Daya tarik serial Gadis Kretek, selain seluk-beluk industri kretek dan rona sejarahnya, adalah romansanya. Bagaimana Jeng Yah alias Dasiyah (Dian Sastrowardoyo) dan Soeraja (Ario Bayu) saling jatuh cinta. Juga dinamika hubungan Arum Cengkeh (Putri Marino) dan Lebas (Arya Saloka) yang menghangat seiring berjalannya waktu.
TAK perlu meragukan kualitas akting empat cast utama Gadis Kretek. Dian dan Ario begitu meyakinkan memainkan chemistry mereka. Mulai sinyal yang menjalar lewat tatapan saat kali pertama berjumpa di pasar, saling curi pandang di pabrik kretek dan ruang saus, hingga ketika berduaan di kamar maupun di ruang pengeringan tembakau.
Teknik bloking dan interaksi Dian serta Ario, atau Putri serta Arya, di depan kamera pun sukses menghipnotis penonton. Nyaris tidak ada yang kecewa menyaksikan akting mereka. Namun, ternyata semua adegan indah itu bukan hadir dengan sendirinya. Para aktor itu berlatih dan membiasakan diri mereka dengan semesta Gadis Kretek. Sesi workshop sebelum syuting pun, menurut mereka, sangat membantu.
Ditemui seusai pemutaran perdana Gadis Kretek di Busan Cinema Center dalam rangkaian Busan International Film Festival (BIFF) beberapa waktu lalu, Putri mengakui pentingnya sesi diskusi. Menurut dia, diskusi para cast bersama Kamila Andini, Ifa Isfansyah, dan Ratih Kumala membuahkan akting yang matang. ”Selain karakter masing-masing, kami juga bahas hubungan masing-masing karakter,” jelas Putri.
Semua proses itu membutuhkan waktu yang panjang. Yakni, sekitar tiga bulan. Pematangan lantas dilakukan saat proses reading. ”Ada yang untuk satu karakter sendiri atau langsung untuk dua karakter. Kami punya waktu banyak untuk membangun dinamika,” papar produser Shanty Harmayn.
Langkah-langkah itu membuat para cast leluasa menunjukkan performa terbaik mereka secara lebih natural. Menurut Putri, komunikasi yang baik dan rasa saling percaya antara cast, penulis, dan sutradara menciptakan chemistry yang kuat. Semua berjalan dinamis dan organik, mulai reading, workshop, sampai syuting.
Arya pun sependapat dengan Putri. Meskipun baru kali pertama beradu peran dengan Putri, dia tidak kesulitan menjalin chemistry. ”Kami juga terbantu sama Mas Rukman Rosadi, pemeran Idroes sekaligus pelatih akting yang bantu kami memahami karakter dan hubungan satu sama lain,” papar aktor yang melejit lewat sinetron Ikatan Cinta itu.
Hasil workshop, diskusi, dan akting yang mumpuni itu disempurnakan Ana Valdes Lim, intimacy coordinator. Dialah yang memberi masukan secara khusus dalam adegan-adegan yang memerlukan keintiman sepasang pelakon.
Ana berperan besar dalam memberi pelatihan bagi para cast utama untuk tampil meyakinkan sebagai pasangan. (len/c19/hep)
Baca Juga: Mengenal Pakaian Tradisional Kebaya Janggan yang Dipakai Karakter Jeng Yah di Film Gadis Kretek
---
LOKASI SYUTING GADIS KRETEK
- Museum Kretek, Kudus
- Stasiun Tuntang, Semarang
- Pasar Kayu Muntilan
- Rumah residen Kedu, Magelang
- Candi Abang, Sleman
- Los Mbako Menden, Klaten
- Pabrik Gula Tasikmadu, Karanganyar
- The Sultan Hotel & Residence, Jakarta
Sumber: Diolah dari berbagai sumber