak misteri fenomena bertukarnya jiwa ini, mereka pun bekerja sama untuk memecahkannya.
Your Name, menjadi karya Makoto Shinkai paling ikonik yang bahkan tidak hanya para wibu saja yang menontonnya, tapi juga orang-orang yang normies pun tak ketinggalan untuk mencicipinya di layar bioskop. Bahkan sampai sekarang pun, film anime ini masih berada di listikel teratas dalam daftar wajib anime yang harus ditonton oleh wibu pemula!
- Weathering with You (2019)
Tokyo dilanda hujan terus-menerus tiada henti. Hodaka Morishima, nekat berlari menerobos guyuran hujan yang tak kunjung reda itu demi bisa kabur dari kampung halamannya. Di tengah kenekatannya merantau ke kota yang asing, untuk menghidupi diri sendiri Hodaka pun berakhir dengan bekerja di sebuah penerbitan kecil. Pada saat yang sama, Hina Amano juga sedang berusaha mencari penghidupan demi dirinya dan sang adik.
Takdir mereka pun berkelindan ketika Hodaka berusaha menyelamatkan Hina dari orang-orang yang mencurigakan. Keduanya pun memutuskan untuk melarikan diri bersama.
Tak lama kemudian, Hodaka menyadari kemampuan supranatural Hina yang mampu ‘memanggil’ matahari setiap kali dirinya berdoa, sehingga ia pun menjulukinya sebagai ‘Gadis Cuaca’.
Melihat potensi adanya pemasukan dari kekuatan itu, dengan mempertimbangkan cuaca Tokyo yang tidak bersahabat, Hodaka pun menyarankan agar Hina mulai me-monetize kemampuan supranaturalnya mengendalikan cuaca.
Pada awalnya, keadaan baik-baik saja. Namun, selalu ada harga yang harus dibayar dari segala sesuatunya.
Weathering with You, yang juga digarap oleh Makoto Shinkai ini, juga menjadi film anime sangat populer dan masih menempati urutan teratas bersama dengan Your Name dalam listikel anime-anime yang wajib ditonton oleh orang-orang.
- Garden of Words (2013)
Pada suatu pagi yang diguyur hujan di Tokyo, Takao Akizuki, seorang calon perajin sepatu, memutuskan untuk membolos sekolah dan pergi membuat sketsa di bawah salah satu gazebo di sebuah taman yang indah.
Di sana, Takao bertemu dengan seorang wanita cantik dengan pesona misterius bernama Yukari Yukino. Si pemuda yang terkesima pun menawarkan diri untuk membuatkan sepatu kepada sang wanita yang kala itu dirundung sendu.
Bersama janji membuatkan sepatu itulah, Takao dan Yukari terus bertemu di tempat yang sama sepanjang hujan terus mengguyur Tokyo.
Hubungan mereka semakin dekat, dan ikatan mereka pun diuji ketika musim hujan hendak berakhir.
Garden of Words, meskipun berdurasi tidak sampai satu jam, menawarkan visual animasi yang begitu indah dan detail khas Makoto Shinkai yang dipadu-padankan dengan musik latar yang turut membangun suasan menjadi lebih mengena di hati para penontonnya.
Dan, penulis sarankan buat kamu yang baru saja memulai untuk mengikuti diskografi Makoto Shinkai agar menonton ketiga film animasi ini secara berurutan dimulai dari Garden of Words, Your Name, dan Weathering with You, karena Makoto Shinkai sudah menyiapkan easter egg pada masing-masing judul yang akan membuatmu terpesona.
- Summer Ghost (2021)
“Pernahkah kamu mendengar rumor tentang Hantu Musim Panas?”
Film animasi pendek garapan Flat Studio ini mengalih-wahanakan manga karya Loundraw (mangaka Azure and Claude, You Shine in The Moonlit Night) yang berjudul sama, Summer Ghost, yang bercerita tentang tiga murid SMA, Tomoya, Aoi, dan Ryou, yang berbagi rasa penasaran yang sama perihal Hantu Musim Panas.
Konon katanya, kembang api dapat menenangkan jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal, sekaligus media untuk memanggil si Hantu Musim Panas yang dipercaya sebagai roh dari seorang wanita yang mati bunuh diri yang dapat menjawab semua pertanyaan tentang kematian.
Tomoya yang tidak bisa menggapai mimpinya, Aoi yang tidak dapat menemukan tempatnya sendiri, dan Ryou yang masa depannya terhalang oleh tembok, dipertemukan oleh sebuah forum di media sosial tentang Hantu Musim Panas. Ketiganya pun berteman dan memulai penyelidikan terhadap urban legend di kota mereka tersebut berbekal petunjuk soal kembang api.
Dan benar saja, si Hantu pun datang dengan gaun hitam pemakaman dan mulai menjawab pertanyaan dari ketiga remaja tersebut.
Namun, Tomoya tidak puas. Sendiri, ia mulai memanggil lagi si Hantu. Semakin banyak waktu yang ia gunakan untuk bertemu dengan Hantu Musim Panas, semakin banyak pula misteri yang terungkap.
Di antara mambang petang musim panas, ketika yang hidup dan yang mati saling melintasi garis di masing-masing alam, ke mana kira-kira mereka akan menjejakkan kaki?
Summer Ghost, memiliki ceritanya sungguh mengena yang dikemas dengan visual yang memukau, mengadaptasi secara sempurna gaya Loundraw yang cocok dengan suasana berat yang melingkupi ceritanya. Film animasi ini tidak butuh bertele-tele untuk berbicara tentang sekolah, masa depan, mimpi, persahabatan, dan bahkan perkara hidup-dan-mati sekalipun.
- Trilogi Kizumonogatari (2016-2017)
Selama tahun kedua Koyomi Araragi di SMA Swasta Naoetsu, secara kebetulan ia bertemu dengan Tsubasa Hanekawa si Murid Teladan dan Berprestasi. Dalam salah satu obrolan mereka, Hanekawa menyinggung soal rumor mengenai seorang vampir wanita berambut pirang yang berdarah panas-berdarah dingin-dan berdarah besi yang sedang berkeliaran di kota mereka.
Saking senangnya mendapat teman baru, Araragi pun mengabaikan rumor tersebut dan menjalani sisa harinya dengan riang-gembira. Namun, dalam perjalanan pulang, ia melihat bercak darah yang tercecer di sepanjang jalan sampai ke peron stasiun.
Di ujung sana, di atas darah yang menggenang, Araragi pun melihat sosok sang Vampir yang telah sekarat dengan tubuh terpotong-potong. Sang Vampir pun menjerit meminta tolong.
Araragi pun harus segera membuat keputusan yang akan mengubah hidup si remaja selamanya.
Kizumonogatari, merupakan sebuah babak awal dari serial Bakemonogatari karangan Nisioisin yang diadaptasi menjadi sebuah trilogi yang memukau. Meskipun sang Penulis telah mewanti-wanti bahwa novel ringan bikinan-nya mustahil untuk dialihwahanakan menjadi karya animasi, tetapi Studio Shaft menjawab bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Dan, inilah buktinya!
- Children of The Sea (2019)
Liburan musim panas Ruka Azumi biasanya dihabiskan di lapangan bola tangan untuk menghindari sang Ibu yang pecandu alkohol. Ketika sebuah insiden di lapangan membuat Ruka terpaksa dikeluarkan dari klub, ia pun terpaksa mencari cara lain untuk kabur dari rumah.
Si Gadis pun berakhir di akuarium tempat sang Ayah bekerja. Di sana, ia bertemu dengan Umi, seorang anak laki-laki misterius yang rumornya dibesarkan oleh para duyung.
Ruka dan Umi pun menjadi teman dekat dan menjelajahi seisi akuarium bersama, sampai mereka bertemu dengan Sora, saudara laki-laki Umi, yang mengajak keduanya untuk mulai menjelajahi lautan.
Bertiga, mereka mempelajari festival aneh yang tengah dipersiapkan oleh seluruh makhluk dari penjuru dunia.
Children of The Sea, merupakan adaptasi dari manga karya Daisuke Igarashi yang memiliki cerita nan indah dan kental dengan mistisme-nya yang mencoba untuk menelaah kedudukan kita, manusia, di alam semesta ini.
- Maquia: When the Promised Flower Blooms (2018)
Maquia adalah bagian dari ras khusus yang terisolasi dari masa arkais, Iorph, yang terkenal berusia panjang. Ia merasa kesepian, meskipun dikelilingi oleh orang-orang yang satu ras dengannya. Si Gadis sering kali melamun perihal dunia luar, tetapi ia memiliki keberanian untuk memulai langkah pertamanya keluar dari desa sebab peringatan sang Tetua.
Suatu hari, kerajaan Mezarte menyerang desa Iorph menggunakan naga-naga raksasa Renato. Terjebak di antara kekacauan, Maquia terbawa pergi oleh salah satu naga yang lepas kendali dan dijatuhkan ke tengah hutan belantara.
Di sana, ia menemukan seorang bayi dari sisa-sisa karavan yang baru saja diserang oleh bandit. Perasaan untuk merawat bayi malang tersebut pun menyelusup ke dalam dada Maquia. Ia pun menamai bayi itu Ariel, dan membawanya pergi.
Meskipun Maquia tidak tahu apa-apa soal dunia luar, apalagi soal membesarkan seorang anak yang menua lebih cepat daripada dirinya, dia tetap bertekad untuk berhasil bagaimanapun caranya.
Maquia: When the Promised Flower Blooms, memang berdurasi cukup panjang (1 jam 55 menit) dan tergolong slow paced. Namun, di situlah cara menikmati media dengan tema yang memotret siklus kehidupan secara utuh—tidak perlu buru-buru, sebab semua akan ada waktunya; nikmati tiap momen dalam hidup sekecil apapun itu, sebab perpisahan adalah niscaya dan seperti julukan ras Iorph, ‘Clan of Parting’, kita tidak bisa lepas darinya.
- Non Non Biyori Movie: Vacation (2018)
Menjelang berakhirnya musim panas, kesenangan para gadis remaja di Asahigaoka pun mendekati ujungnya. Namun, keisengan mereka berbuah berkah ketika Suguru Koshigaya, kakak lelaki tertua dari Komari dan Natsumi, berhasil memenangkan hadiah utama dari lotre: paket liburan ke Okinawa!
Setelah persiapan yang tergesa-gesa, kelompok Asahigaoka pun berangkat dengan kecepatan penuh ke pulau di selatan Jepang tersebut demi berwisata tiga hari di sana.
Setibanya di Okinawa, mereka disambut oleh putri muda dari pemilik penginapan, Aoi Niizato. Meskipun sepantaran dengan Natsumi, si Bungsu dari Koshigaya bersaudara, tetapi kedewasaan pribadi Aoi membuat si gadis jahil merenungkan kembali sifatnya yang kekanakan.
Non Non Biyori Movie: Vacation, adalah sebuah film animasi yang ringan dan penuh dengan canda-tawa, yang menjadikannya anime movie yang cocok ditonton bersama dengan keluarga di ruang tengah.
- Pompo: the Cinephile (2021)
Joelle Davidovich Pomponette, atau lebih dikenal sebagai ‘Pompo’, adalah seorang produser film yang sangat berbakat, yang mewarisi pandangan sinematik sang Kakek. Meskipun demikian, ia menolak hal-hal selain memproduksi film kelas B yang murahan.
Sampai suatu hari Pompo menyerahkan produksi naskah untuk skenario ambisius tentang kehidupan seorang komposer kepada sang Asisten, Gene Fini, dan mengumumkan bahwa ia telah mendapat penghargaan atas penyutradaraan pertamanya.
Bertekad untuk membuat film tersebut bersinar, Gene pun mencurahkan segalanya kepada proyek tersebut. Namun, dengan beban yang sangat berat ditambah masa tenggat yang begitu singkat, sutradara bercita-cita tinggi ini pun berjuang dengan apa yang harus dikorbankan demi menciptakan yang terbaik dari yang paling baik!
Pompo: the Cinephile, menjadi media yang bagus ditonton untuk kamu yang penasaran dengan pekerjaan-pekerjaan di belakang layar dari sebuah film yang sedang tayang di bioskop kesayangan. Segala suka-duka para kreator di balik layar dikemas dengan sinematografi yang ekspresif dan penuh warna, sehingga film ini bisa dibilang sangatlah ceria dan positif.
- Blue Giant (2023)
“Aku pasti akan menjadi pemain jazz terbaik di dunia!”
Film animasi ini mengikuti kisah dari tokoh Dai Miyamoto, seorang mantan anggota klub basket yang mulai belajar bermain saksofon tenor meskipun ia buta partitur nada.
Mau hujan-badai atau panas-terik, siang atau malam, Dai terus berlatih memainkan saksofon-nya dengan tekun. Walaupun ketika tampil di gigs untuk pertama kalinya Dai mendapat banyak kritik, tapi dia tetap maju dan menerima kritik-kritik tersebut dengan tangan terbuka.
Sebuah kisah tentang perjalanan menggapai mimpi yang murni dan tulus pun dimulai.
Blue Giant, kalau kamu pernah menonton film Whiplash, mungkin film animasi ini akan meninggalkan kesan yang serupa setelah menontonnya. Sebab Blue Giant menawarkan sebuah potret seseorang yang dengan penuh perjuangan berusaha menggapai mimpinya untuk menjadi yang terbaik.
- Belle (2021)
“U” adalah sebuah media sosial populer di mana orang-orang dapat membuat persona virtual mereka sendiri dan memulai hidup baru. Di antara lima miliar pengguna, ada seorang pendatang baru yang menjadi perhatian orang-orang.
Adalah Belle, seorang penyanyi cantik dengan suara merdu nan memikat hati banyak orang.
Namun, rasa penasaran orang-orang pun mulai tergugah soal ‘siapa’ yang berada di balik persona cantik nan memukau dari sang diva.
Di tempat lain, Suzo Naito, seorang gadis pemalu di sebuah pedesaan, karena sebuah trauma, tidak lagi bisa bernyanyi seperti dulu. Segala usahanya berakhir menemu jalan buntu. Hingga pada akhirnya, si gadis menemukan media sosial “U” yang membuatnya bisa kembali menyanyi seperti sedia kala dengan bantuan persona “Belle”.
Pertemuan yang tak disengaja dengan Dragon di tengah konsernya pun, membuat Suzu dan Belle harus berjuang untuk mendapatkan identitas yang sesungguhnya.
Belle, adalah film animasi garapan Mamoru Hosoda yang mengadaptasi dongen klasik ‘Beauty and The Beast’, yang erat kaitan-nya dengan permasalahan-permasalahan seperti diri sejati dan self-love. Dengan visual yang cantik dan penceritaan yang paralel di antara dua dunia, membuat film animasi ini menjadi menarik dan layak ditonton di kala libur panjang.
- Wolf Children (2012)
Bercerita tentang Hana, seorang mahasiswi pekerja keras yang jatuh cinta kepada seorang pria misterius yang menghadiri salah kelas yang diikutinya walaupun pria itu bukanlah mahasiswa di sana. Bagai gayung bersambut, ternyata pria tersebut juga mencintai Hana.
Pada malam bulan purnama, pria tersebut berubah wujud menjadi seekor serigala, dan mengaku pada sang kekasih bahwa ia adalah manusia-serigala terakhir yang masih hidup. Meskipun demikian, cinta Hana tetaplah kuat.
Cinta mereka pun berbuah dua anak yang lucu dan menggemaskan, Ame dan Yuki. Namun, takdir berkata lain. Sang Ayah ditemukan tak bernyawa pada suatu pagi.
Pukulan yang telak bagi Hana, sebab ia harus menjadi orang tua tunggal di usia yang masih sangat muda. Namun, ia tidak menyerah dan tetap berusaha membesarkan kedua anaknya dengan penuh kasih sayang.
Wolf Children yang digarap oleh Mamoru Hosoda yang memang terkenal dengan cerita-cerita tentang keluarga, menjadi sebuah film animasi yang menghadirkan kehangatan seperti hangatnya teh manis di kala santai sore.
- The Boy and The Beast (2015)
Film animasi tentang motherhood, sudah. Sekarang ada film animasi yang bertemakan fatherhood. Masih dari seorang kreator yang sama, Mamoru Hosoda.
The Boy and The Beast, bercerita tentang Ren yang minggat dari rumahnya sebab sang Ayah yang pergi meninggalkannya setelah sang Ibu meninggal dan si bocah menolak untuk diadopsi oleh keluarga mereka. Bagi Ren yang berusia sembilan tahun, orang terakhir yang memperlakukannya dengan baik telah tiada, dan dia dijauhi oleh keluarganya yang tersisa. Tanpa orang tua, tanpa keluarga sejati, dan tanpa tempat tujuan, Ren melarikan diri ke gang-gang Shibuya yang membingungkan.
Dua jiwa, menjalani kehidupan yang sangat berbeda, mengembara sendirian dan terisolasi di dunia mereka masing-masing. Melalui liku-liku gang, Ren bertemu dengan Kumatetsu yang menakutkan, yang membawanya ke alam binatang Shibuten.
Bersama sang Siluman Beruang, Ren, yang berganti nama menjadi Kyuta, pun mulai menemukan sosok ‘ayah’ yang selama ini dicarinya. Setelah bertahun-tahun bonding, mereka pun tampak sebagai keluarga yang sesungguhnya.
The Boy and The Beast, dengan cerita yang hangat-hangat teh manis khas Mamoru Hosoda dan visual yang ekspresif dan hidup, menjadikan film animasi ini sangat direkomendasikan untuk dintonton bersama keluarga di saat libur panjang.
- The Girl Who Leapt Through Time (2006)
Setelah film animasi tentang ibu-anak dan ayah-anak, kali ini ada film animasi yang kental dengan suasana yang membuat penonton bergumam, “Ah, masa muda.”
Adalah The Girl Who Leapt Through Time garapan Mamoru Hosoda.
Bercerita tentang Makoto Konno yang berada di tahun terakhir sekolah menengahnya dan sedang mengalami kesulitan memutuskan apa yang harus dilakukan dengan masa depannya. Di antara beban tekanan dari guru-gurunya dan menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabatnya, kehidupan Makoto tiba-tiba berubah ketika dia secara tidak sengaja menemukan bahwa dia mampu melompati waktu!
The Girl Who Leapt Through Time, mengikuti ketidak-pedulian Makoto saat dia bermain-main dengan kekuatan barunya. Namun, si gadis pun segera belajar dengan cara yang sulit bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi, dan waktu jauh lebih rumit daripada yang terlihat.
- Josee, the Tiger and the Fish (2020)
Berbekal hasratnya untuk menyelam dan kekagumannya pada biologi laut, Tsuneo Suzukawa berusaha keras untuk melakukan beberapa pekerjaan paruh waktu dalam sekali jalan untuk mendapatkan cukup uang untuk kuliah di luar negeri. Namun, suatu malam, dalam sebuah kecelakaan yang fatal, ia bertemu dengan seorang gadis di atas kursi roda, yang membuat jalan hidupnya saat ini menjadi jalan memutar.
Gadis itu, Kumiko—yang lebih suka dipanggil "Josee"—awalnya tampak kasar. Namun, Tsuneo kemudian diyakinkan oleh nenek Josee untuk mengambil pekerjaan bergaji sebagai pengasuh Josee. Meskipun kesal dengan sikapnya yang suka memerintah, Tsuneo melihat peluang untuk menabung lebih banyak uang demi mendukung impian akademisnya. Meskipun demikian, setelah bertahan dengan perilaku Josee selama beberapa waktu, Tsuneo mencoba untuk berhenti, hanya untuk menemukan impian Josee menjelajahi dunia luar dan merasakan hidup yang bebas dari kondisinya yang melumpuhkan.
Berubah pikiran, Tsuneo memutuskan untuk menemani Josee menjelajahi keajaiban yang ditawarkan dunia. Melalui waktu bersama, keduanya mulai menyadari bahwa sifat-sifat yang mengikat mereka mungkin penting dalam memenuhi aspirasi masing-masing.
Josee, the Tiger and the Fish, adalah anime yang hangat dan manis yang dapat menggugah kesadaran penontonnya terhadap teman-teman disabilitas yang pantang menyerah dengan keadaan mereka. Film animasi ini pun cocok untuk ditonton saat kalian ingin menghabiskan waktu libur panjang di rumah bersama keluarga.
- Spirited Away (2001)
Keras kepala, manja, dan naif, Chihiro Ogino yang berusia 10 tahun tidak senang ketika dia dan orang tuanya menemukan taman hiburan terbengkalai dalam perjalanan menuju rumah baru mereka.
Dengan hati-hati ia menjelajah ke dalam dan menyadari bahwa ada lebih banyak hal di tempat ini daripada yang terlihat, karena hal-hal aneh mulai terjadi begitu senja tiba. Penampakan hantu dan makanan yang mengubah orang tuanya menjadi babi hanyalah permulaan.
Chihiro, tanpa sadar telah menyeberang ke dunia roh! Terjebak, dia harus mengumpulkan keberanian untuk hidup dan bekerja di antara para roh dengan bantuan Haku yang penuh teka-teki dan para karakter unik yang ditemuinya di sepanjang jalan.
Spirited Away, merupakan satu dari sekian banyak karya Hayao Miyazaki di Studio Ghibli yang menceritakan kisah perjalanan Chihiro melalui dunia yang tidak dikenalnya saat dia berusaha menyelamatkan orang tuanya dan kembali ke rumah.
- The Wind Rises (2013)
Meskipun rabun jauh telah memupus mimpi Jirou Horikoshi untuk menjadi pilot, ia tidak menyerah. Pemuda ini pun meninggalkan kampung halamannya untuk belajar teknik penerbangan di Universitas Kekaisaran Tokyo dengan satu tujuan sederhana: merancang dan membangun pesawat seperti pahlawannya, pelopor pesawat Italia Giovanni Battista Caproni.
Kedatangannya di ibu kota, bertepatan dengan Gempa Besar Kanto di tahun 1923, saat ia menyelamatkan seorang pembantu dari keluarga gadis muda bernama Naoko Satomi; peristiwa bencana ini menandai dimulainya lebih dari dua dekade kerusuhan dan keresahan sosial yang mengarah pada penyerahan Jepang pada Perang Dunia II.
Bagi Jirou, tahun-tahun menjelang produksi pesawat tempur Mitsubishi A6M Zero yang terkenal akan menguji tiap serat di tubuhnya. Banyaknya perjalanan dan pengalaman hidup hanya mendorong si pemuda untuk terus maju—bahkan saat ia menyadari peran ciptaannya dalam perang dan kenyataan pahit dalam kehidupan pribadinya.
Seiring berjalannya waktu, ia harus menghadapi pertanyaan yang mustahil: dengan biaya apa ia mengejar mimpinya yang indah?
The Wind Rises, dengan kisah yang sarat dengan sejarah, film animasi ini cocok untuk kamu jadikan teman menghabiskan waktu bersantai selama libur panjang. Apalagi film animasi ini bisa disebut sebagai ‘Habibie & Ainun’ versi anime, lho!
- In This Corner of the World (2016)
Suzu Urano adalah gadis yang polos dan baik hati yang suka menggambar dan berkhayal. Tumbuh besar di pinggiran kota Hiroshima bersama keluarganya, ia sangat senang membantu bisnis rumput laut milik neneknya.
Namun, saat ia beranjak dewasa, Suzu meninggalkan rumah tercintanya untuk menikahi Shuusaku Houjou, seorang pria yang hampir tidak dikenalnya. Saat ia berintegrasi ke dalam rumah tangga suami barunya, sang pengantin yang rindu kampung halaman berjuang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang tidak dikenalnya saat perang kian meluas jauh melampaui titik yang tidak dapat kembali.
Saat perang mencapai halaman belakang rumah Suzu dan kedamaian berganti menjadi kebrutalan, bagaimana ia akan menghidupi dirinya sendiri dan orang-orang yang ia cintai di sepanjang jalan?
In This Corner of the World melukiskan gambaran kehidupan sehari-hari yang penuh warna, tapi menghantui pada tahun-tahun sebelum dan sesudah Perang Dunia II, memamerkan kegigihan dan ketabahan orang Jepang biasa selama salah satu periode tergelap dalam sejarah modern.
Film animasi ini sangat direkomendasikan untuk kamu jadikan teman bersantai sambil belajar sejarah selama libur panjangmu.
- Ride Your Wave (2019)
Terpesona dengan selancar dan laut, Hinako Mukaimizu adalah seorang gadis bersemangat yang kuliah di kota pesisir tanpa memikirkan karier masa depannya. Hidupnya berubah secara tak terduga ketika sebuah kembang api membakar gedung apartemen tempat tinggalnya, di mana ia diselamatkan oleh seorang pemadam kebakaran berbakat bernama Minato Hinageshi.
Setelah bertemu, keduanya dengan cepat saling mengenal—Hinako langsung terpikat oleh kepribadian Minato yang dapat diandalkan dan hasratnya untuk menyelamatkan orang lain, sementara Minato tertarik dengan selancar dan ingin mempelajarinya.
Saat Hinako mulai mengajari Minato tentang selancar, pasangan itu akhirnya jatuh cinta dan memulai hubungan yang lembut dan setia.
Namun, meskipun selancar mungkin tampak menyenangkan dan tanpa beban, nyatanya selancar tetap bisa menjadi aktivitas yang berbahaya. Inilah yang dipelajari Hinako ketika sebuah insiden selancar benar-benar mengubah hidupnya, membuatnya terpaksa merenungkan masa depannya yang belum pasti.
Dalam pencarian panggilan hidupnya, Hinako memulai perjalanan menemukan jati dirinya, dengan tetap menjaga Minato di sisinya saat ia perlahan mencoba menemukan tujuan hidupnya dan mengarungi ombaknya sendiri.
Ride Your Wave, bercerita tentang sulitnya move on dan mengikhlaskan kepergian orang terkasih. Melalui film animasi ini, kamu bakal diajak lebih mengenal 5 stages of grief: penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.
Buat kamu yang lagi kepingin nangis lebai gara-gara nonton, film animasi ini sangat cocok buat kamu tonton sambil ngabisin stok tisu sampai libur panjangmu berakhir.
- A Whisker Away (2020)
Miyo Sasaki adalah seorang gadis SMA energik yang berasal dari keluarga berantakan yang terdiri dari ayahnya yang tidak percaya diri dan ibu tiri yang terlalu berinvestasi, yang upayanya untuk berhubungan dengan Miyo tampak mengganggu.
Melihat Kento Hinode sebagai tempat berlindung dari semua masalah pribadinya, dia tidak dapat menahan diri untuk tidak memaksakan demonstrasi cintanya yang tidak lazim kepada orang yang dia sukai.
Sementara Miyo tidak dapat menarik perhatian Kento sebagai dirinya sendiri, dia berhasil melakukannya dengan berinteraksi dengannya dalam bentuk kucing putih, yang dijuluki "Tarou" oleh Kento. Tetapi Miyo segera menyadari bahwa dia tidak dapat membantu Kento dengan berbagai masalah yang dia dengar dalam bentuk kucingnya dan sekarang terjebak di antara dua pilihan yang sulit.
Akankah Miyo melanjutkan hubungannya dengan Kento sebagai kucing, atau akankah dia mengungkapkan identitasnya dan mempertaruhkan apa yang mereka miliki untuk membantunya sebagai manusia?
A Whisker Away, buatmu pecinta anabul, mungkin film animasi ini akan sedikit berfantasi bahwa kucingmu bisa saja adalah entitas sejenis dengan Miyo yang terjebak dalam wujudnya yang sekarang. Tapi, eits, jangan kelewatan ya berandai-andainya, karena kamu masih harus kembali kerja keras setelah libur panjang ini usai, lho!
Deskripsi: Masa libur panjang seperti sekarang memang menjadi saat yang tepat bagi siapa saja untuk melepas penatnya setelah lelah bekerja keras demi sekadar bisa bertahan hidup di negara kita tercinta. Ada beberapa orang yang melepas penat mereka dengan pergi healing ke tempat-tempat wisata populer bersama keluarga atau sekadar hangout bersama teman dan sahabat ke mall atau taman-taman kota. Namun, ada juga orang yang lebih memilih untuk menikmati hari libur mereka dengan bersantai tanpa melakukan apa-apa selain rebahan di kamarnya. Buat kamu-kamu yang termasuk tipe orang mageran saat libur panjang, yuk, simak 25 rekomendasi judul anime movie terbaik pilihan penulis yang bisa kamu tonton sambil rebahan di depan tivi atau laptop seharian!