← Beranda

Syaharani dan Kesibukannya Mewujudkan Passion yang Tak Hanya Musik

Dinda JuwitaMinggu, 23 Juli 2023 | 00.32 WIB
Syaharani.

 

 

Syaharani adalah diva bagi penikmat musik jazz tanah air. Meski jarang muncul di layar kaca, penyanyi bersuara khas itu tetap eksis di dunia tarik suara dan aktif berkarya. Baru-baru ini, Jawa Pos berkesempatan ngobrol dengan pemilik nama lengkap Saira Syaharani Ibrahim tersebut tentang passion seninya.

---

Apa kabar, Mbak Rani?

Kabar baik. Alhamdulillah, saya sehat. Di tempat tinggal saya di Bintaro lumayan sering hujan, tapi cerah juga.

Baca Juga: Kapal Wisata Tenggelam di Kawasan Taman Nasional Komodo

Belum lama ini merilis single SAGA ya, Mbak? Boleh diceritakan bagaimana proses kreatifnya?

SAGA ini awalnya dari masa pandemi. Saat pandemi nggak berani ke mana-mana, jadi hanya bisa kumpul dengan beberapa teman. Salah satunya Sonny Hudisaksono. Teman lama banget, saat aku kuliah sudah nge-band sama Sonny. Saat pandemi kita nongkrong dan ngobrol, tapi aku tuh orang yang nggak bisa hanya nongkrong dan ngobrol aja. Jadi kalau bisa sambil main musik, ya ayok kita bikin sesuatu. Sekarang proses produksi juga sudah simpel, mudah, di rumah juga bisa. Digital store juga banyak. Jadilah si SAGA ini. Ada dua lagu juga lho yang belum kita rilis.

SAGA, single Terbaru Syaharani dan Sonny Hudisaksono.
SAGA, single Terbaru Syaharani dan Sonny Hudisaksono.

Wah menarik. Lalu, kapan dua lagu itu akan dirilis?

Rencananya, ini proyek rileks dan senang, tapi memang musiknya kontemplatif. Genrenya alternative ambience, jadi ada nuansa-nuansa. Menggunakan efek-efek, elektronika juga. Memang kita nggak pakai alat apa pun, jadi hanya pakai program semua.

Mbak Rani kan menggeluti musik yang tidak mainstream ya. Ada tantangan yang dihadapi?

Kebetulan aku itu beruntung karena punya teman-teman yang selain seniman juga pemikir. Jadi, kita bikin musik bukan basisnya, ’Oh kita mau jualan, bikin ini aja,’ nggak begitu. Jadi, SAGA ini juga berawal dari diskusi. Diskusi soal apa? Soal peninggalan-peninggalan spiritual seperti Borobudur, Stonehenge, Machu Picchu. Jadi, kita kalau main ke rumah itu sambil buka buku sejarah, arkeologi. Lalu, itu menjadi diskusi. Dan di lagu SAGA ini sudah ada endapan-endapan bacaan sejarah itu plus film dokumenter.

Baca Juga: Dispendik Surabaya Catat Puluhan Siswa Belum Dapat Sekolah

Kalau ukuran Mbak Rani yang sudah senior begini, butuh waktu berapa lama sih untuk membuat lagu?

Setiap lagu berbeda. Kadang ada lagu yang mbulet sampai setahun itu nggak nemu. Contohnya, lagunya Syaharani & Queenfireworks yang kalau dimainkan selalu dapat tepuk tangan. Namanya Morning Coffee. Itu lagu notasinya gampang, tapi liriknya baru selesai setengah tahun.

Kalau SAGA ini aku dapatnya di satu malam, lalu aku menangis. Karena aku membayangkan manusia mendapatkan keyakinan itu pengorbanannya bukan main. Itu sangat mengharukan. Mirisnya, di zaman ini orang tidak banyak memedulikan itu. Tapi, aku dan Sonny nekat saja.

Jadi, Mbak Rani ini orang yang idealis dan bertemu dengan partner-partner yang sepemikiran juga ya?

Nah, itulah beruntungnya aku. Karena nggak semua orang bisa menemukan itu. Kalau sudah nemu yang bareng itu kan kekuatan kita berlipat ganda dan semangat juga. Teman-teman ngasih komentar ke lagu itu, juga beberapa ahli sejarah. Jadi seru, bukan hanya joget-joget.

Baca Juga: Indonesia-Korea Selatan Terus Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan

Sebagai musisi yang pernah membintangi sejumlah film, apakah passion Mbak Rani sampai saat ini masih tetap di musik?

Sebetulnya, passion-ku untuk menikmati kesenian itu sangat besar. Tapi, menikmati saja. Contohnya, aku tidak bisa melukis, tapi aku bisa menikmati lukisan. Nah kalau untuk main film, ya lumayan karena aku pernah ikut teater juga. Beberapa waktu lalu sempat main film Lara Ati the Movie dan aku sempat dapat apresiasi dari beberapa pihak juga.

Jadi, passion-ku nggak habis di musik saja. Bagiku, saat ini menelurkan karya yang inspiratif itu menjadi hal yang pokok ya.

Ada goal yang sedang diperjuangkan?

Kalau di musik, rasanya akan terpuaskan kalau kita menghasilkan karya. Lalu, ketika menuai komentar pendengar. Apa pun komentarnya, itu berarti mereka memberikan perhatian pada karya kita. Kalau goal lainnya, pasti menjaga kesehatan, menjaga pikiran, mental juga. Jangan sampai stres. (dee/c6/hep)

Baca Juga: 5 Aplikasi Baca Novel Gratis Terbaik, Solusi Digital untuk Membaca dengan Mudah di Mana Saja

Lebih Dekat dengan Syaharani

Nama lengkap : Saira Syaharani Ibrahim

Tempat/tanggal lahir : Batu, 27 Juli 1971

Karya

- 8 album

- 2 single kolaboratif

- Teater musikal Madame Dasima (2001)

- Teater musikal Gallery of Kisses (2002)

- Film Garasi (2006)

- Film Lara Ati (2023)

Sumber: Diolah dari berbagai sumber

EDITOR: Dhimas Ginanjar