← Beranda
Butuh Tontonan Seru untuk Menunggu Buka Puasa, 5 Anime Studio Ghibli Ini Cocok jadi Pilihan
Fitri Rahma WardaniSenin, 25 Maret 2024 | 15.04 WIB
Ponyo dan Shou (2008)./Sumber Foto:x.com/ghiblipicture

 

JawaPos.Com – Menonton film untuk menunggu buka puasa atau mengisi hari libur memang jadi pilihan tepat. 

Dari banyaknya film animasi yang bermunculan, film produksi Studio Ghibli di Jepang, tentunya wajib menjadi salah satu list tontonan kamu.

Sebagai informasi, studio film animasi Jepang terkenal yang didirikan pada tahun 1985 oleh animator dan sutradara Miyazaki Hayao dan Takahata Isao dan produser Suzuki Toshio.

Studio Ghibli terkenal dengan kualitas pembuatan film dan seninya yang tinggi, bahkan sekarang masih menjadi salah satu tontonan pilihan yang seru dan menyenangkan.

Dilansir dari Britannica.com, Senin (25/3), berikut rekomendasi 5 film anime produsi Studio Ghibli.

Baca Juga: Tidak Kalah Seru! Anime Frieren: Beyond Journey's End Cocok Jadi Tontonan Alternatif Pengganti Attack On Titan, Intip Sinopsisnya

  1. Spirited Away

Spirited Away merupakan serial anime genre fantasy dan petualangan. Film ini disutradarai oleh Hayao Mayazaki dengan durasi selama  165 menit.

Meskipun film ini sudah tayang sejak tahun 2001 lalu, namun masih banyak penonton yang menyukai film studio ghibli satu ini.

Film ini menceritakan gadis remaja berusia 10 tahun bernama Chihiro bersama kedua orang tuanya yang hendak melihat-lihat suatu tempat menarik di sudut kota, karena tempatnya banyak kuliner dan makanan, mereka pun semakin betah di dalamnya.

Hingga malam pun tiba, tempat itu berubah menjadi ramai dengan makhluk-makhluk aneh, begitu pula kedua orang tua Chihiro yang berubah menjadi babi rakus.

Mereka pun terperangkap di tempat tersebut, Chihiro pun tidak bisa mencari jalan keluarnya.

Beruntung ia bertemu dengan remaja lelaki bernama Haku, Chihiro pun dibantu untuk mencari jalan keluar.

Akan tetapi sebelum itu ia harus bekerja di sebuah bath house milik penyihir bernama Yubaba.

Film ini tergolong genre fantasy dan misteri, tetapi konflik di dalamya tidak begitu membingungkan penonton.

Dengan tampilan tokoh-tokoh lain yang unik dan lucu, tidak menjadikan film ini sebagai film yang menyeramkan.

Baca Juga: Bikin Terharu! Perjalanan Frieren Ingin Berjumpa Sosok yang Dicintai di Surga, Pecinta Anime Wajib Nonton!

  1. Howl’s Moving Castle

Howl’s Moving Castle diadaptasi dari novel bahasa Inggris karya Diana Wynne Jones dengan judul yang sama. 

Film ini dirilis pada tahun 2004 dengan genre fantasy, adventure dan romance. Menceritakan tentang gadis cantik bernama Sophie yang dikutuk menjadi nenek tua oleh penyihir.

Agar kutukan tersebut hilang, ia pergi menuju  pergi ke the Waste atau lembah tempat pembuangan para penyihir.

Di lembah itu, Sophie bertemu dengan orang-orangan sawah yang berhasil ditolongnya.

Orang-orangan sawah tersebut kemudian mengantarkannya ke kastil bergerak milik Howl, seorang penyihir yang konon memakan jantung wanita cantik, karena Sophie saat itu terkena kutukan jadi mengabaikan mitos tersebut dan menjadi pelayan di kastil milik Howl.

Menariknya dari film ini ialah selain menyajikan kisah adventure, juga diselipkan kisah romansa di dalamnya. 

Pada akhir cerita Sophie pun kembali menjadi gadis muda berkat ketulusan dan cinta antara Sophie dan Howl.

Baca Juga: Anime Dandadan Rilis Trailer dan Visual Kunci! Petualangan Antara Dunia Okultisme, Hantu, Alien, dan Masa Remaja

  1. Kiki’s Delivery Service

Film ini dirilis pad tahun 1989 di Jepang, dan rilis di Indonesia pada tahun 2018.

Film ini menceritakan tentang kisah seorang gadis penyihir yang telah menginjak usia 13 tahun, dan harus pergi mengelilingi dunia saat bulan purnama untuk mengaplikasikan ilmu sihirnya.

Kiki bersama dengan kucing kesayanggannya Jiji, menemukan kota yang pas untuk mereka singgahi.

Kiki pun tinggal dan bekerja di sebuah toko roti sebagai jasa pengiriman barang melalui udara.

Namun takdir baik sulit menghampiri Kiki, ia harus bertahan dan tetap menjalankan tugasnya meskipun banyak orang yang meremehkan dan memanfaatkan ilmu sihir yang Kiki miliki.

Baca Juga: Jago Bikin Penonton Baper, Inilah 3 Film Anime Romantis Makoto Shinkai Berkedok Bencana Alam

  1. Arriety

Arriety merupakan film adaptasi dari novel berjudul The Borrower karya Mary Norton, serta dirilis pada 17 Juli 2010 di Jepang.

Film ini menceritakan tentang sebuah keluarga Borrower atau sejenis manusia tapi berukuran kecil yang tinggal di sudut-sudut rumah manusia.

Mereka disebut bangsa peminjam karena mereka hidup dengan cara meminjam barang-barang kebutuhan dari manusia.

Saat hendak meminjam, Arriety tidak sengaja bertemu Shou, seorang lelaki yang mengidap penyakit jantung.

Shou tidak membahayakan mereka, namun malah membantu peminjaman seperti memberinya gula yang ditaruh di bawah rumah.

Seiring berjalannya waktu, keberadaan keluarga Borrower tersebut diketahui manusia.

Mereka pun melakukan cara untuk membasmi para Borrowe. Akan tetapi, berkat pertolongan Shou, Arriety dan keluarganya pun dapat melarikan diri dengan selamat. 

Tak lupa Arriety mengucapkan permintaan maaf dan terimakasih kepada shou sebagai bentuk perpisahan mereka.

Baca Juga: Jago Bikin Penonton Baper, Inilah 3 Film Anime Romantis Makoto Shinkai Berkedok Bencana Alam

  1. Ponyo

Dirilis pada tahun 2008 dengan durasi selama 183 menit. Ponyo menceritakan kisah persahabatan antara Ponyo seekor ikan dan Sosuke seorang bocah lelaki.

Pertemuan mereka diawali saat Sosuke menolong seekor ikan yang tersangkut dibotol kaca, lantas ia membawanya ke rumah Sosuke. Sejak saat itu Ponyo merasa aman bersama Sosuke.

Mengetahui Ponyo dibawa oleh manusia, ayah Ponyo menjadi murka sehingga menyebabkan tsunami dan ombak laut yang dasyat.

Ponyo yang tidak mau kembali ke daerah asalnya, membuat ibunya mengambil keputusan kepada Ponyo.

Akankah ia ingin menjadi manusia atau tidak, dengan syarat ia harus kehilangan sihirnya, Ponyo pun bersedia.

Keadaan pun menjadi normal, Ponyo dan Sosuke dapat menjalin hubungan persahabatannya selamanya.

Itulah beberapa film Studio Ghibli yang cocok untuk menemani waktu senggang di hari libur, agar liburan tidak terasa membosankan.

 ***

EDITOR: Novia Tri Astuti